Lokadata.ID

Banyak masalah, proyek Air Force One baru terancam molor

Pesawat Kepresidenan AS Air Force One
Pesawat Kepresidenan AS Air Force One Carlos Barria / ANTARA FOTO/REUTERS

Rencana Amerika Serikat memperbarui pesawat kepresidenan Air Force One pada 2024 terancam molor. GDC Technics LLC gagal memenuhi kontrak untuk merancang interior pesawat, yang disiapkan mampu mengamankan Presiden AS seandainya terjadi perang nuklir.

Boeing sebagai pemenang kontrak pembuatan pesawat berencana menggugat GDC Technics. "Kegagalan GDC telah mengakibatkan kerugian jutaan dolar bagi Boeing dan mengancam pekerjaan yang sangat penting bagi USAF dan Presiden Amerika Serikat," demikian pernyataan Boeing yang dikutip Bloomberg, Jumat (9/4/2021).

Perwakilan Boeing, Deborah VanNierop, menjelaskan bahwa GDC Technics sudah terlambat dari jadwal dalam memasang peralatan interior untuk jet 747-8, selama satu tahun. Padahal, proyek pesawat pengganti Air Force One itu masih mungkin memenuhi tenggat jika tidak tersandung desain dari GDC.

Karena itu, Boeing berencana mengejar tenggat yang sudah tertunda satu tahun ini dengan mengalihkan pekerjaan yang semula diemban GDC, ke pemasok baru. “Atau membuatnya sendiri,” kata VanNierop melalui sambungan telepon.

Gugatan yang diajukan Boeing ini terdaftar dengan dokumen The Boeing Co. v. GDC Technics LLC, 236-324551-21, Tarrant County District Court (Texas) pada Rabu (7/4/2021). Namun, Direktur Pemasaran dan Desain GDC, Jacqueline Martinez, hingga berita ini diturunkan belum mau berkomentar tentang gugatan tersebut.

Boeing dikontrak oleh Angkatan Udara AS (USAF) pada 2018 untuk membangun dua pesawat 747-8 guna menggantikan model Air Force One lama.

Saat ini, pembuatan pesawat sedang dalam tahap modifikasi program VC-25B, memperbaiki jet jumbo baru dengan menambah fasilitas medis, suite eksekutif, peningkatan daya listrik, dan sistem komunikasi khusus. Pekerjaan tersebut sedang dilakukan di pangkalan pemeliharaan Boeing di San Antonio, Texas.

Tidak mulus

Pembuatan pesawat khusus Presiden AS ini tidak mulus dari awal. Presiden AS saat itu, Donald Trump, sempat mengkritik biaya modernisasi Air Force One yang dinilainya terlalu mahal.

Ia bahkan mengancam akan membatalkan pesanan, namun akhirnya setuju dengan syarat Boeing mendiskon biayanya. Trump akhirnya menyetujui kontrak senilai AS$3,9 miliar (Rp56,7 triliun) dengan Boeing untuk memperbarui dua jet kepresidenan AS itu pada Januari 2015.

Menurut Reuters, Boeing 747-8 itu dirancang untuk menjadi Gedung Putih di udara. Pesawat itu harus mampu terbang dalam skenario keamanan terburuk seperti perang nuklir, dan dimodifikasi dengan avionik militer, komunikasi canggih, dan sistem pertahanan diri.

Sesuai dokumen anggaran, Air Force One baru ini akan dilengkapi dengan unit penghasil daya listrik ganda, bukan hanya satu seperti standar sistem tenaga listrik jet komersial. Selain itu, pesawat akan dilengkapi sistem komunikasi yang kompleks, pertahanan yang mumpuni, serta tempat kerja dan ruang istirahat untuk keluarga orang pertama di AS yang nyaman. Tak hanya itu, pesawat juga akan dilengkapi lift untuk memudahkan boarding.

Sesuai kesepakatan dengan USAF, pesawat yang juga akan berganti warna itu harus dikirimkan pada Desember 2024. Namun, sampai Januari 2021 lalu, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan Presiden Joe Biden belum meluangkan waktu untuk memikirkan skema warna anyar Air Force One.

Rancangan interior Air Force One
Rancangan interior Air Force One / DW

Boeing 747-8

Boeing 747-8 adalah pesawat komersial berbadan lebar yang diproduksi Boeing Commercial Airplanes sebagai evolusi seri 747 dengan memperpanjang badan pesawat, merancang ulang sayap dan peningkatan efisiensi bahan bakar. Pesawat ini dirancang 2005 sebagai pesaing Airbus A-380.

Boeing 747-8 pertama yang terbang 2010 adalah pesawat kargo yang dapat mengangkut 345 ton barang. Setelah itu, pesawat versi penumpang dengan nama Boeing 747-8I diluncurkan pada Februari 2011 dan Lufthansa sebagai pembeli pertamanya. Pesawat antar benua ini bisa mengangkut 450 penumpang.

Air Force One saat ini menggunakan Boing 747 versi militer yang disebut dengan VC25.