Lokadata.ID

Adu balap mata uang kripto, Bitcoin masih jauh di depan

Kapitalisasi pasar mata uang kripto
Kapitalisasi pasar mata uang kripto Lokadata / Lokadata

Pada perdagangan Selasa (4/5/2021), harga Ethereum sudah mencapai AS$3.457,64 di Bursa Bitstamp, naik 27 persen dibandingkan Rabu pekan sebelumnya. Harga Ethereum bahkan sudah naik di atas 300 persen dibandingkan 1 Januari 2021. Mata uang kripto yang lain juga makin mahal. Tentu saja Bitcoin masih yang paling mahal.

Kenaikan ini dipicu keputusan the European Investment Bank menjadikan infrastruktur (blockchain) Ethereum untuk menerbitkan obligasi digital dengan jangka waktu dua tahun senilai 100 juta euro. Nama uang kripto Ethereum sebetulnya adalah Ether, dengan kode perdagangan ETH.

Uang kripto memang tengah naik daun. Ada puluhan uang kripto seperti Bitcoin, ada juga dalam bentuk blockchain seperti Ethereum. Nilai perdagangannya pun luar biasa. Dengan posisi harga per Selasa, nilai perdagangan Ether sudah mencapai di atas AS$350 miliar. Angka ini sudah di atas kapitalisasi pasar Bank of America, atau Word Disney.

Tentu saja, Bitcoin tetap nomor satu dan harganya jauh di atas Ether yang berada di peringkat kedua. Per 29 April 2021, harga Bitcoin mencapai AS$53.333. Pada pertengahan April lalu, Bitcoin mencapai rekor tertinggi dengan AS$64.899,97. Total nilai perdagangan pada Kamis pekan lalu mencapai AS$1.079,4 triliun.

Nilai perdagangan atau bisa juga disebut kapitalisasi pasar Bitcoin hanya kalah dari Apple Inc. yang nilai kapitalisasi pasarnya di Bursa New York mencapai AS$2,3 triliun, atau Microsoft Corp. (AS$1,97 triliun), dan Amazon Com Inc. (AS$1,7 triliun). Bitcoin juga lebih besar dibandingkan Google, Facebook, Tesla, dan Alibaba.

Kenaikan harga yang tergolong "gila-gilaan" ini juga didorong sejumlah pesohor atau pemilik uang kakap seperti Elon Musk. Pada Februari, pemilik Tesla ini mengumumkan perusahaannya telah menginvestasikan sekitar AS$1,5 miliar ke Bitcoin. Elon berencana membiarkan para investor baru bertransaksi dengan mata uang virtual tersebut.

Setiap Bitcoin pada dasarnya adalah file komputer. File tersebut disimpan dalam aplikasi dompet digital di smartphone atau komputer. Orang bisa mengirim Bitcoin (atau sebagian) ke dompet digital Anda. Anda juga dapat mengirim Bitcoin ke orang lain. Setiap transaksi dicatat dalam sebuah infrastruktur daftar publik yang disebut blockchain.

Coinmarketcap merekam, selain Bitcoin dan Ethereum, ada Dogecoin yang mencatatkan pertumbuhan paling tinggi setahun ke belakang, yaitu 5.066,7 persen. Sama halnya dengan Bitcoin, melesatnya Dogecoin karena ulah Elon Musk yang mencuitkan “Doge Barking at the Moon,” di akun twitter pribadinya, (15/4/2021).

Masa depan uang kripto

Di Indonesia, Bitcoin merupakan salah satu bentuk aset yang bisa diperdagangkan di bursa berjangka yang tertuang dalam peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) No. 3/ Tahun 2020.

Dengan adanya aturan tersebut, investasi Bitcoin atau mata uang kripto lain di Indonesia diramal akan terus meningkat. Masyarakat dapat memanfaatkan hal ini sebagai investasi. Meski demikian, masyarakat juga perlu memahami lebih dulu tentang asset kripto kelebihan maupun kekurangannya.

Pada periode Januari-Maret 2021, pelanggan aset kripto yang aktif bertransaksi di pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti berjumlah sekitar 4,2 juta pelanggan. Ada pun nilai transaksi yang tercatat saat ini sekitar Rp126 triliun. Angka tersebut akan terus bertambah seiring dengan pesatnya pertumbuhan nilai aset kripto.

Bappebti berencana membentuk bursa khusus yang akan memperdagangkan aset atau uang kripto.