Lokadata.ID

Disuntik Rp30 triliun, Himbara bakal kucurkan kredit Rp90 triliun

Teller melayani nasabah saat hari kedua Lebaran di Kantor Cabang Bank Mandiri Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (6/6/2019). Sebanyak 350 kantor cabang Bank Mandiri tetap beroperasi secara terbatas dan melayani nasabah secara bergiliran sepanjang musim libur Idul Fitri 1440 H 1 hingga 9 Juni 2019. Layanan tersebut antara lain yaitu setor tunai, pemindahbukuan, penggantian kartu, pembukaan blokir, serta pembayaran delivery order SPBU ke Pertamina. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.
Teller melayani nasabah saat hari kedua Lebaran di Kantor Cabang Bank Mandiri Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (6/6/2019). Sebanyak 350 kantor cabang Bank Mandiri tetap beroperasi secara terbatas dan melayani nasabah secara bergiliran sepanjang musim libur Idul Fitri 1440 H 1 hingga 9 Juni 2019. Layanan tersebut antara lain yaitu setor tunai, pemindahbukuan, penggantian kartu, pembukaan blokir, serta pembayaran delivery order SPBU ke Pertamina. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

Penempatan dana negara ke Himpunan Bank Negara (Himbara) diyakini bakal jadi obat kuat bagi penyaluran kredit di saat pandemi Covid-19. Langkah ini dilakukan demi menghidupkan kembali denyut perekonomian nasional.

Total dana yang disiapkan pemerintah untuk ditempatkan di bank pelat merah mencapai Rp30 triliun, sementara target ekspansi mencapai Rp90 triliun. Sehingga dalam waktu 3 bulan Himbara harus ekspansi kredit 3 kali dengan target kredit Rp90 triliun.

Beberapa sektor yang disasar oleh Himbara di antaranya, sektor pangan dan kesehatan; sektor pertanian dan distribusinya; pariwisata dan transportasi; serta sektor perumahan dan konstruksi. Khusus sektor transportasi akan difokuskan kepada usaha yang saat pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai bergerak secara disiplin dan terukur.

Himbara akan memprioritaskan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), baik sektor pangan, pertanian, pariwisata, perumahan dan konstruksi. Hal ini bertujuan untuk menjaga sustainability pertumbuhan ekonomi.

Mereka optimistis selama 2020 ini, prospek kredit perbankan akan tetap baik. Tahun lalu pertumbuhan kredit mencapai enam persen, dan tahun ini pun diharapkan tumbuh positif. Ketua Himbara, Sunarso, yakin penempatan dana pemerintah bisa menjaga pertumbuhan kredit tetap positif.

“Kami optimistis selama 2020 kredit tetap tumbuh. Berapa persentasenya? Kami proyeksikan tetap tumbuh positif,” kata Sunarso dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Sunarso yang juga merupakan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyebut, perusahaannya memiliki target pertumbuhan kredit 4-5 persen tahun ini. Program kredit usaha rakyat (KUR) menjadi target yang paling besar dari sisi penyaluran dengan Rp120 triliun.

Pada kesempatan yang sama, sikap serupa dimiliki Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Pahala Mansury. “Kami di Bank BTN berkomitmen di tahun 2020 kredit kami akan tetap tumbuh positif dengan adanya penempatan dana negara,” ujar Pahala.

Sebagai catatan, dana negara akan ditempatkan setelah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70 Tahun 2020 tentang Penempatan Uang Negara Pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional terbit, Senin (22/6) lalu.

Aturan ini merupakan pelengkap Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020. Beleid ini juga secara langsung merevisi PMK Nomor 3/PMK.05/2014. Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, jumlah penempatan dana ke bank-bank terkait ini bisa jadi bertambah. Dengan prasyarat, dalam evaluasinya pemerintah melihat ada dampak positif dari kebijakan ini.

Penempatan uang negara ini akan dilakukan dengan metode over the counter, dan jangka waktunya maksimal enam bulan. Dana yang akan ditempatkan negara ini berasal dari kelebihan kas pemerintah yang ada di Bank Indonesia (BI). Dari kebijakan ini, pemerintah akan mendapat imbal balik berupa bunga sebesar 80 persen dari suku bunga acuan 4,25 persen.

“Suku bunga rendah ini diharap mampu mendorong Bank Himbara melakukan langkah-langkah mendukung sektor riil, melalui kredit yang diberikan kepada pengusaha, dan dengan suku bunga yang rendah,” kata Sri, Rabu (24/6).

Kualitas kredit dijaga

Meski begitu, Himbara berupaya untuk tetap menjaga kualitas penyaluran kredit dengan menerapkan manajemen risiko yang baik. Sunarso mengatakan, pihaknya akan menyeimbangkan sisi permintaan (demand) dan sisi penawaran (supply). Dus, Sunarso yakin bahwa ekspansi kredit akan mencapai pagu maksimal, yaitu Rp90 triliun.

“Untuk menjaga kualitas ya kita harus terukur demand-nya berapa dan supply-nya berapa. Untuk ekspansi Rp90 triliun demand-nya ada. Karena aktivitas ekonomi sudah dibuka kembali,” tambahnya.

Di saat bersamaan, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Persero (Tbk), Herry Sidharta menjelaskan, perseroan akan berupaya menjaga kualitas kredit dengan mengembangkan ekosistem digital. Menurutnya, digitalisasi bisa membantu perbankan dalam menganalisa risiko ketika menyalurkan kredit ke debitur.

Kami sekarang sudah mulai digitalisasi. Bagaimana melakukan suatu analisis dengan sistem digital yang kita buat dengan mengukur risiko dengan batasan tertentu,” ujar Herry.

Menurut Herry, perseroan dalam kebijakan ini tak hanya menyalurkan kredit. Perusahaan juga akan melakukan pendampingan terhadap debitur, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, upaya ini akan membantu bisnis UMKM kembali pulih.

“Untuk nasabah, terutama UMKM, kami tidak hanya memberikan pinjaman, tapi juga ikut melakukan pendampingan. Ini yang akan kami tekankan di kantor cabang. Kami akan membantu mencarikan pasar dan vendornya,” katanya.

Langkah antisipatif juga dilakukan oleh Bank Mandiri. Mereka mengaku akan masuk ke sektor tertentu yang mendukung UMKM, namun hanya ke beberapa sektor usaha secara selektif. Mandiri mengaku akan tetap menjaga protokol kesehatan dalam berekspansi. Beberapa kelonggaran dari pemerintah daerah juga menjadi trigger bagi mereka untuk ekspansi ke depan.