Lokadata.ID

India stop ekspor vaksin, pasokan global minus 190 juta dosis

Seorang polisi meminta warga untuk pergi karena ketidaktersediaan pasokan vaksin Covid-19 di Mumbai, India, Senin (3/5/2021).
Seorang polisi meminta warga untuk pergi karena ketidaktersediaan pasokan vaksin Covid-19 di Mumbai, India, Senin (3/5/2021). Francis Mascarenhas / ANTARA FOTO/REUTERS

Pemerintah India tidak mungkin melanjutkan ekspor vaksin korona hingga setidaknya Oktober 2021 demi vaksinasi di dalam negeri setelah mereka mengalami tsunami Covid-19 yang mengerikan.

Perpanjangan moratorium ekspor vaksin ini lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya, kata sumber di pemerintah India kepada Reuters, Rabu (19/5/2021).

Akibatnya, kekurangan pasokan vaksin korona untuk inisiatif COVAX global semakin parah. Adapun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang ikut memimpin COVAX, telah meminta produsen vaksin di luar India meningkatkan pasokan ke program.

India menghentikan ekspor vaksin sejak bulan lalu, demi memerangi lonjakan infeksi virus korona domestik, yang sekaligus terbesar di dunia. Sebelum dilanda tsunami Covid-19 ini, India telah menyumbangkan atau menjual lebih dari 66 juta dosis vaksin ke berbagai negara.

Moratorium ekspor telah membuat negara-negara termasuk Bangladesh, Nepal, Sri Lanka dan banyak negara di Afrika berebut untuk mendapatkan pasokan alternatif.

Serum Institute of India (SII), pembuat vaksin terbesar di dunia yang memproduksi vaksin AstraZeneca (AZN.L), mengatakan bahwa mereka berharap untuk memulai kembali pengiriman ke COVAX-GAVI dan negara lain pada akhir tahun ini.

"Kami ingin menegaskan kembali bahwa kami tidak pernah mengekspor vaksin dengan mengorbankan rakyat India dan tetap berkomitmen untuk melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung upaya vaksinas," kata SII dalam sebuah pernyataan yang dimuat Reuters.

Pihak SII sebelumnya memperkirakan ekspor akan dimulai kembali bulan Juni. Dengan perkembangan terbaru penundaan sampai Oktober ini, COVAX memperkirakan setidaknya 140 juta dosis yang semula diharapkan akan dikirim SII, sekarang bakal tetap ada di India. COVAX sendiri memiliki kesepakatan dengan SII untuk mengirimkan 1,1 miliar dosis vaksin AstraZeneca atau Novavax (NVAX.O).

"Saat India menghadapi gelombang pandemi yang benar-benar mengerikan, produksi vaksin India, termasuk 140 juta dosis vaksin yang awalnya ditujukan untuk COVAX, dioptimalkan untuk melindungi warganya sendiri," kata seorang juru bicara GAVI.

25 juta kasus

Seorang sumber mengungkapkan, upaya vaksinasi India sekarang akan diprioritaskan karena penghitungan infeksi virus korona melewati 25 juta kasus. Jumlah kematian harian juga telah mencapai rekor tertinggi.

“Kami tidak harus menyampaikan secara resmi ke semua negara karena kami tidak wajib melakukannya,” kata salah satu sumber tentang keputusan untuk menahan ekspor itu seperti dikutip India Today, Rabu (19/5/2021).

Menurut sumber itu, pemerintah India telah meminta sejumlah negara lain untuk tidak mengharapkan komitmen ekspor mengingat situasi India saat ini. Namun, ia tidak menyebutkan nama negara tersebut. "Itu dibahas secara internal dan beberapa negara diminta untuk tidak mengharapkan komitmen ekspor mengingat situasi India saat ini,” kata sumber itu kepada Taipei Times.

Dua sumber lainnya mengatakan waktu yang tepat untuk melanjutkan ekspor dapat berubah tergantung pada seberapa cepat India mampu mengendalikan gelombang kedua kasus Covid-19 yang telah membebani sistem kesehatan itu. Adapun Kementerian Luar Negeri India, yang mengoordinasikan dan mengawasi semua ekspor vaksin, tidak menanggapi permintaan komentar tentang masalah tersebut.

Laporan Times of India mencatat bahwa ada 267.334 kasus positif korona baru dan 4.529 kematian pada Selasa (18/5). Kasus harian India terus turun per Rabu ini, yang menandai hari ketiga berturut-turut kasus bisa di bawah 3 juta.

Kasus tampaknya menurun, kematian harian masih meningkat, dengan negara mencatat korban satu hari tertinggi yaitu 4.529 kematian. Sehari sebelumnya, dilaporkan ada 4.329 kematian.

Dukungan dunia

Di tengah kekalutan karena pasokan vaksin global terancam, GAVI menawarkan dukungan penuh kepada pemerintah India yang sedang berupaya mengendalikan virus. GAVI menyatakan siap membantu dengan cara apa pun.

Direktur Eksekutif Unicef, Henrietta Fore seperti dilaporkan Australia Associated Press, ​​juga telah meminta negara-negara G7 untuk menyumbangkan pasokan vaksin kepada COVAX. Langkah itu sebagai tindakan darurat untuk mengatasi kekurangan parah yang disebabkan oleh gangguan ekspor vaksin India.

Unicef, yang membantu memasok vaksin Covid-19 melalui COVAX, memperkirakan kekurangan pasokan dunia akan mencapai sekitar 190 juta dosis pada akhir Juni.

Secara terpisah, Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Senin bahwa negaranya akan mengekspor setidaknya 20 juta dosis Pfizer - BioNTech, Moderna dan Johnson & Johnson. Sementara vaksin AstraZeneca disiapkan sebanyak 60 juta dosis. Semua itu akan diberikan ke negara lain yang masih kekurangan pasokan padahal sangat membutuhkan vaksin anti-korona.