Lokadata.ID

Impor kedelai melambung di saat krisis

Impor kedelai 20 tahun terakhir
Impor kedelai 20 tahun terakhir Bebet / LOKADATA.id

Sepanjang empat tahun terakhir, impor kedelai terus menyusut. Namun pada tahun ini, yaitu Januari-Juni 2021 secara kumulatif, impor bahan baku tahu-tempe-kecap itu tiba-tiba melonjak hingga 71,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sejak 2011, nilai impor kedelai rata-rata sudah di atas US$1 miliar setiap tahun dari sebelumnya di bawah itu. Namun untuk periode 2018-2020, pertumbuhannya mengalami kontraksi alias minus secara berturut-turut. Memasuki tahun ini, sepanjang Januari-Juni, nilainya impornya sudah mencapai US$873,3 juta.

Secara bulanan, nilai impor kedelai terbesar terjadi pada April 2021 yang mencapai US$206,3 juta. Dalam lima tahun terakhir, impor tersebut tidak ada yang mampu menandinginya, karena yang tertinggi juga terjadi pada tahun ini, yaitu Juni yang mencapai US$164,1 juta.

Dengan demikian, rekor nilai impor bulanan terbesar seluruhnya terjadi pada tahun ini. Begitu pun jika dihitung secara semesteran. Pada semester pertama tahun ini yang mencapai US$873,3 juta merupakan yang terbesar, setidaknya dalam lima tahun terakhir.

Bahkan dalam 22 tahun terakhir, April 2021 mencatat sejarah sebagai bulan dengan pertumbuhan impor kedelai tertinggi. Pada bulan itu, pertumbuhan impor secara tahunan mencapai 40,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Amerika Serikat menjadi pemasok utama kedelai impor Indonesia. Pada tahun ini, 87,5 persen dari total nilai kedelai impor datang dari negara tersebut, kemudian Kanada ada di urutan kedua. Begitu pun dengan nilai kumulatif selama lima tahun terakhir, Amerika memiliki pangsa pasar 93,9 persen.

Malaysia juga termasuk negara yang konsisten memasok kedelai ke Indonesia. Tidak pernah absen dalam lima tahun terakhir. Sedangkan Argentina atau Brasil yang masuk dalam lima besar pengirim kedelai, dalam beberapa tahun justru nihil kiriman.