Lokadata.ID

Antara Badung dan Kediri, masih berpusat di Jawa - Bali

Pesona festival layang-layang di Sanur, Bali, salah satu sumber perekonomian Kabupaten Badung
Pesona festival layang-layang di Sanur, Bali, salah satu sumber perekonomian Kabupaten Badung Made Nagi / EPA-EFE

Inilah kabupaten kota yang terpilih dalam daftar Booming Cities 2020. Provinsi DKI Jakarta menempatkan empat kota, Bali menyertakan satu kabupaten dan satu kota, Banten satu kota, Jawa Barat satu kota, dan Jawa Timur dua kota.

Dari nama-nama wilayah itu, tidak satu pun yang berada di luar Jawa dan Bali. Terlepas dari ikhtiar pemerintah membangun dari pinggiran, menyebarkan prasarana ekonomi ke semua wilayah, kedua pulau ini tetap menjadi pusat ekonomi, pusat pertumbuhan, dan berpotensi untuk terus berkembang.

Kabupaten Badung unggul karena tingkat kemiskinan yang rendah, Tangerang Selatan lantaran tabungan masyarakat yang melimpah dan Kediri berkat pendapatan per kapita yang luar biasa.

1. Kota Jakarta Pusat

Seluruh indeks kota di Provinsi DKI Jakarta ini lebih unggul dibandingkan kota dan kabupaten lain di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi wilayahnya stabil dan selalu berada di atas nasional. Pada 2019, pertumbuhannya 6,72 persen. Sedangkan PDRB per kapita berdasarkan harga konstan pada 2019 mencapai Rp488 juta per tahun.

Sementara itu, simpanan dana pihak ketiga di perbankan sebagai penopang Indeks Keuangan mencapai Rp962 juta per kapita, dengan kucuran kredit mencapai Rp39 juta per orang.

Untuk Indeks Sosial, kendati tingkat pengangguran sedikit lebih tinggi dari wilayah lain, yaitu 7,5 persen, Jakarta Pusat unggul dalam indikator lain: tingkat kemiskinan (3,7 persen), rasio belanja makanan terhadap total pengeluaran (42,8 persen) dan rasio ketergantungan warganya atau dependency rasio (40,9 persen).

2. Kota Jakarta Selatan

Keunggulan kota ini terletak pada Indeks Ekonomi dan Keuangan. Pada 2019, PDRB per kapita warga mencapai Rp186 juta per tahun dengan pertumbuhan ekonomi 6,87 persen. Untuk Indeks Sosial, Jakarta Selatan tidak lebih baik dibandingkan wilayah lain, kecuali terhadap Jakarta Pusat untuk kemiskinan dan pengangguran terbuka.

Rata-rata warga Jakarta Selatan memiliki uang di bank sebesar Rp439 juta pada 2019, sedangkan kredit yang diterima rata-rata Rp20 juta per orang. Dua indikator ini menghasilkan Indeks Keuangan yang lebih baik ketimbang wilayah lain.

3. Kabupaten Badung

Badung merupakan satu-satu kabupaten di Indonesia yang masuk Booming Cities 2020. Keunggulan utama kabupaten di Provinsi Bali ini terletak pada kondisi sosialnya yang stabil, seperti ditunjukkan melalui Indeks Sosial.

Dengan penduduk 668 ribu jiwa, tingkat kemiskinan pada 2019 hanya 1,8 persen dan tingkat pengangguran 0,4 persen. Dengan demikian, hampir seluruh warga di Badung bekerja.

Dari sisi keuangan, walaupun pada 2019 rata-rata warganya memiliki tabungan di bank Rp36 juta, namun pertumbuhannya dalam tiga tahun terakhir cukup tinggi, yaitu rata-rata 9,4 persen per tahun. Sedangkan pertumbuhan kredit 5,19 persen. Pertumbuhan ekonomi wilayahnya juga masih tinggi, yaitu 5,38 persen pada 2019.

Pameran mobil di Serpong, salah satu sumber perekonomian Tangerang Selatan
Pameran mobil di Serpong, salah satu sumber perekonomian Tangerang Selatan Bagus Indahono / EPA - EPE

4. Kota Tangerang Selatan

Kota satelit Ibu Kota Jakarta ini memiliki tingkat kemiskinan yang sangat rendah, yaitu 1,7 persen dari 1,7 juta penduduk. Rasio belanja non-makanan juga tinggi, yaitu 62,2 persen dari total pengeluaran. Bahkan kemampuan warga mengakumulasi tabungan juga sangat tinggi, rata-rata tumbuh 17,7 persen per tahun, dalam kurun waktu 2017-2019.

Dalam periode itu pula, rata-rata pertumbuhan ekonomi mencapai 7,34 per tahun, jauh di atas kinerja ekonomi nasional. Sedangkan PDRB per kapita relatif tidak besar, yaitu Rp35 juta per tahun.

5. Kota Denpasar

Menyusul Kabupaten Badung, Kota Denpasar di Bali juga termasuk dalam kota potensial. Dari tiga indikator, Indeks Sosial mendapatkan penilaian tertinggi dibandingkan Indeks Ekonomi dan Indeks Keuangan. Dari jumlah penduduk hampir 944 ribu jiwa pada 2019, hanya 2,1 persen yang masuk kategori miskin, dan 2,2 persen pengangguran terbuka.

Jumlah tabungan rata-rata warga Denpasar lebih unggul ketimbang Kabupaten Badung maupun Kota Tangerang Selatan, yaitu Rp60 juta pada 2019. Dengan simpanan seperti itu, kemampuannya dalam berbelanja relatif tinggi. Pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,11 persen per tahun dalam tiga tahun terakhir, masih melampaui kinerja nasional.

6. Kota Jakarta Utara

Dari tiga indikator, Indeks Ekonomi merupakan yang tertinggi bagi Kota Jakarta Utara. PDRB per kapita mencapai Rp179 juta per tahun pada 2019, dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,57 persen per tahun, dalam tiga tahun terakhir.

Dari sisi keuangan, rata-rata penduduk di Jakarta Utara memiliki tabungan di bank sebesar Rp169 juta pada 2019. Ruang pengeluaran yang digunakan untuk belanja non-makanan juga relatif besar, yaitu 55 persen dari total pengeluaran.

7. Kota Surabaya

bu Kota Provinsi Jawa Timur ini relatif mirip dengan Jakarta Utara. Kekuatannya pada Indeks Ekonomi, dengan PDRB per kapita pada 2019 mencapai Rp134 juta. Pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,14 persen per tahun dalam tiga tahun terakhir, di atas kinerja perekonomian nasional.

Dengan jumlah penduduk 2,9 juta jiwa pada 2019, rata-rata tabungan di perbankan mencapai Rp105 juta per kapita. Ruang konsumsi non-makanan bahkan lebih besar dari Jakarta Utara, yaitu sebesar 61,5 persen dari total pengeluaran.

Selain itu, beban wilayahnya tidak besar, karena rasio ketergantungan (dependency rasio) hanya 36 persen, paling rendah dibandingkan 10 kota kabupaten terpilih. Artinya, Kota Surabaya merupakan wilayah dengan kelompok usia produktif paling besar.

8. Kota Jakarta Barat

Bersamaan dengan kinerja ekonomi wilayahnya yang 6,49 persen per tahun dalam tiga tahun terakhir, PDRB per kapita warga Jakarta Barat mencapai Rp124 juta per tahun. Tabungan warganya di bank cukup gemuk, yaitu Rp125 juta per orang pada 2019.

Kendati demikian, tingkat ketergantungan (dependency ratio) warga cukup tinggi, yaitu 40 persen. Hal ini menunjukkan cukup banyak masyarakat tidak produktif lagi di wilayah tersebut, sehingga menjadi beban pemerintah daerah. Namun tingkat kemiskinannya relatif rendah, yaitu 3,3 persen dari 2,6 juta jiwa pada 2019.

9. Kota Bandung

Di antara 10 kota terpilih dalam Booming Cities, tingkat pengangguran terbuka Kota Bandung merupakan yang tertinggi, yaitu 8,16 persen pada 2019. Namun indikator sosial lain cenderung kuat. Rasio ketergantungan (dependency ratio) hanya 38,3 persen, terendah ketiga setelah Surabaya dan Denpasar.

Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung rata-rata 7,02 persen dalam tiga tahun terakhir. Selain itu, ruang konsumsi non-makanan sangat tinggi: 61,8 persen dari total pengeluaran. Tingkat kemiskinan juga rendah, hanya 3,4 persen dari 2,5 juta jiwa penduduk.

10. Kota Kediri

Pada 2019, PDRB per kapita Kota Kediri yang sebesar Rp314 juta per tahun merupakan yang terbesar kedua setelah Jakarta Pusat. Pertumbuhan ekonomi juga stabil, rata-rata 5,35 persen per tahun dalam tiga tahun terakhir.

Dari sisi sosial, Kota Kediri yang berada di peringkat paling buncit dalam 10 Booming Cities. Tingkat kemiskinan pada 2019 mencapai 7,2 persen dan pengangguran terbuka 4,2 persen. Kendati demikian, selama tiga tahun terakhir, tingkat pertumbuhan tabungan warga cukup tinggi, yaitu 8,8 persen per tahun.

Indikator ekonomi warga Booming Cities 2020
Indikator ekonomi warga Booming Cities 2020 Fadhlan Aulia / Lokadata.id
Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan bagian dari Lokadata Special Report soal Booming Cities 2020, yang terdiri dari:
1.Booming Cities 2020: 10 wilayah paling berkembang di Indonesia
2.Antara Badung dan Kediri, masih berpusat di Jawa - Bali
3.Sektor usaha yang menghidupkan kota-kota
4.Tangerang Selatan perlu gudang, Kediri jasa pendidikan
5.Badung jenuh, Bangli butuh listrik, Lamandau perumahan
6.Kediri dan Bandung: Dua kota beda potensi