Lokadata.ID

BPD milik Chairul Tanjung merugi

Nilai dan pertumbuhan aset BPD
Nilai dan pertumbuhan aset BPD Fadhlan Aulia / Lokadata.id

Akumulasi penyaluran kredit bank umum menyusut sepanjang tahun lalu, tapi tidak dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Dana yang disalurkan bank daerah justru tumbuh 5,1 persen. Bagaimana kinerja masing-masing BPD?

Hingga Januari 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada 27 BPD. Namun, dari jumlah ini, hanya 16 bank yang data laporan keuangannya lengkap dalam publikasi OJK.

Dari publikasi tersebut, BPD Jawa Barat dan Banten tercatat sebagai bank daerah yang paling kaya dari sisi aset, yaitu Rp138 triliun. Posisi berikutnya ditempati BPD Jawa Timur, diikuti BPD Jawa Tengah dan Bank DKI, dengan jumlah aset masing-masing Rp83 triliun, Rp72 triliun dan Rp56 triliun.

Dari sisi pertumbuhan aset kumulatif dalam 10 tahun terakhir (Januari 2012-Januari 2021), BPD Jawa Timur mencatat rekor tertinggi dengan peningkatan 220 persen, atau rata-rata 22 persen per tahun. Posisi kedua ditempati BPD Daerah Istimewa Yogyakarta yang asetnya tumbuh 219 persen.

Kemudian ada BPD Sulawesi Utara Gorontalo. Bank daerah ini tak hanya dimiliki oleh pemerintah daerah, tapi juga PT Mega Corpora, perusahaan milik konglomerat Chairul Tanjung, dengan kepemilikan saham 24,5 persen. Selain BPD Sulawesi Utara Gorontalo, Mega Corpora juga tercatat sebagai pemegang 24,9 persen saham Bank Sulteng.

Ternyata, tak selamanya BPD dengan aset terbesar mampu mengakumulasi laba lebih baik ketimbang bank daerah yang lebih kecil.

Pada Januari 2021, BPD Jawa Barat dan Banten sebagai bank daerah dengan aset terbesar, hanya mampu mencatatkan laba bersih Rp140 miliar. Ini lebih rendah dari laba BPD Jawa Timur yang pada periode tersebut mampu mencetak Rp154 miliar.

Sementara itu, BPD Sulawesi Utara Gorontalo, bank yang masuk dalam tiga besar dari sisi pertumbuhan aset, justru mengalami kerugian sekitar Rp6 miliar pada Januari 2021. Ini cukup kontradiktif mengingat pertumbuhan asetnya sangat progresif. Selain itu, bank tersebut menjadi satu-satunya dari 16 bank daerah yang rugi.

Di balik beragam dinamika yang berkembang itu, pemerintah sedang menaruh harapan besar kepada bank daerah agar ikut mendorong pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu, pada tahun ini ada Rp16,4 triliun dana pemulihan ekonomi nasional yang dititipkan pada BPD untuk disalurkan dalam bentuk kredit kepada dunia usaha.

Laba bersih BPD
Laba bersih BPD Fadhlan Aulia / Lokadata.id