Lokadata.ID

Cuti bersama dipangkas demi tekan kasus Covid-19, sektor usaha mendukung

Pengunjung  objek wisata Pantai Zakat Bengkulu dalam libur Lebaran 2020 (28/5/2020).
Pengunjung objek wisata Pantai Zakat Bengkulu dalam libur Lebaran 2020 (28/5/2020). David Muharmansyah / ANTARA FOTO

Pemerintah telah menetapkan pemangkasan cuti bersama 2021 dari tujuh hari menjadi dua hari. Pemangkasan ini ditujukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat sebagai bagian menekan laju penularan Covid-19.

Libur yang dipangkas adalah cuti bersama Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada 12 Maret 2020. Tadinya akan ada libur panjang 4 hari termasuk libur nasional Isra Mi'raj yang jatuh pada Kamis, 11 Januari 2021.

Cuti bersama Idul Fitri pada 17,18,19 Mei 2021, dan 27 Desember 2021 yang menjadi cuti bersama Natal 2021 dihapus. Adapun cuti bersama yang tetap diberikan adalah cuti bersama pada 12 Mei 2020 berkaitan Idul Fitri 1442 Hijriah, yang jatuh pada hari Kamis dan Jumat (13-14 Mei 2021 ). Cuti bersama Natal diberikan pada 24 Desember 2021, yang jatuh pada hari Jumat.

Pemangkasan cuti bersama pada 2021 disepakati melalui Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomr 281 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparataur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021.

“Pertimbangan masih diberikan satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri dan satu hari menjelang Natal agar memudahkan Polri dalam mengelola pergerakan masyarakat. Jangan sampai terjadi penumpukan pada satu hari yang justru akan berbahaya,” kata Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Senin (22/2)

Dia mengatakan alasan pengurangan cuti bersama antara lain karena mempertimbangkan kurva peningkatan Covid-19 yang belum melandai meski berbagai upaya telah dilakukan. Pemerintah juga tetap mengimbau masyarakat menjalankan protokol kesehatan 5M selagi proses vaksinasi berlangsung.

Setelah libur panjang biasanya kasus Covid-19 meningkat seiring naiknya mobilitas masyarakat, seperti saat libur Natal dan Tahun Baru lalu.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menekankan pentingnya antisipasi ledakan jumlah kasus Covid-19 karena libur panjang. Empat liburan panjang yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia, mengakibatkan penambahan kasus yang signifikan.

"Dari empat kali kita memiliki libur panjang, long weekend, libur panjang kemarin, semuanya naiknya lebih dari 40 persen. Ini yang terakhir (libur Imlek) belum keliatan," kata Jokowi dalam dialog dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Februari 2021.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Benny Soetrisno memandang positif keputusan pemerintah memangkas cuti bersama. “Kalau dilakukan produksi on-off untuk start produksi membutuhkan ekstra energi. Selain itu pekerja jadi tidak mendapatkan cuti tahunan yang terpenggal-penggal,” katanya kepada CNBC Indonesia.

Perkembangan vaksinasi

Mengutip laman resmi Satgas Covid-19, per Senin 22 Februari 2020 angka vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang dilakukan sejak 13 Januari lalu mencapai 1.244.215.

Adapun vaksinasi ke-2 atau penyuntikan vaksin yang kedua pada penerima per 22 Februari 2021 bertambah 28.195 sehingga mencapai 764.905.

Pada tahap pertama, sasaran vaksinasi para tenaga kesehatan. Pemerintah menargetkan tenaga kesehatan yang mendapat vaksinasi Covid-19 sebanyak 1.468.764.

Sejak Rabu, 17 Februari 2021 vaksinasi Covid-19 tahap kedua dimulai untuk 38 juta orang, terdiri atas 17,4 juta petugas layanan publik dan 21,5 juta masyarakat lanjut usia.

Juru Bicara vaksinasi Covid-19 PT Bio Farma, Bambang Heriyanto, menuturkan vaksin yang sedang diproses oleh Bio Farma berjumlah 15 juta dosis yang sudah didatangkan dalam bentuk bulk pada 12 Januari 2021 dan 10 juta dosis vaksin yang datang pada 2 Februari 2021 lalu.

“Rencana kedatangan bulk berikutnya diharapkan akhir Februari ini sebanyak 9 juta dosis. Semua vaksin yang sudah datang berasal dari Sinovac, Cina,” kata Bambang kepada Lokadata.id, Selasa (23/2/2021).

Bambang mengatakan sebanyak 7,5 juta dosis vaksin Covid-19 diperkirakan bisa diproduksi sampai akhir Februari 2021. “Kita perkirakan Maret nanti bisa bertambah 11,4 juta dosis vaksin yang diproduksi. Jadi kami siapkan untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang menyasar petugas layanan publik dan masyarakat lanjut usia,” katanya.

Pelaku usaha masih memonitor

Pemangkasan cuti bersama turut berdampak pada dunia usaha. Salah satu sektor yang terdampak pandemi paling berat adalah transportasi. Badan Pusat Statistik mencatat laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto sektor transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi paling dalam dengan minus 15,04 persen sepanjang 2020.

Lebaran yang merupakan libur nasional biasanya menjadi momentum peak season untuk meningkatkan jumlah penumpang. Pemangkasan cuti bersama pada Lebaran bisa berdampak terhadap tingkat keterisian penumpang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan masih akan memonitor dinamika di masyarakat terkait penerbangan untuk Lebaran nanti. Untuk saat ini, Irfan mengatakan tingkat okupansi penumpang pada pesawat Garuda Indonesia masih rendah.

“Masih di bawah 40 persen,” katanya.

Corporate Communication Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan pihaknya tetap optimistis proyeksi okupansi penumpang akan meningkat. “Lion Air optimistis masih memiliki peluang pasar penerbangan dalam negeri,” katanya.

Saat ini Danang mengatakan Lion Air fokus untuk memberi kepastian kepada penumpang bahwa penerbangan aman dan sesuai protokol kesehatan.