Lokadata.ID

Jiwasraya jual Cilandak Town Square (Citos) untuk bayar polis

Meneg BUMN Erick Thohir (tengah) bersama Wakil Menteri Kartika Wirjoatmajo (kedua kanan) dan Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko (kiri) saat mengikuti rapat kerja Panja Jiwasraya bersama komisi VI di Gedung Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020).
Meneg BUMN Erick Thohir (tengah) bersama Wakil Menteri Kartika Wirjoatmajo (kedua kanan) dan Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko (kiri) saat mengikuti rapat kerja Panja Jiwasraya bersama komisi VI di Gedung Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Muhammad Iqbal / Antara Foto

Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai mendapat kepastian pembayaran polis setelah perusahaan asuransi pelat merah ini berencana menjual aset. "Nilainya Rp2,7 triliun. Dana ini untuk membayar cicilan perdana mulai Maret nanti," kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dikutip Kontan, Kamis (27/2/2020).

Aset tersebut berupa tanah dan bangunan, yakni Cilandak Town Square (Citos). Pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan itu, merupakan hasil kerja sama Jiwasraya dengan pengembang PT Graha Megaria Raya yang dibangun pada 2002 silam.

Rencananya, penjualan Citos akan melibatkan PT Bahana Pembina Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI sebagai pembeli. BPUI merupakan entitas yang ditunjuk pemerintah sebagai induk holding asuransi BUMN.

Namun Kartika menjelaskan, dana tersebut tidak langsung dibayarkan kepada seluruh pemegang polis. "Terlebih dulu untuk pemegang asuransi tradisional yang bernilai Rp409,1 miliar," jelasnya.

Menteri BUMN Erick Thohir juga sudah menjanjikan ada pembayaran polis pada Maret nanti. "Tapi, dengan restrukturisasi yang disetujui oleh semua pihak, agar payung hukumnya jelas. Jangan sampai ini jadi ajang politik. Tidak perlu dipolitisasi," ujar Erick di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Forum nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) hendak menemui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Forum nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) hendak menemui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Kamis (6/2/2020). Taufiq Hidayatullah / Lokadata.id

Haresh Nandwani yang merupakan salah satu pemegang polis Jiwasraya, mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut soal pembayaran polis. "Maaf, belum ada update dari mereka," tutur Haresh kepada Lokadata.id, Jumat (28/2/2020).

Rencana pembayaran polis melalui penjualan aset, sudah direncanakan Jiwasraya sejak awal 2019 lalu. Saat itu, Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menyampaikan. akan berkolaborasi dengan empat BUMN konstruksi untuk mengoptimalkan aset yang tidak produktif.

"Ada sejumlah kekayaan berupa bangunan bisa menghasilkan dana tunai," ujar Hexana seperti dikutip Tempo, 8 Februari 2019.

Nilai aset properti

Mengutip laporan tahunan 2016, aset properti Jiwasraya bernilai Rp6,19 triliun. Jumlah ini setara 16,03 persen dari total aset Jiwasraya saat itu Rp38,62 triliun.

Properti ini juga menjadi aset terbesar ke dua Jiwasraya setelah efek-efek yang berupa saham, obligasi, dan reksadana. Saat itu, nilai aset berupa efek investasi bernilai Rp23,65 triliun.

Tapi, pada periode itu, Direktur Keuangan Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo memperkirakan nilai aset properti bisa mencapai Rp7 triliun. Hal ini terkait dengan penggabungan PT Stannia Binekajasa dan PT Eka Daya Karya Sejahtera sebagai pemilik aset di Kuningan dan Cilandak Town Square.

Sementara, hingga 30 September 2019, total aset Jiwasraya hanya tersisa Rp25,68 triliun. Jumlah ini tercatat turun Rp20,01 triliun dari posisi akhir 2017 Rp45,69 triliun.