Lokadata.ID

Cerita Pasar Tanah Abang kini: Ramai repot, sepi mengeluh

Pengunjung  memadati Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021).
Pengunjung memadati Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Aditya Pradana Putra / ANTARA FOTO

Pengunjung Pasar Tanah Abang pada Senin (3/5/2021) tak sebanyak Sabtu dan Minggu setelah Pemerintah DKI dan Satgas Covid-19 menurunkan banyak petugas untuk mengatur agar tidak terjadi kerumunan.

Akibatnya langsung dirasakan pedagang, yakni omset menurun drastis dibandingkan Sabtu dan Minggu saat pengunjung padat sehingga abai terhadap protokol kesehatan.

"Sepi kayak gini sudah sejak pagi. Ya ada orang lewat dikit, cuma satu atau dua. Omzet saya turun parah dibanding kemarin," kata Puput (22 tahun), pedagang pakaian di Skybridge kepada Republika.co.id, Senin.

Pada Sabtu, Puput mengaku omzetnya mencapai Rp 2,7 juta. Pada Ahad ketika petugas gabungan sudah mulai dikerahkan untuk mengurai kerumunan, omzetnya turun jadi Rp 1,5 juta. Adapun Senin, penjualannya hanya Rp 700 ribu.

Bagi Puput, pembatasan yang dilakukan pemerintah terlalu berlebihan. Ia setuju kerumunan harus dihentikan, tapi tidak dengan membuat pasar menjadi sepi seperti sekarang. "Iya dibatasi enggak apa-apa, tapi nggak kayak gini juga kali. Ini tuh udah parah banget. Ini kondisi penjualan udah sama kayak sebelum puasa," kata Puput.

Ratusan personel gabungan dari TNI-Polri langsung melakukan pengamanan dan penjagaan ketat terhadap pengunjung di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Langkah tersebut diambil setelah viralnya video kerumunan yang terjadi di pasar terbesar di Asia Tenggara itu pada Sabtu. "Jumlah personel yang berjaga di Pasar Tanah Abang sekitar 670-an petugas," ujar Kapolsek Tanah Abang, AKBP Singgih Hermawan seperti dikutip Gatra, Senin (3/5).

Singgih menjelaskan, personel gabungan tersebut disebar di beberapa titik. Penempatan juga melihat potensi yang dapat menimbulkan kerumunan. Selain itu, kata Singgih, ratusan personel gabungan itu juga berjaga di setiap pintu masuk Pasar Tanah Abang.

"Terdapat tiga posko yang disediakan dan 17 pintu masuk yang diisi oleh tiga pilar. Di posko-posko tersebut juga terdapat sound system untuk memberikan imbauan agar tetap patuh protokol kesehatan serta mengingatkan tidak berkerumun," ujarnya.

Warga mengantre bus Transjakarta di Halte Jak Lingko Tanah Abang, Jakarta, Senin (3/5/2021). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan layanan bus  gratis bagi para penumpang yang tidak bisa naik KRL dari Stasiun Tanah Abang.
Warga mengantre bus Transjakarta di Halte Jak Lingko Tanah Abang, Jakarta, Senin (3/5/2021). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan layanan bus gratis bagi para penumpang yang tidak bisa naik KRL dari Stasiun Tanah Abang. Galih Pradipta / ANTARA FOTO

Pengunjung 100 ribu

Gubernur Anies Baswedan mengatakan berdasarkan data sementara, setidaknya ada 100 ribu orang yang datang ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, hingga Ahad siang, 2 Mei 2021.

Jumlah tersebut meningkat dari Sabtu, 1 Mei 2021, di mana pengunjung tercatat sebanyak 87 ribu orang.

Menurut Anies, angka itu sangat jauh dari jumlah pengunjung Pasar Tanah abang pada kondisi normal. "Biasanya sekitar 35 ribu orang," ujar dia di Pasar Tanah Abang seperti dikutip Tempo, Minggu.

Anies menjelaskan, setidaknya ada 2.500 personel gabungan dari Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, dan Satpol PP yang dikerahkan untuk menjaga ketertiban penerapan protokol kesehatan di Tanah Abang.

Selain itu, bekerja sama dengan PT KCI, kereta komuter mulai Senin, 3 Mei 2021, tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00 - 19.00 WIB. Langkah ini dilakukan karena pada hari-hari sebelumnya, terjadi kepadatan di stasiun Tanah Abang saat penumpang pulang belanja dari Pasar Tanah Abang.

Tsunami Covid-19

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menyebut kerumunan pengunjung tak hanya terjadi di Pasar Tanah Abang, melainkan juga di mal dan kafe. Zita menilai, jika dibiarkan kondisi ini bisa mendorong terjadinya tsunami Covid-19 seperti India.

"Kalau ini dibiarkan, kita bisa seperti India," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 3 Mei 2021.

Selain keramaian orang berbelanja kebutuhan Lebaran di Pasar Tanah Abang, Zita menemukan kafe salah satu mal dekat Tanah Abang juga dipenuhi pengunjung. Namun Zita tak menyebut nama kafe maupun mal tersebut.

Meskipun terjadi kerumunan di Pasar Tanah Abang, Zita mengingatkan pemerintah DKI untuk tak melarang operasional pasar tersebut. Apalagi saat ini tengah memasuki momentum Lebaran 2021.

"Boleh buka, boleh belanja, tapi tetap protokol kesehatan. Jadi ekonomi terus jalan, kesehatan tetap terjaga," tutur dia.

Ringkasan

  • Kerumunan pembeli di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat menjadi sorotan publik.
  • Petugas gabungan dari satuan pengamanan internal dan TNI-
  • Meski dipenuhi kerumunan manusia, Pengelola Pasar Tanah Abang, Hery Supriyatna mengklaim pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.
  • Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Singgih Hermawan mengatakan, beberapa titik rawan kerumunan terjadi di Pasar Blok A, B, F, G dan Skybridge Tanah Abang beserta stasiunnya.
  • Selain itu, kata Singgih, ratusan personel gabungan itu juga berjaga di setiap pintu masuk Pasar Tanah Abang.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 18 pemberitaan, diikuti peringkat kedua liputan6.com dengan 9 pemberitaan. selanjutnya merdeka.com dengan 8 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 23:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 08:00 WIB dengan total 11 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh cnnindonesia.com dengan 267 interaksi, diikuti peringkat kedua tempo.co dengan 254 interaksi. Selanjutnya kompas.com dengan 161 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.