Lokadata.ID

Cara Korea Selatan gelar pemilu di tengah wabah korona

Soo Yoon (kiri) dan Yoon Kyung (kanan), anggota kelompok penyanyi perempuan Rocket Punch, setelah melakukan pemilihan di Seoul, Korea Selatan Rabu (15/4/2020).
Soo Yoon (kiri) dan Yoon Kyung (kanan), anggota kelompok penyanyi perempuan Rocket Punch, setelah melakukan pemilihan di Seoul, Korea Selatan Rabu (15/4/2020). Yonhap / EPA-EFE

Korea Selatan baru saja selesai menggelar pemilihan umum pertama di dunia saat pandemi virus korona. Jadwal pemilu dilaksanakan tepat waktu, tanpa rencana penundaan sebelumnya yakni pada Selasa (13/4/2020) dan Rabu (15/4/2020).

Beberapa kritikus sempat khawatir kegiatan ini akan menjadi kekacauan. Korea Selatan pun dihadapkan pada kesulitan: bagaimana mengadakan pemilihan selama pandemi tanpa menyebarkan virus.

Akhirnya pemerintah Korea Selatan pun melakukan beberapa aturan yang wajib dipatuhi bagi para pemilih dan panitia. Pertama, para pemilih harus datang mengenakan masker dan berdiri dengan jarak antar pemilih setidaknya 1 meter.

Panitia lalu mengukur suhu tubuh pemilih, mendisinfeksi tangan, dan menginstruksikan pemilih untuk memakai sarung tangan plastik sekali pakai. Lalu mereka akan diberikan slip suara dan diizinkan untuk pergi ke bilik untuk memberikan suara.

Tempat pemungutan suara akan secara teratur didisinfeksi dan siapa pun dengan suhu lebih dari 37,5 derajat Celcius harus memilih di bilik khusus yang telah disediakan. Sekitar 20.000 pekerja tambahan dikerahkan untuk memberlakukan tindakan ekstra tahun ini.

Orang-orang dengan tenang mengantre dan berdiri di tanda yang telah dibuat panitia, dengan sabar menunggu giliran mereka. "Saya pikir mungkin pemilihan harus ditunda karena orang tidak akan muncul," kata seorang pemilih wanita muda kepada BBC, Rabu (15/4/2020). "Tapi sekarang aku di sini dan melihat begitu banyak orang lain, aku tidak khawatir."

Ini hanyalah beberapa langkah yang diambil untuk memungkinkan pemilihan Majelis Nasional yang dijadwalkan berlangsung selama pandemi Covid-19. Tiga ratus kursi di Majelis Nasional diperebutkan. Tiga puluh lima partai telah mendaftarkan kandidat, tetapi pertarungan akan berada di antara Partai Minjoo (Demokrat) yang berkuasa dan oposisi utama, Partai Bersatu Masa Depan yang konservatif.

KorSel pulih dari Covid-19 dengan cepat

KorSel merupakan negara pertama di luar Tiongkok yang terjangkit SARS-Cov-2 atau virus korona yang menyebabkan Covid-19. Angka pasien positifnya memuncak lebih awal dan sempat menjadi wabah besar di daerah Daegu.

Namun, penanganan yang cepat menuai pujian dari negara-negara lain. Negara ini tidak menerapkan lockdown.

Jumlah kasus virus Covid-19 di KorSel per 15 April 2020 mencapai 10.591 kasus. Penambahan kasus baru setiap hari terus berkurang. Pada 14 April, hanya terdapat 27 kasus baru.

Dalam webinar yang diadakan oleh School of Government & Public Policy Indonesia, Senin (6/4/2020); Duta Besar Korea untuk Indonesia, Kim Chang-Beom, memaparkan rahasia Korea Selatan dalam menangani wabah virus korona tanpa melakukan lockdown maupun pembatasan transportasi, bahkan di kota Daegu sekalipun.

Dia menjelaskan bahwa poin utama cara kerja pemerintah Korea Selatan dalam melawan Covid-19 bisa disingkat menjadi TRUST, yakni transparency (transparansi), robust screening and quarantine (skrining dan karantina yang kuat), universally applicable testing (tes yang universal), strict control (kontrol yang ketat) dan treatment (perawatan).

Negara lain menunda pemilihan

Setidaknya ada 47 negara yang menunda pemilihan akibat pandemi Covid-19. Di antaranya adalah Sri Lanka, Inggris, Prancis dan Ethiopia. Negara lain seperti Amerika Serikat dan Selandia Baru, masih belum memutuskan apakah akan melanjutkan dengan pemungutan suara yang dijadwalkan.

Sementara itu, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, telah menyepakati jadwal baru Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020. Kesepakatan itu dicapai dalam rapat kerja antara para pihak, Selasa (14/4/2020).

"Komisi II DPR RI menyetujui usulan pemerintah terhadap penundaan pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak tahun 2020 menjadi tanggal 9 Desember 2020," kata Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tanjung saat membacakan kesimpulan rapat seperti dikutip detikcom, Selasa (14/4/2020).