Lokadata.ID

Hari ini pengelolaan Blok Rokan beralih dari Chevron ke Pertamina

Sebuah pompa minyak beroperasi di ladang Blok Rokan areal kerja Tanah Putih Tanjung Melawan Rokan Hilir, Riau, Sabtu (31/7/2021).
Sebuah pompa minyak beroperasi di ladang Blok Rokan areal kerja Tanah Putih Tanjung Melawan Rokan Hilir, Riau, Sabtu (31/7/2021). Aswaddy Hamid / ANTARA FOTO

PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) secara resmi mengakhiri operasional di wilayah kerja Blok Rokan pada Ahad, 8 Agustus 2021 pukul 23.59 WIB. Selanjutnya ladang minyak seluas 6.264 kilometer persegi dengan 10 lapangan utama, yakni Minas, Duri, Bangko, Bekasal, Balam South, Kotabatak, Petani, Pematang, Petapahan dan Peger itu, akan dikelola PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit & Presiden Direktur PT CPI Albert Simanjuntak di saat-saat menjelang alih kelola ke PT Pertamina Hulu Rokan itu menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat. Ia menyebutkan, Chevron sudah memiliki sejarah panjang dalam kerja sama dengan berbagai pihak selama 97 tahun di Tanah Air atau sejak 1924 silam.

Sejarah panjang itu dimulai dari era sebelum kemerdekaan, lalu kerja sama dengan pemerintah Indonesia, pemerintah daerah Provinsi Riau dan kabupaten kota.

"Tanpa dukungan itu mustahil kami dapat melakukan eksplorasi dengan selamat sampai saat ini," ujar Albert dalam kegiatan alih kelola Blok Rokan yang ditayangkan secara virtual, Ahad malam, 8 Agustus 2021, seperti dikutip Tempo.

Atas dukungan tersebut, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak terkait di tingkat pemerintah Indonesia, pemda Riau, kabupaten kota, serta seluruh komponen masyarakat yang ada di wilayah kerja Chevron Pacific Indonesia.

Selama beroperasi di wilayah kerja Blok Rokan, CPI telah membangun berbagai sarana dan prasarana serta mendorong peningkatan sumber daya manusia. Chevron berharap hal ini dapat menjadi warisan bagi Riau dan Indonesia.

Selain itu, selama 2,5 tahun terakhir pihaknya bersama pemerintah, SKK Migas, dan Pertamina Hulu Rokan, telah menjalankan proses transisi alih kelola. Sampai saat ini, pihaknya sudah melakukan pengeboran sekitar 100 sumur guna menjaga produktivitas Blok Rokan bagi ketahanan produksi migas nasional.

Selama migrasi ini, kata dia, seluruh data, sistem, dan lisensi dari ratusan aplikasi telah dijalankan dengan baik. "Dengan harapan proses alih kelola ini akan berjalan dengan aman dan lancar," ucap Albert.

Blok Rokan mulai dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan pada 9 Agustus 2021 pukul 00.00 WIB dan diserahkan dari operator sebelumnya yaitu PT Chevron Pacific Indonesia. PT CPI mengelola blok Rokan dengan kontrak 50 tahun, yang berakhir kemarin.


Hadiah Kemerdekaan RI

Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan, masuknya Blok Rokan dalam pengelolaan Pertamina merupakan kado bagi bangsa Indonesia menjelang hari kemerdekaan.

"Pengelolaan WK (wilayah kerja) Rokan oleh Pertamina menjelang hari Kemerdekaan Republik Indonesia, merupakan kebanggaan bagi Pertamina dan bangsa Indonesia serta wujud dukungan dari segenap bangsa Indonesia sehingga alih kelola berjalan dengan baik,” kata Nicke di sela-sela acara serah terima alih kelola Blok Rokan secara virtual, Senin 9 Agustus 2021, seperti dikutip Viva.

Alih kelola ini menjadi momen bersejarah, bahwa perusahaan nasional kembali mengelola blok migas di negeri sendiri.

"Pada pukul 00.00 Waktu Indonesia bagian Barat, tanggal 9 Agustus 2021, bersama - sama kita akan menjadi saksi atas momen bersejarah ini. Di mana Blok Rokan resmi akan dikelola oleh Pertamina. Ini merupakan hadiah terindah untuk kami dan tentu saja kita semua dalam menyambut hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia," katanya.

"Pertamina juga memiliki amanah lainnya, yaitu mendukung program pemerintah mencapai produksi minyak mentah satu juta barrel oil per day (BOPD) dan 12 billion standard cubic feet per day (BSCFD) di tahun 2030,” ujarnya.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi (tengah) menyaksikan Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia Bambang Manumayoso (kanan) dan Presiden Direktur Chevron Pasific Indonesia Albert Simanjuntak (kiri) berjabat tangan usai serah terima pengelolaan Wilayah Kerja East Kalimantan dan Attaka di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (24/10/2018).
Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi (tengah) menyaksikan Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia Bambang Manumayoso (kanan) dan Presiden Direktur Chevron Pasific Indonesia Albert Simanjuntak (kiri) berjabat tangan usai serah terima pengelolaan Wilayah Kerja East Kalimantan dan Attaka di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (24/10/2018). Akbar Nugroho Gumay / ANTARA FOTO

Sejarah panjang Blok Rokan

Pada tahun 1924, Standard Oil of California (Socal), grup Standard Oil yang lainnya, mengirimkan geologisnya ke Hindia Belanda. Socal mendirikan anak perusahaan bernama NPPM (Nederlandsche Pasific Petroleum Maatschappij) pada tahun 1930. Pengeboran pertama mereka lakukan pada tahun 1935 di Blok Sebangga, sekitar 65 km utara Pekan Baru, Riau dan menghasilkan minyak meskipun tidak terlalu besar.

Tahun 1936 NPPM diberi konsesi di daerah Rimba, dikenal dengan Rokan Block, Sumatra Tengah, yang sebelumnya ditolak oleh SONJ. Pada tahun yang sama, Socal berpatungan dengan Texaco mengelola sebagai pemilik bersama dengan nama baru, yaitu California Texas Oil Company (Caltex).

Saat Caltex sedang mempersiapkan pengeboran di Sumur Minas di Siak, Riau, bala tentara Jepang datang dan menduduki Sumatra. Pengeboran minyak dilanjutkan oleh pihak Jepang dan menghasilkan 800 BOPD dari sumur berkedalaman 700 m. Setelah Perang Dunia berakhir, para ahli geologi NPPM melakukan pengeboran di Sumur Minas-1. Penemuan inilah yang merupakan cikal bakal penguasaan Caltex (dan kemudian Chevron) terhadap cadangan minyak terbesar di Indonesia.

Pada 17 Mei 1973 untuk pertama kalinya pengeboran Caltex di Blok Rokan menghasilkan 1 juta minyak mentah dalam sehari. Setelah itu, minyak yang dihasilkan berkurang dan sekarang tinggal sekitar 160 ribu barel per hari. Namun cadangan di ladang minyak ini masih 500 juta hingga 1,5 miliar barel.

PT. Caltex Pacific Indonesia (CPI) terhitung sejak 16 September 2005 mengganti namanya menjadi PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI). "Pergantian nama ini sesuai kebijakan global pemegang saham kami untuk menggunakan nama Chevron pada seluruh unit bisnis hulunya yang ada di lebih dari 180 negara di dunia," kata W. Yudiana Ardiwinata, Presiden Direktur CPI dalam siaran pers yang diterima detikcom (5/10/2005).

Pada 31 Juli 2018, Presiden Joko Widodo memutuskan tidak memperpanjang kontrak kerja Chevron di Blok Rokan dan mengalihkannya ke Pertamina mulai 8 Agustus 2021.

Ringkasan

  • PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), resmi mengelola ladang minyak Blok Rokan di Riau.
  • Terhitung sejak 9 Agustus 2021, operasional Blok Rokan beralih dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) , anak usaha Pertamina.
  • Pengambilalihan operasional Alih Kelola WK Rokan ini ditandai dengan acara seremoni yang digelar pada Minggu malam, 8 Agustus 2021.
  • Perseroan akan mengelola wilayah kerja seluas 6.264 kilometer persegi dengan 10 lapangan utama, yakni Minas, Duri, Bangko, Bekasal, Balam South, Kotabatak, Petani, Pematang, Petapahan dan Peger.
  • Hal ini dilakukan agar kebutuhan energi dalam negeri bisa dipasok secara mandiri semaksimal mungkin.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tvonenews.com dengan 3 pemberitaan, diikuti peringkat kedua lamanriau.com dengan 2 pemberitaan. selanjutnya viva.co.id dengan 1 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 06:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 01:00 WIB dengan total 5 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh tvonenews.com dengan 527 interaksi, diikuti peringkat kedua kumparan.com dengan 514 interaksi. Selanjutnya liputan6.com dengan 156 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.