Lokadata.ID

Pabrik-pabrik mulai menggeliat, bagaimana lowongan kerja?

Perkembangan indeks manufaktur
Perkembangan indeks manufaktur Fadhlan Aulia / Lokadata.id

Sejak memasuki 2021, kinerja industri manufaktur atau pabrik-pabrik pengolahan terus membaik. Sayangnya, meski ada peningkatan operasi, pabrik-pabrik ini belum membuka lowongan untuk tenaga kerja baru.

Survei Bank Indonesia menunjukkan, indeks manufaktur atau prompt manufacturing indeks (PMI) pada kuartal I/2021 sudah berada di angka 50,01. Artinya, ada ekspansi pada sektor tersebut. Bahkan pada kuartal depan, indeksnya diperkirakan melesat hingga 55,25.

Jika perkiraan Bank Indonesia ini benar, kuartal II/2021 nanti akan mencatat rekor baru: indeks PMI tertinggi, setidaknya dalam 12 tahun terakhir. Perkembangan ini memberi harapan besar bagi pemulihan ekonomi.

Geliat industri manufaktur sangat penting, mengingat penyerapan tenaga kerja di sektor ini, pada Februari 2021 mencapai 17,8 juta orang atau 13,6 persen dari total orang yang bekerja. Sementara nilai ekonomi sektor ini pada kuartal I/2021 mencapai Rp787 triliun, atau setara dengan 19,8 persen dari total perekonomian Indonesia.

Sepanjang empat kuartal tahun lalu, kinerja industri manufaktur menyusut. Indeks sektor tersebut selalu berada di bawah angka 50,00. Ini menunjukkan, pabrik-pabrik pengolahan hanya bisa bertahan, tak ada ekspansi baik di bidang produksi maupun investasi.

Tiga komponen penting yang menjadi pendorong pemulihan industri manufaktur adalah mulai banyaknya pesanan, sehingga meningkatkan gairah produksi dan persediaan barang jadi. Indeks tiga komponen ini sudah di atas 50,00 atau dalam posisi ekspansi.

Sayangnya, masih ada dua komponen penting yang belum bergerak: penggunaan tenaga kerja dan bahan baku atau barang pesanan input.

Indikator ini menunjukkan, sektor manufaktur yang mulai pulih belum menambah tenaga kerja, termasuk mengajak kembali tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja di saat krisis.

Selain itu, sektor tersebut juga belum banyak belanja bahan baku, mungkin hanya menghabiskan stok yang ada di gudang.

Dalam kondisi seperti ini, daya dorongnya terhadap perekonomian masih cenderung lemah.

Perkembangan indeks manufaktur
Perkembangan indeks manufaktur Fadhlan Aulia / Lokadata.id