Lokadata.ID

Badung jenuh, Bangli butuh listrik, Lamandau perumahan

Sektor paling potensial di 10 kabupaten terpilih.
Sektor paling potensial di 10 kabupaten terpilih. Fadhlan Aulia / Lokadata.id

Selain menyeleksi sektor usaha yang berpotensi dikembangkan di 10 kota paling berkembang, Lokadata juga mencoba menganalisis sektor usaha potensial di 10 kabupaten terpilih. Sama seperti wilayah kota, kabupaten terpilih diseleksi berdasarkan sub-indeks sosial, ekonomi dan keuangan.

Berbeda dengan di 10 kota yang penuh sesak, peluang usaha pada 10 kabupaten lebih banyak ditemukan. Sejumlah sektor masih punya pangsa pasar dan ruang tumbuh yang luas.

Meski demikian, ada sejumlah wilayah ada yang juga nihil alias tak ada sektor usaha yang layak dikembangkan. Sebabnya, antara lain, pangsa pasarnya sudah melampaui rata-rata pasar di provinsi masing-masing, sehingga peluang pengembangannya terbatas.

1. Badung

Sektor: -

Kabupaten di Provinsi Bali ini tidak menyisakan sektor potensial untuk dikembangkan. Kemampuan penetrasi pasar sektor usaha di wilayah tersebut, pada umumnya sudah sangat tinggi. Akibatnya, pangsa pasarnya di Provinsi Bali sudah berada di atas rata-rata. Kendati demikian, ada tiga sektor yang masih kalah bersaing dengan wilayah lain di Bali, yaitu perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta jasa pendidikan.

2. Gianyar

Potensial: Pengadaan Listrik

Moderat: Jasa Pendidikan

Kabupaten di Provinsi Bali ini menyisakan dua sektor usaha yang masih memiliki peluang dikembangkan. Sektor pengadaan listrik masih sangat potensial, karena selain memiliki keunggulan komparatif, pangsa pasarnya juga masih di bawah rata-rata 10 persen. Selain itu, kinerjanya pun di atas PDRB wilayah. Sedangkan jasa pendidikan bersifat moderat, karena keunggulan komparatifnya rendah.

3. Kutai Timur

Potensial: Akomodasi dan Makan Minum; Pertambangan dan Penggalian; Pengadaan Listrik; Perdagangan; Real Estate

Kabupaten di Kalimantan Timur ini memiliki lima sektor usaha yang potensial dikembangkan. Kinerja pertumbuhan lima sektor tersebut stabil, berada di atas PDRB wilayah. Dengan keunggulan komparatif yang baik dibandingkan dengan wilayah lain di provinsi yang sama, pangsa pasarnya justru masih rendah. Karena itu, peluangnya masih sangat besar untuk dikembangkan.

4. Sidoarjo

Sektor: -

Kabupaten di Provinsi Jawa Timur ini tak memiliki sektor usaha yang potensial untuk dikembangkan. Walaupun diupayakan secara maksimal, kecenderungan hasilnya akan minim. Rata-rata sektor yang kompetitif dengan kinerja yang sangat baik seperti infokom atau akomodasi, pangsa pasarnya sudah di atas rata-rata.

Dua sektor usaha dengan kemampuan penetrasi pasar tertinggi adalah pengadaan listrik serta transportasi dan pergudangan, dengan masing-masing pangsa pasar di provinsi mencapai 23,4 persen dan 20,1 persen.

5. Lamandau

Potensial: Real Estate; Pengadaan Air; Pengadaan Listrik; Jasa Kesehatan; Pendidikan

Kabupaten Lamandau di Kalimantan Timur masih menyediakan sedikitnya lima sektor usaha yang potensial dikembangkan. Selain kinerjanya yang bagus, rata-rata pertumbuhan tahunannya di atas PDRB wilayah, pangsa pasarnya masih sangat kecil atau di bawah rata-rata 10 persen. Pangsa pasar sektor usaha di Lamandau yang tertinggi, yaitu pengadaan air baru baru mampu penetrasi 5,3 persen.

6. Sleman

Sektor: -

Kabupaten Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak menyediakan sektor usaha yang potensial dikembangkan pada saat ini. Bukan tidak ada yang baik, namun pangsa 17 sektor usaha dari wilayah itu di provinsi telah berada di atas rata-rata, kecuali pengadaan air. Namun, kinerja sektor ini rata-rata berada di bawah PDRB wilayah, sehingga bukan menjadi sektor prioritas.

Wisatawan sedang menikmati Danau Batur di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
Wisatawan sedang menikmati Danau Batur di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Made Nagi / EPA - EPE

7. Kotawaringin Barat

Moderat: Jasa Perusahaan

Kotawaringin Barat menjadi satu-satunya kabupaten/kota dari Kalimantan Tengah yang tampil dalam daftar 10 kota/kabupaten berkembang. Satu-satunya sektor usaha yang masih ada peluang dikembangkan di wilayah tersebut adalah jasa perusahaan. Kendati kinerjanya bagus dan pangsa pasarnya masih di bawah rata-rata, namun daya saingnya dibandingkan daerah lain rendah alias tidak komparatif.

8. Tabanan

Potensial: Jasa Perusahaan, Jasa Pendidikan

Kabupaten Tabanan di Provinsi Bali menyediakan dua sektor usaha potensial untuk dikembangkan. Kinerjanya berada di atas rata-rata PDRB wilayah. Selain itu, dua sektor tersebut juga memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan daerah lainnya, sementara pangsa pasarnya di provinsi masih di bawah rata-rata.

9. Bangli

Potensial: Informasi dan Komunikasi; Transportasi; Pengolahan; Pengadaan Listrik; Jasa Keuangan

Kabupaten Bangli di Provinsi Bali memiliki sedikitnya lima sektor yang potensial dikembangkan. Pertumbuhan kinerja lima sektor tersebut rata-rata di kisaran 5-8 persen per tahun, hampir dua kali lipat PDRB wilayah yang 3,94 persen. Selain memiliki keunggulan komparatif, pangsa pasar sektor usaha tersebut di tingkat provinsi, masih di bawah rata-rata.

10. Bekasi

Moderat: Akomodasi dan Makan Minum

Kabupaten Bekasi di Provinsi Jawa Barat hanya menyisakan satu sektor usaha yang masih berpeluang moderat untuk dikembangkan, yaitu akomodasi dan makan minum. Kinerja sektor usaha ini selalu tumbuh di atas PDRB dan memiliki sedikit keunggulan komparatif dibandingkan wilayah lain. Dengan pangsa pasar di provinsi 3,2 persen, sektor akomodasi di Bekasi masih punya ruang untuk berkembang.

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan bagian dari Lokadata Special Report soal Booming Cities 2020, yang terdiri dari:
1.Booming Cities 2020: 10 wilayah paling berkembang di Indonesia
2.Antara Badung dan Kediri, masih berpusat di Jawa - Bali
3.Sektor usaha yang menghidupkan kota-kota
4.Tangerang Selatan perlu gudang, Kediri jasa pendidikan
5.Badung jenuh, Bangli butuh listrik, Lamandau perumahan
6.Kediri dan Bandung: Dua kota beda potensi