Lokadata.ID

Biaya pesta perkawinan terus menanjak naik

Biaya pesta pernikahan terbesar di 10 kota metropolitan
Biaya pesta pernikahan terbesar di 10 kota metropolitan Lokadata / Lokadata

Biaya resepsi pernikahan terus meningkat setiap tahunnya. Hampir seluruh komponen biaya seperti sewa gedung, rias dan perlengkapan pengantin, hingga katering semuanya naik. Hal itu tertangkap dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik setiap tahunnya.

Lokadata.id menelusuri hasil Susenas selama 2016-2020, lebih spesifiknya di 10 kota metropolitan yang menyiapkan bujet paling besar untuk keperluan pesta perkawinan. Kami mendapati bahwa pada 2016 rata-rata biaya yang dikeluarkan berada di kisaran Rp23-Rp58 juta.

Dengan jumlah rumah tangga 9.615, Kota Jakarta Utara merupakan wilayah dengan rata-rata pengeluaran tertinggi untuk pesta pernikahan sebesar Rp58,69 juta. Di luar pulau Jawa, ada Kota Makassar di peringkat keenam dengan rata-rata pengeluaran biaya pernikahan tahun 2016 Rp27,11 juta.

Susenas 2020 memberikan hasil yang sama sekali berbeda. Kota Bekasi peringkatnya melompat dari posisi ke-10 pada 2016 ke ranking pertama pada 2020. Biaya perkawinan yang harus dikeluarkan pun naik tiga kali lipat menjadi Rp70,94 juta dibandingkan tahun 2016.

Lompatan serupa terjadi di Kota Tangerang Selatan. Pada 2016, wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 1,8 juta orang ini tidak masuk dalam 10 besar kota metropolitan dengan rata-rata biaya pernikahan tertinggi. Namun, pada 2020 kota ini masuk dalam jajaran tiga besar dengan rata-rata biaya pernikahan Rp47,79 juta.

Perlu diketahui, Susenas dilakukan BPS setiap bulan Maret. Artinya, survei ini belum memasukkan variabel pandemi dalam pertanyaan kepada responden. Juga, pemerintah belum menerapkan pembatasan sosial dan pelarangan berbagai kegiatan yang melibatkan orang banyak, termasuk pesta perkawinan.

Edi Junaedi, pemilik ARS Wedding Organizer di Bekasi mengatakan, biaya perkawinan rata-rata meningkat 20-30 persen. Komponen yang paling sering naik adalah sewa gedung dan peralatan. Hal ini mungkin karena jumlah gedung untuk perhelatan besar di Bekasi nyaris tak bertambah, sementara permintaan terus meningkat.

"Makin terasa karena pandemi. Meskipun kapasitasnya dibatasi, harganya juga tidak turun," katanya kepala Lokadata.id. Hal itu juga terjadi pada biaya katering. Misalnya, sebelum pandemi Rp70 juta untuk paket 600 orang, sekarang dengan harga yang sama hanya untuk 300-400 tamu.

Selama pandemi, kata Edi, juga ada biaya tambahan untuk protokol kesehatan. Pesta perkawinan juga tidak boleh dilaksanakan pada malam hari. "Inilah yang membuat biaya perkawinan jadi terasa makin besar. Karena malam hari tidak boleh, gedungnya jadi rebutan," kata Edi yang setiap tahun rata-rata menyelenggarakan 80 perhelatan.

Melihat besarnya rata-rata biaya pesta pernikahan, salah satu wedding organizer di Kota Bekasi mengatakan, ada beberapa pos pengeluaran yang bisa diminimalkan untuk menekan bujet. “Konsep intimate wedding dan style outdoor bisa menjadi pilihan agar tidak over budget,” kata Jessi pemilik mimpiwedding saat dihubungi Lokadata.id .

Selain itu, di era digital pengantin bisa mengirimkan undangan lewat surat elektronik ke rekan dan kerabat. Ini mengurangi pengeluaran untuk mencetak undangan. Selain itu, Konsultan pesta pernikahan Bridestory menyarankan untuk menghindari high season. Biasanya terjadi pada Juni, Juli, dan Oktober hingga Desember.