Lokadata.ID

5 sektor pilihan BRI: Bagaimana kinerjanya?

Pertumbuhan lima sektor utama
Pertumbuhan lima sektor utama Fadhlan Aulia / Lokadata.id

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menetapkan lima sektor prioritas sebagai target alokasi kredit. Selama hampir empat tahun terakhir (kecuali 2020), dari kelima sektor itu hanya satu yang selalu tumbuh positif.

BRI merupakan bank terbesar di Indonesia dari sisi aset. Sebagian besar sahamnya, yaitu 56,75 persen dimiliki pemerintah. BRI termasuk satu di antara bank-bank penyalur dana pemulihan ekonomi nasional, yaitu dana pemerintah untuk disalurkan sebagai kredit.

Direktur Utama BRI Sunarso pekan lalu menyampaikan lima sektor usaha yang akan menjadi prioritas BRI, yaitu pertanian, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, serta sektor akomodasi makanan dan minuman.

Alasannya, lima sektor itu merupakan penggerak perekonomian nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, kontribusi kelima sektor terhadap perekonomian nasional mencapai 59,2 persen.

Namun, sumbangan lima sektor tersebut dalam perekonomian nasional (Produk Domestik Bruto - PDB) terus menurun selama enam tahun terakhir. Pada 2015 dan 2016, kontribusi kelima sektor itu masing-masing mencapai 60,8 persen dan 60,3 persen. Lalu turun lagi menjadi 59,5 persen pada 2019, sebelum pandemi.

Dari kelima sektor tersebut, hanya sektor akomodasi makanan dan minuman yang laju pertumbuhannya konsisten terus meningkat dalam tiga tahun terakhir (207-2019). Kinerja sektor pengolahan dan konstruksi juga tumbuh, tapi cenderung melambat, dan dua sektor lainnya bergerak fluktuatif.

Kendati kinerjanya melambat, tapi lima sektor itu memang penting bagi perekonomian nasional. Selain kontribusinya terhadap PDB masih cukup dominan, penyerapan tenaga kerjanya mencapai 75,5 persen dari total orang yang bekerja secara nasional.

Hanya saja, jika melihat data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dari kelima sektor itu, ada dua (sektor pengolahan dan perdagangan) yang alokasi kreditnya menyusut pada 2020. Dua sektor usaha itu pula yang kredit bermasalahnya (Non Performing Loan/NPL) tumbuh melambung, di atas NPL kredit bank umum.

Sepanjang 2019 dan 2020, industri pengolahan dan perdagangan merupakan dua sektor yang paling banyak dapat kucuran kredit. Selama periode itu, jumlah kredit untuk kedua sektor itu mencapai 34,5 persen dan 33,5 persen dari total kredit yang disalurkan bank umum.

Industri pengolahan dan perdagangan juga memiliki ketergantungan besar terhadap tingkat konsumsi masyarakat. Tahun ini, konsumsi rumah tangga akan mendapat "beban" tambahan: subsidi listrik berkurang, bantuan-sosial-tunai berakhir, dan masih ada pula tambahan iuran BPJS Kesehatan.

Kinerja kredit lima sektor pilihan
Kinerja kredit lima sektor pilihan Fadhlan Aulia / Lokadata.id