Lokadata.ID

Industri otomotif: Lima tahun lagi baru pulih

Penjualan mobil diperkirakan baru akan pulih pada 2026
Penjualan mobil diperkirakan baru akan pulih pada 2026 Fadhlan Aulia / Lokadata.id

Lima tahun dalam pemulihan dari krisis tentu bukan waktu yang sebentar. Apalagi industri otomotif, khususnya penjualan mobil, sangat bergantung pada daya beli masyarakat yang masih belum pulih.

Pada kuartal III-2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pengeluaran rumah tangga yang menunjukkan kondisi daya beli masyarakat, masih terkontraksi alias tumbuh minus 4,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedikit lebih baik ketimbang kuartal II-2020 yang minus 5,52 persen.

Sementara itu penjualan mobil pada September 2020 di tingkat ritel sebanyak 43.362 unit. Kendati lebih baik dari Agustus, namun masih lebih rendah 47,8 persen ketimbang penjualan pada September 2019. Begitu pun dengan penjualan di tingkat wholesale, yang masih 50,7 persen lebih rendah.

Kinerja ekonomi secara makro yang yang membaik akan berpengaruh positif terhadap penjualan mobil. Hal ini sejalan dengan hasil uji statistik bahwa tingkat elastisitas ekonomi masyarakat terhadap penjualan mobil mencapai 2,65 persen. Dengan demikian, setiap ada kenaikan perekonomian 1 persen, maka penjualan mobil berpotensi tumbuh 2,65 persen.

Berdasarkan asumsi tersebut, penjualan mobil akan kembali pulih seperti 2019 atau berada di atas 1 juta unit kemungkinan bakal terjadi pada 2026. Butuh lima tahun untuk kembali ke titik normal.

Tak heran jika sektor usaha manufaktur yang di dalamnya termasuk industri otomotif, berada dalam posisi bertahan. Indeks manufaktur atau Prompt Manufacturing Indeks (PMI) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada kuartal III-2020 masih 44,91 persen dan diperkirakan menjadi 47,16 persen pada kuartal IV-2020.

Kondisi tersebut memang lebih baik dari kuartal II-2020 yang di posisi 28,55 persen. Namun, dengan indeks di bawah 50 persen, Bank Indonesia mendefinisikan industri manufaktur dalam posisi kontraksi, alias bertahan dari tekanan.

Indeks manufaktur Bank Indonesia 2011 - 2020
Indeks manufaktur Bank Indonesia 2011 - 2020 Fadhlan Aulia / Lokadata.id

Di tengah situasi perekonomian yang masih lesu seperti sekarang, posisi bertahan boleh jadi merupakan pilihan terbaik. Ekspansi memiliki risiko tinggi ketika daya serap pasar masih belum menentu.

Apalagi melihat perilaku konsumen mobil tipe sedan sedang mengalami pergeseran yang cukup drastis. Sejak 2019, dominasi sedan dengan kategori 1.501-3.000 cc makin besar dan pertama kali menyentuh angka proporsi di atas 65 persen dalam 10 tahun terakhir. Bahkan pada 2020, porsinya sudah mencapai 75 persen.

Sementara itu, untuk tipe di bawah 1.500 cc, peminatnya turun secara konsisten dari 41,6 persen pada 2017, menjadi 22,8 persen pada tahun ini. Sebabnya banyak. Kemungkinannya, keluarga baru (konsumen terbesar pasar mobil) memilih kendaraan tipe 4x2 atau mobil dengan harga terjangkau (LCGC).

Namun yang pasti, perubahan perilaku konsumen masih mungkin terjadi bersamaan dengan penantian pulihnya penjualan mobil dalam beberapa tahun mendatang.

Catatan Redaksi: artikel ini merupakan bagian ketiga dari tiga artikel LokadataReport tentang industri otomotif. Artikel pertama bisa dibaca di sini, sedangkan artikel kedua ada di sini.