Lokadata.ID

Atasi banjir Jakarta, sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur diteruskan

Ekskavator mengeruk lumpur sedimentasi Sungai Ciliwung di Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (27/7/2021).
Ekskavator mengeruk lumpur sedimentasi Sungai Ciliwung di Kampung Melayu, Jakarta, Selasa (27/7/2021). Aditya Pradana Putra / ANTARA FOTO

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melanjutkan pembangunan terowongan atau sodetan Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur sebagai bagian upaya mengurang banjir di Jakarta. Pada 2021, pemerintah menargetkan sodetan sepanjang 549 meter, sehingga totalnya menjadi 1,26 kilometer.

Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono mengatakan sodetan ini akan mengurangi debit Sungai Ciliwung dengan mengalirkan air sebesar 60 m3 per detik ke Kanal Banjir Timur. Debit Ciliwung bisa mencapai 508 m3 per detik di puncak musim penghujan.

“Sehingga Insya Allah akan mengurangi risiko banjir pada beberapa kawasan di hilir Sungai Ciliwung, misalnya Kampung Melayu dan Manggarai,” kata Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Sodetan Sungai Ciliwung bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (4/8/2021) seperti dikutip Berita Satu.

Menurut Basuki, pembangunan sodetan Ciliwung mengalami perubahan trase sehingga mengurangi panjang terowongan 113 meter dari panjang semula 662 meter menjadi 549 meter saja. Pekerjaan sodetan segera dimulai dan menyisakan pembebasan 6 bidang tanah seluas 10.494 m2 yang akan dieksekusi oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

“Kalau pembebasan lahan sudah selesai, berdasarkan pengalaman sebelumnya, konstruksinya bisa selesai lebih cepat” kata Menteri Basuki.

Pada 2015, pembangunan sodetan Sungai Ciliwung telah tuntas sepanjang 550 meter. Kemudian dilanjutkan pada 2015-2017 dengan pembangunan permanen outlet dan dinding penahan tanah Kali Cipinang.

Pada tahun anggaran 2021, pemerintah melanjutkan pekerjaan sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur sepanjang 714 meter yang terdiri dari Zona A berupa bangunan permanen inlet open channel 165 meter dan normalisasi Sungai Ciliwung. Zona B berupa terowongan ganda sodetan dari inlet ke arriving shaft 549 meter, dan dan Zona D normalisasi Kali Cipinang dan KBT.

Pembangunan sodetan Ciliwung dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya-PT Jaya Konstruksi dengan masa pelaksanaan Agustus 2021-Agustus 2023. Alokasi anggaran untuk konstruksi sodetan (terowongan) dan galian alur sebesar Rp683,9 miliar.


Bendungan kering

Proyek sodetan Ciliwung merupakan bagian rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) Ibu Kota Jakarta dari hulu hingga hilir. Di bagian hulu, ada pembangunan dua bendungan kering (dry dam) di Kabupaten Bogor yakni Bendungan Ciawi dengan kapasitas tampung 6,05 juta m3 dan Bendungan Sukamahi berkapasitas tampung 1,68 juta m3. Progres kedua bendungan ini sudah di atas 75 persen dan ditargetkan selesai November 2021.

Selanjutnya di bagian tengah dikerjakan normalisasi Sungai Ciliwung sejak tahun 2013 hingga 2017 sepanjang 16,2 km dari total 33,7 km. Mulai tahun 2021 dilanjutkan pekerjaan normalisasi Ciliwung sepanjang 1,2 km dan pengadaan tanah.

Pembangunan Stasiun Pompa Ancol Sentiong kapasitas 50 m3 per detik dilaksanakan tahun 2020 – 2022 dengan biaya Rp437,6 miliar serta pembangunan sodetan Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur sepanjang 1,26 km yang sudah kontrak sejak 30 Juli 2021.

Kemudian dibangun tanggul pantai untuk pantai dan muara sungai yang kritis sepanjang 46,2 km. Tanggul yang telah dikerjakan sepanjang 13 km dan rencananya akan dikerjakan sepanjang 33,2 km yang terbagi menjadi dua yakni Kempupera (10,8 km) dan Pemprov DKI Jakarta (22,4 km). Tahun 2021, Kempupera mengerjakan tanggul sepanjang 3,8 km.

Ringkasan

  • Pemerintah melanjutkan pembangunan terowongan atau sodetan Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur sebagai bagian upaya mengurang banjir di Jakarta.
  • Pada tahun 2021, proyek sodetan Ciliwung dilanjutkan sepanjang 549 meter, sehingga total panjang sodetan nantinya 1,26 kilometer.
  • Menpupera Basuki Hadimuljono mengatakan sodetan ini akan mengurangi debit Sungai Ciliwung dengan mengalirkan air sebesar 60 m3 per detik ke Kanal Banjir Timur.
  • Proyek sodetan Ciliwung merupakan bagian rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) Ibu Kota Jakarta dari hulu hingga hilir. Di bagian hulu, ada pembangunan dua bendungan kering (dry dam) di Kabupaten Bogor

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh monitor.co.id dan kontan.co.id dengan 1 pemberitaan, diikuti peringkat kedua independensi.com dengan 1 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik dimulai sejak pukul 00:00 hingga 10:00 WIB, dan merupakan puncak dari pemberitaan dengan total 1 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh beritasatu.com dengan 182 interaksi, diikuti peringkat kedua bizlaw.id dengan 0 interaksi. Selanjutnya independensi.com dengan 0 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.