Lokadata.ID

FFI 2015 safari lima kota kenalkan seluk beluk perfilman

Olga Lydia, Ketua Panitia FFI 2015, dalam konfrensi pers acara Apresiasi dan Atribusi Terhadap Teguh Karya di Jakarta (4/11/2015)
Olga Lydia, Ketua Panitia FFI 2015, dalam konfrensi pers acara Apresiasi dan Atribusi Terhadap Teguh Karya di Jakarta (4/11/2015) Muhammad Adimaja/Antara Foto

Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2015 kembali akan menggelar safari di beberapa kota. Dilansir dari situs Piala Citra, selain Banten selaku tuan rumah malam puncak, kegiatan roadshow serempak berlangsung di Batam, Padang, Yogyakarta, dan Makassar pada 14 November mulai pukul 13.00-22.00 waktu setempat.

Agenda utama dari kegiatan tersebut adalah mengadakan temu wicara untuk membahas seluk beluk dunia perfilman dan kondisinya saat ini. Beberapa pembicara dengan rekam jejak mumpuni di industri film tanah air akan dihadirkan sebagai narasumber.

Tema pertama adalah "Apa itu Festival Film" yang menghadirkan sutradara Sammaria Simanjuntak (Demi Ucok), Joko Anwar (Janji Joni), Jason Iskandar (Seserahan), dan Yusuf Radjamuda (Wrong Way).

Turut hadir menemani adalah Varadilla (programmer festival film), Nauval Yazid (Direktur Program XXI Short Film Festival), serta Lulu Ratna (pendiri Boemboe, lembaga distribusi film pendek Indonesia).

Mereka akan membahas perkembangan festival-festival film di berbagai kota di Indonesia sekaligus mengupas ekosistem di dalam sebuah festival film.

Selanjutnya "Apresiasi Film" yang akan membahas isu soal film Indonesia dari segi keberagaman cerita dan tema. Diskusi ini bertujuan mencari langkah mengenai pencapaian baru apa yang sebenarnya diinginkan agar perfilman Indonesia menjadi lebih berkembang.

Windu Jusuf (pendiri situs Cinema Poetica) dan Perdana Kartawiyudha (pendiri lembaga pendidikan Serunya Script Writing) akan jadi pembicara pada sesi ini.

Hal yang tidak boleh diabaikan dalam industri perfilman tanah air adalah kehadiran berbagai komunitas film yang kontribusi dan pengaruhnya sangat kuat dalam membentuk penonton baru di Indonesia.

Potret komunitas film di Indonesia hari ini akan dibahas dalam tema "Komunitas Film" yang menghadirkan Bowo Leksono (pendiri Cinema Lovers Community Purbalingga) dan Arief Ahmad Yani (pendiri Lensa Mata Malang).

Tema diskusi terakhir adalah "Distribusi & Teknologi" yang membahas perihal peredaran film Indonesia seturut kehadiran platform film digital semisal Buttonijo, Layaria, Kineria, dan Genflix.

Ronny P. Tjandra (senior industri home video), Dimas Jayasrana (mengelola konten video di viddsee), dan Ricas Cwu (Head of sales & marketing Buttonijo) akan menjadi pembicara.

Selain itu, akan ada pemutaran film pendek Seserahan (Jason Iskandar), Iblis Jalanan (Salman Farizi), Lemantun (Wregas Bhatuneja), dan film panjang Doea Tanda Mata karya maestro Teguh Karya

Diadakannya safari ini adalah upaya promosi untuk mengenalkan FFI yang merupakan ajang milik semua masyarakat Indonesia.

Aktor senior Slamet Rahardjo (66) dikutip Okezone mengatakan bahwa FFI bukan milik segelintir orang, tapi semua masyarakat. "FFI bukan milik Slamet (Rahardjo), Olga (Lydia), Lukman Sardi, bukan junior senior, atau siapa pun. FFI milik kita semua. Saya akan datang dengan pikiran positif, lancar tidak ada halangan."

Perubahan malam puncak penganugerahan FFI yang mengusung semangat sineas Teguh Karya sedikit bergeser. Semula direncanakan berlangsung pada 21 November menjadi 23 November. Tempat penyelenggaraan masih sama, yaitu di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten.

Jadwal safari FFI 2015
Jadwal safari FFI 2015 pialacitra.com