Lokadata.ID

Anggaran Formula E lebih besar dari anggaran banjir DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) meninjau titik banjir yang bersebelahan dengan proyek LRT di Underpass Cawang, Jakarta, Kamis (4/4/2019).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) meninjau titik banjir yang bersebelahan dengan proyek LRT di Underpass Cawang, Jakarta, Kamis (4/4/2019). Indrianto Eko Suwarso / Antara Foto

Upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta menuai kritik dari masyarakat. Sebagian warga menilai pemprov telah lalai karena telah memotong anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang seharusnya disiapkan untuk antisipasi bencana.

Diketahui, alokasi APBD untuk penanggulangan banjir di ibu kota hanya Rp1,48 triliun atau 1,1 persen dari total APBD DKI Jakarta tahun 2020 sebesar Rp87,9 triliun.

Anggaran untuk penanggulangan banjir yang dialokasikan pemerintah DKI Jakarta ke Dinas Sumber Daya Air (SDA), terus menurun sejak tahun 2017 hingga 2020. Pada 2017, anggaran untuk banjir mencapai Rp3,12 triliun, namun jumlah ini menurun sebesar 52,56 persen atau hanya Rp1,48 triliun pada 2020.

Anggaran penanggulangan banjir di DKI Jakarta disebut jauh di bawah anggaran persiapan pelaksanaan balap mobil listrik Formula E yang akan diadakan 6 Juni 2020.

Sementara anggaran untuk penyelenggaraan Formula E dalam RAPBD 2020 disiapkan hingga Rp1,6 triliun. Dilansir dari Kompas, jumlah tersebut di antaranya dikucurkan untuk commitment fee Rp360 miliar dan Rp934 miliar untuk penyelenggaraan dan asuransi Formula E.

Untuk dana sosialisasi dan pre-event, Pemprov DKI mengajukan anggaran senilai Rp600 juta. Selain anggaran yang diajukan oleh Pemprov DKI, PT Jakarta Propertindo--yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD)--juga mengajukan anggaran sebanyak Rp305,2 miliar

Pemprov DKI juga memotong anggaran untuk normalisasi kali Ciliwung yang semula dianggarkan Rp850 miliar menjadi Rp350 miliar. Alasannya karena persoalan defisit pada sisi realisasi pendapatan di APBD DKI Jakarta 2019.

Padahal, menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, proyek normalisasi Ciliwung baru mencapai 16,19 kilo meter (km) dari target 33,69 km.

Namun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah asumsi yang mengatakan bahwa anggaran Formula E berasal dari pemotongan dana penanggulagan banjir Jakarta.

“Itu bukan hanya tidak benar tapi mengarang. Jadi saya tidak mau komentar,” ungkapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tak mau ada perdebatan kosong di tengah musibah bencana seperti ini. Dia menilai masyarakat tengah membutuhkan uluran tangan.

“Apa pun pandangan terkait dengan kebijakan, begitu ada ribuan warga terdampak akibat banjir, justru saatnya kita bersama-sama untuk solid meringankan beban saudara kita. Sesudah ini semua selesai, nanti kita bisa mendiskusikan soal kebijakan,” pungkas Anies.

Petisi untuk membatalkan Formula E

Keputusan untuk menggelar Formula E ini menuai kritik di tengah masyarakat, mengingat bencana banjir baru saja terjadi di ibu kota dan sekitarnya. Lebih dari 6000 orang menandatangani petisi daring yang dimuat di situs change.org pada (6/1), agar Anies membatalkan gelaran Formula E 2020.

Petisi online tersebut dibuat oleh Irawan Endro Prasetyo, ditujukan khususnya kepada Federasi Otomotif Internasional FIA, Ketua DPRD DKI Jakarta, dan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta.

“Jakarta saat ini menderita banjir besar yang menghancurkan sebagian besar wilayah kota. Ini adalah salah satu banjir terbesar dan terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah Jakarta, mengakibatkan kerusakan banyak bangunan, infrastruktur serta menelan korban jiwa,” tuturnya dalam laman petisi.

Selain itu Irawan juga mengaitkan tentang tindakan Anies yang memotong anggaran dana penanggulanan banjir di masa jabatannya dan menuding anggaran tersebut disalurkan untuk menggelar Formula E.

“Kami, warga Jakarta, dengan ini meminta Anda untuk membatalkan penyelenggaraan acara Formula-E FIA ABB 2020 di Jakarta. Kami membutuhkan semua sumber daya yang tersedia untuk membantu orang-orang dan membangun kembali kota kami, bukan untuk menyia-nyiakannya pada satu acara yang mengolok-olok penderitaan warga,” tutupnya.

Indonesia sendiri telah resmi masuk ke kalender balapan Formula E musim kompetisi 2020. Sejumlah kota lainnya yang menggelar balap mobil elektrik itu yakni Ad Diriyah (Arab Saudi), Santiago (Cile), Mexico City (Meksiko), Hong Kong, Sanya (Tiongkok), Roma (Italia), Paris (Prancis), Seoul (Korea Selatan), Berlin (Jerman), New York (Amerika Serikat), dan London (Inggris).