Lokadata.ID

Hidup peternak yang harus nombok

Nilai tuar petani
Nilai tuar petani Bebet / LOKADATA.ID

Dari sejumlah sektor pertanian, petani yang menggarap peternakan memiliki tingkat kesejahteraan paling rendah. Setidaknya jika diukur secara rata-rata bulanan dalam kurun waktu tiga tahun atau 31 bulan.

Sepanjang Januari 2019 hingga Mei 2021, indeks nilai tukar petani (NTP) di sektor peternakan selalu berada di bawah 100. Ini berarti tingkat kesejahteraannya rendah, karena penjualan dari hasil usahanya atau nilai yang diterima tidak mampu menutupi kebutuhan, baik untuk beli bibit dan makanan ternak, maupun belanja kebutuhan rumah tangga atau yang disebut sebagai nilai yang harus dibayar.

Namun dalam dua bulan terakhir, yaitu Juni dan Juli 2021, NTP peternakan naik di atas 100. Tampaknya akibat siklus musiman, yaitu datangnya Hari Raya Kurban atau Idul Adha yang mendorong tingkat permintaan. Harga daging juga meningkat.

Kondisi berbeda dengan yang terjadi pada petani di tanaman perkebunan yang indeks kesejahteraannya terus melambung. Dalam periode Januari 2019 hingga Juli 2021 itu, sejak Juli 2020, indeksnya sudah di atas 100 dari sebelumnya ada di bawah. Perbaikan kesejahteraan itu bertahan hingga tahun ini.

Jika dilihat secara parsial, petani di sektor tanaman pangan yang mengalami penurunan kesejahteraan paling rendah. Pada Juli 2021, persentase perubahan indeks secara tahunan turun hingga 3,9 persen poin dibandingkan Juli tahun sebelumnya. Sedangkan dibandingkan Juni 2021, menyusut 0,99 persen poin.

Indeks kesejahteraan petani sektor pangan, seperti penanam padi, sudah di bawah 100 sejak Februari hingga Juli tahun ini. Artinya, dengan tingkat kesejahteraan seperti itu, hasil penjualan dari panen tanaman pangan tak mampu menutupi kebutuhannya. Entah bagaimana mereka harus menutupi kekurangan biaya kebutuhan, baik untuk produksi maupun rumah tangga.

Kendati demikian, selama tiga tahun berjalan (2019-2021), peternak menjadi kelompok petani yang paling rendah tingkat kesejahteraannya, setelah itu petani tanaman pangan. Kelompok paling sejahtera adalah petani tanaman perkebunan.

Bagi para petani yang ikut menjadi penyangga perekonomian di saat krisis tersebut, keberpihakan pemerintah masih belum tampak. Tampaknya kebijakan untuk melindungi tingkat kesejahteraan petani tidak bisa dipukul rata. Ada yang bermasalah di harga jual, ada pula yang menerima beban besar dalam produksi.