Lokadata.ID

44 bank di ambang batas

Sebaran jumlah bank.
Sebaran jumlah bank. Fadhlan Aulia / Lokadata.id

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbaru berkenaan dengan modal inti perbankan memberikan pekerjaan rumah yang tak mudah bagi 44 bank. Tahun depan, modal inti bank minimal harus mencapai Rp3 triliun.

Seperti dipublikasikan oleh Lokadata.id pada 9 Januari lalu, saat ini OJK sedang menyiapkan peraturan baru untuk bank umum. Di antara dampak dari rancangan peraturan yang kini dalam proses menyaring tanggapan publik itu, terkait dengan pengelompokan bank.

Selama ini, bank dikelompokkan berdasarkan Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU). Selanjutnya, akan menjadi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) atau keseluruhan modal milik bank untuk menjalankan kegiatan usaha.

Terlepas dari rencana baru itu, sejak Maret 2020, OJK telah menerbitkan kebijakan berkenaan dengan modal inti bank. Melalui peraturan OJK tentang Konsolidasi Bank Umum, setiap bank wajib memiliki modal inti minimum Rp3 triliun pada akhir 2022. Sampai akhir tahun ini, modal intinya harus Rp2 triliun. Peraturan ini juga berlaku bagi jenis bank lain.

Dalam peraturan diuraikan, jika modal inti bank tetap Rp1 triliun, bank tersebut harus menjadi bagian dari Kelompok Usaha Bank (KUB). Namun statusnya tidak sebagai bank perusahaan induk, atau pelaksana perusahaan induk.

Hingga Oktober 2020, OJK mencatat jumlah bank konvensional ada 96 bank. Dari jumlah tersebut, hanya 92 bank yang menyediakan laporan lengkap data publikasi triwulanan per September 2020 seperti tertera di website OJK. Laporan keuangan tersebut termasuk mengenai modal inti masing-masing individual bank.

Selanjutnya, ada delapan bank asing yang tidak menyertakan laporan modal inti dalam publikasi OJK. Dengan demikian, hanya ada 84 bank konvensional yang dapat dilihat kondisi modal intinya hingga tahun lalu.

Dari pemetaan terhadap 84 bank itu, ada 44 bank yang memiliki modal inti di bawah Rp3 triliun. Sebanyak 15 di antaranya merupakan Bank Pembangunan Daerah yang sesuai aturan, memiliki toleransi untuk memenuhi modal minimum Rp3 triliun hingga 2024.

Jika bank-bank tersebut tidak mampu memenuhi ketentuan yang ada, maka pilihannya antara lain, membentuk kelompok usaha bank atau berserah diri kepada pemodal baru. Bagaimana jika tidak melakukan semua? Siap-siap ada kegiatan usaha tertentu yang dibekukan oleh OJK, selain larangan ekspansi.

Bank dengan modal inti kurang dari Rp3 triliun.
Bank dengan modal inti kurang dari Rp3 triliun. Fadhlan Aulia / Lokadata.id