Lokadata.ID

IHSG catat lompatan harian terbaik sejak 2008

Warga melintas di samping layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/3/2020).
Warga melintas di samping layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/3/2020). Galih Pradipta / Antara Foto

Pasar modal Indonesia tiba-tiba bangkit. Kamis (26/3/2020) hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak "melompat" 10,19 persen dari level 3.937,6 (penutupan pasar terakhir, Selasa, 24/3) ke 4.338,9.

Tapi, jangan buru-buru terlena. "Momentumnya hanya sementara," tutur analis saham dari Indo Premier Securities, Mino kepada Lokadata.id.

Meski demikian, menurut Head of Research Equity Analyst Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, IHSG hari ini merupakan lonjakan harian terbaik sejak tahun 2008, setelah terus melorot beberapa pekan terakhir.

"Jumlah kasus pandemi yang melumpuhkan beberapa sektor bisnis masih menjadi beban utama mengiringi penantian dampaknya terhadap ekonomi kedepan," ungkap Lanjar dalam risetnya.

Lanjar mengatakan, aksi rebound IHSG ini pun berpotensi jangka pendek. Terutama melihat transaksi investor asing dan indeks future AS yang melemah.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, hari ini investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) Rp662,26 miliar. Namun secara tahunan hingga hari ini, investor asing masih mencatat net sell Rp10,17 triliun.

Mino menerangkan, penguatan IHSG didorong persetujuan paket stimulus fiskal senilai AS$2 triliun oleh senat Amerika Serikat. Dari internal, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menjadi pendorong IHSG.

Senior Equity Research Analyst MNC Sekuritas, Victoria Venny punya pendapat serupa. Selain paket stimulus AS, Venny merinci beberapa faktor penguat IHSG. Di antaranya kebijakan quantitative easing (pelonggaran likuiditas) yang akan dijalankan pemerintah AS untuk menghadapi turbulensi efek domino Covid-19.

"Sedangkan dari domestik, pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk atasi Covid-19," ujar Venny.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menyampaikan, bursa-bursa utama dunia, terutama AS, telah mencatatkan kenaikan tajam, karena solusi pemberian insentif ekonomi AS sudah disetujui. "Jadi kali ini IHSG juga mengikuti pola pergerakan Indeks dunia," kata Laksono.

Saham-saham pendorong IHSG

Sebagian besar saham di BEI memang menguat tajam. Tapi Lanjar menyebut, saham sektor konsumsi dan keuangan yang naik signifikan setelah sebelumnya menjadi yang terdalam mengalami koreksi.

"Optimisme ini seakan menutup ketertinggalan IHSG setelah libur pada Rabu," kata Lanjar.

Deretan saham-saham penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga Kamis (26/3/2020).
Deretan saham-saham penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga Kamis (26/3/2020). / BEI

Dari data BEI, bisa terlihat bagaimana saham-saham bernilai pasar (market cap) besar menjadi penggerak IHSG. Misalnya saja saham-saham perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk. Saham dengan kode BBCA ini naik 17,3 persen dan berkontribusi 82,3 poin terhadap IHSG hari ini.

Juga ada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang punya kode BBRI. Saham bank pelat merah ini menguat 20,5 persen dan berkontribusi 52,8 poin terhadap IHSG.

Saham-saham bernilai besar lainnya juga tidak kalah. Di antaranya saham Unilever, Telkom, Bank Mandiri, HM Sampoerna, Indofood CBP, Astra International, Gudang Garam, dan Indofood.

Penguatan nilai tukar rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang terlihat dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) ada pada level Rp16.328 per dollar AS. Sementara sebelum libur Nyepi pada Selasa lalu, kurs rupiah berada pada level Rp16.486.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut, penguatan rupiah tak lepas dari kondisi keuangan global yang membaik karena dipengaruhi oleh berbagai sentimen positif.

Sentimen positif yang muncul salah satunya datang dari keputusan Senat Amerika Serikat yang telah menyetujui usulan berupa pemberian stimulus fiskal sebesar AS$2 triliun. Stimulus tersebut rencananya akan dialokasikan pemerintah AS sebesar AS$100 miliar untuk kesehatan, AS$ 350 miliar untuk UMKM, AS$250 miliar untuk tenaga kerja dan AS$500 miliar untuk dunia usaha.

Kemudian sentimen positif lain yang turut mempengaruhi pasar keuangan global adalah persetujuan atas pemberian paket stimulus fiskal sebesar 10 persen dari PDB atau setara AS$860 miliar oleh pemerintah Jerman.

"Langkah pemberian stimulus fiskal di negara maju turut memperkuat langkah yang dilakukan oleh bank sentral di berbagai negara," kata Perry melalui konferensi pers secara online.

Perkembangan positif ini juga diikuti oleh langkah beberapa bank sentral untuk menurunkan suku bunga. The Fed, bank sentral Amerika Serikat telah menurunkan suku bunga hampir 100 bps mendekati 0 persen. Sementara European Bank Central(ECB) juga telah menyepakati injeksi likuiditas maupun langkah relaksasi yang lain.

"Berbagai langkah tersebut sanggup mengurangi kepanikan di pasar keuangan global termasuk penguatan harga saham dari berbagai negara," tambah Perry.