Lokadata.ID

3 bank internasional danai PLTS Terapung Cirata

Ilustrasi: PLTS Terapung di Afrika Selatan
Ilustrasi: PLTS Terapung di Afrika Selatan Robotorial / nigeriaelectricityhub.com

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata telah mencapai tahapan pemenuhan biaya atau kesepakatan financial close setelah sindikasi tiga bank internasional siap mendanai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara/

Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), Societe Generale, dan Standard Chartered Bank siap menyediakan dana investasi sekitar AS$140 juta, kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini seperti dikutip Kompas, Rabu (4/8/2021).

Pembangkit listrik ramah lingkungan ini akan segera dibangun dan ditargetkan bisa beroperasi komersial sesuai jadwal pada akhir 2022.

"Kehadiran dari PLTS Terapung Cirata akan menjadi revolusi pengembangan EBT di dalam negeri, mengingat pembangkit listrik ini dapat mengimbangi 214.000 ton emisi karbon dioksida," katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (3/8/2021).

Pembangunan proyek strategis nasional ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencapaian target bauran energi baru terbarukan nasional sebesar 23 persen pada 2025.

"Keberhasilan pengembangan proyek ini, ke depannya diharapkan akan mendorong proyek-proyek terobosan di bidang EBT dengan harga yang kompetitif,” kata Zulkifli.

Zulkifli menyebutkan, harga tenaga listrik dari PLTS ini cukup kompetitif, yakni sebesar AS$5,8 sen per kilowatt hour (kWh). Memang lebih mahal dari harga listrik dari PLTU batu bara yang hanya AS$ 3 sen per kWh, namun dampak lingkungannya lebih rendah

PLTS Terapung Cirata nantinya akan dijalankan oleh Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi atau PMSE, yang merupakan perusahaan bentukan dari konsorsium cucu usaha PLN, yaitu PJBI dengan porsi saham 51 persen dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab, Masdar dengan porsi saham 49 persen.

Selain dari sisi pengembangan EBT, PLTS Terapung yang ditargetkan bisa menghasilkan energi 245 juta kWh per tahunnya ini memegang peranan penting dengan memasok listrik 50.000 rumah serta menyerap tenaga kerja hingga 800 orang.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Nugraha Mansury mengatakan, sebagai proyek strategis nasional, PLTS Terapung Cirata diharapkan dapat menjadi percontohan untuk pengembangan pembangkit EBT di daerah lain. "Agar Indonesia dapat mencapai target bauran EBT 23 persen di 2025, serta mendukung upaya pengurangan emisi secara signifikan," ucapnya.

Moratorium PLTU

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak akan lagi membangun pembangkit batubara setelah seluruh proyek 35.000 Megawatt (MW) dan Fast Track Program (FTP) 2 sebesar 7.000 MW selesai pada tahun 2023 mendatang.

Sebagai gantinya, kelistrikan PLN akan dipenuhi oleh pembangkit dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Direktur Utama PT PLN Zulkifli Zaini mengungkapkan, untuk proyek 35.000 MW secara perencanaan dan pengadaan termasuk kontrak sudah selesai Desember 2019 dan hanya tinggal 4 persen masih dalam proses pengadaan.

"95% sudah terselesaikan kontrak sampai akhir 2019. Sekitar tahun 201-2023 akan selesai terbangun. Kita sekarang tinggal menunggu penyelesaian dari 35.000 dan FTP 7.000 MW. Dari 35.000 MW itu hanya 2,000 MW yang merupakan proyek EBT," katanya seperti dikutip Kontan (7/5/2021).

Dia mengatakan, bahwa dalam lima tahun ke depan akan ada 12.000 MW yang dihasilkan EBT.

Zukifli mengatakan, teknologi dari pembangkit listrik tenaga surya akan semakin baik dan harga jual listrik PLTS juga akan turun, dari AS$ 10 sen per kWh menjadi AS$ 5 sen per kWh.

Dia mengatakan, potensi EBT sangat besar di Indonesia. Saat ini PLN menjual 250 TWH sampai dengan 300 TWH per tahun. "Kami proyeksikan di tahun 2060 dengan pertumbuhan 4,7 persen per tahun listrik Indonesia akan butuh 1.800 TWH. artinya apa? artinya antara tahun ini dan 2060 ada sekitar 1.500 TWH listrik yang harus dipenuhi dari EBT dan zero emisi pada 2050," ujar dia.

Ringkasan

  • Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata 145 MWac telah menuntaskan pendanaan atau financial close pada 2 Agustus 2021.
  • Sindikasi tiga bank internasional yaitu Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), Societe Generale dan Standard Chartered Bank siap mendanai pembangunan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara ini dengan nilai sekitar USD 140 juta.
  • Dalam draf Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, PLN mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mengejar target bauran EBT sebesar 23 persen tersebut.
  • Selain proyek ini, masih cukup banyak proyek strategis yang dikembangkan oleh PLN dalam hal pengembangan EBT, termasuk upaya untuk melakukan perubahan pembangkit berbahan bakar fosil ke EBT.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh bisnis.com dengan 2 pemberitaan, diikuti peringkat kedua visi.news dan strategi.id dengan 1 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik dimulai sejak pukul 00:00 hingga 07:00 WIB, dan merupakan puncak dari pemberitaan dengan total 3 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh dunia-energi.com dengan 297 interaksi, diikuti peringkat kedua bisnis.com dengan 227 interaksi. Selanjutnya liputanbogor.com dengan 73 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.