Lokadata.ID

Infografik: Hagibis, siklon tropis kategori maksimal yang merusak Jepang

Topan dahsyat Hagibis.
Topan dahsyat Hagibis. Bagus Triwibowo / Beritagar.id

Topan Hagibis merusak pesisir timur Jepang sampai bagian tengah, termasuk ibu kota Tokyo, pada Sabtu (12/10/2019) malam hingga Minggu (13/10) dini hari WIB. Puluhan tanah longsor dan banjir pun tidak terelakkan, bahkan kegiatan masyarakat terhenti total --termasuk aktivitas penerbangan dan transportasi lain.

Sementara sekitar 7 juta warga terdampak dan sebagian besar harus mengungsi ke pos penampungan. Warga memang terpaksa mengungsi karena ratusan ribu rumah kehilangan akses listrik dan air bersih.

Laporan media lokal, Senin (14/10), menyebut korban meninggal mencapai 37 orang dan 17 lainnya masih hilang. Sementara versi pemerintah Jepang, korban jiwa 14 orang dan korban hilang 11 orang. Adapun laporan NKH, Senin (14/10), menyatakan korban jiwa menjadi 58 orang.

Pemerintah dan warga Jepang sebenarnya sudah bersiap mengantisipasi topan terbesar mereka dalam 60 tahun terakhir ini. Namun, mereka tetap tak kuasa untuk menghindari kerusakan dan korban lantaran Topan Hagibis adalah siklon tropis maksimal alias kategori lima.

Topan badai berkategori lima paling menghancurkan dengan kekuatan angin maksimal mencapai 320 kilometer per jam. Saat Hagibis, yang dalam bahasa Tagalog Filipina berarti "kecepatan", menerjang Jepang; kekuatan angin mencapai 216 km/jam.

Jepang rutin diterjang topan 5 hingga 6 kali per tahun. Namun kali ini adalah topan paling dahsyat yang pernah mereka alami sejak Topan Ida pada 1958.

Science Alert, Senin (14/10), menyebutkan Hagibis mencapai kawasan utama Jepang saat tengah berada kondisi puncak; membawa hujan lebat dan angin sangat kencang. Namun, ketika masih dalam kategori 2 dan 1 pun, Hagibis tetap punya daya rusak signifikan hingga memicu tanah longsor di Pulau Honshu pada Jumat (11/10).

Dengan kondisi puncaknya, Hagibis --yang ukuran diameternya mencapai 1.400 km atau kedua terbesar sepanjang sejarah-- pun menciptakan rekor curah hujan paling deras di Jepang. Rekor itu tercatat di Hakone, Prefektur Kanagawa, ketika intensitas hujan mencapai 922,5 mm dalam waktu 24 jam.