Lokadata.ID

Infografik: Enam pejabat yang meninggal akibat korona

Sepanjang pandemi korona di Indonesia sudah 6 pejabat daerah meninggal dunia.
Sepanjang pandemi korona di Indonesia sudah 6 pejabat daerah meninggal dunia. Fadhlan Aulia / Lokadata.id

Rabu kemarin, kabar duka datang dari Balai Kota. Saefullah, Sekretaris Daerah DKI Jakarta meninggal akibat terinfeksi virus korona.

Saefullah menambah panjang daftar jumlah korban Covid-19. Hingga Rabu (16/9/2020) kemarin, tercatat 9.100 korban meninggal karena infeksi korona. Di antara jumlah tersebut terdapat enam di antaranya pejabat daerah. Jika ditambahkan dengan pejabat setingkat kepala dinas, jumlahnya bahkan lebih banyak lagi.

Jatuhnya korban di kalangan para pimpinan menunjukkan bahwa ancaman virus korona tak memandang kelas jabatan, kekuasaan, maupun kemampuan ekonomi. Siapa saja bisa menjadi korban.

Yang paling dibutuhkan saat ini adalah kemampuan pemerintah (pusat dan daerah) untuk melakukan tes, pelacakan dan perawatan terhadap mereka yang terinfeksi dan berpotensi terinfeksi. Sejumlah indikator yang ada saat ini menunjukkan bahwa kapasitas surveilans tersebut tergolong rendah.

Tingkat positivity rate (rasio antara jumlah kasus dan jumlah tes), yang mencerminkan kemampuan pemeriksaan dan pelacakan, misalnya, masih jauh di bawah standar ideal WHO.

Hingga pekan kedua September, positivity rate Indonesia berada di kisaran 17 persen, sedangkan standar WHO lima persen. Makin tinggi angka positivity rate berarti makin rendah kemampuan tes dan tracing-nya.

Para pemimpin yang meninggal karena Covid-19 ini merupakan para pengambil keputusan di daerah. Perannya dalam penanganan pandemi, termasuk dalam meningkatkan kapasitas tes, tracing dan treatment, sangat menentukan. Siapa saja mereka?

Sekretaris Daerah DKI Jakarta

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah meninggal dunia akibat terinfeksi virus korona. Pria yang dikenal dengan nama Bang Ipul lahir di Sungai Kendal, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, 11 Februari 1964.

Almarhum meninggal di RSPAD Gatot Subroto, 16 September 2020 pada usia 56 tahun. Dirinya sempat dirawat selama 10 hari, sebelumnya akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Saefullah mulai menjabat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta sejak 11 Juli 2014. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat periode 2008-2014. Saefullah juga sempat menjadi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017, ketika masa jabatan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta berakhir.

Pelaksana Tugas Bupati Sidoarjo

Pelaksana Tugas Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin, meninggal dunia akibat korona pada Sabtu (22/8/2020) sore. Almarhum meninggal setelah sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr Syaf Satyawarman mengatakan, sebelum meninggal almarhum diketahui sempat mengeluhkan sakit selama sepekan terakhir. Karena tak kunjung sembuh, akhirnya Cak Nur sapaan akrabnya itu dirujuk ke RSUD Sidoarjo pada Sabtu siang, dan dilakukan tes usab (swab test) kemudian ternyata positif.

Meski sempat mendapat perawatan medis, namun kondisi almarhum diketahui terus memburuk. Hingga akhirnya pada sore harinya Cak Nur meninggal dunia.

Nur Achmad merupakan kader PKB Kabupaten Sidoarjo. Dia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo pada periode 2010-2015. Ia kemudian didapuk mendampingi Saiful Ilah menjadi Wakil Bupati Sidoarjo.

Cak Nur resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo pada Selasa 14 Januari 2020, setelah dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Wakil Bupati Way Kanan

Wakil Bupati Way Kanan, Lampung, Edward Antony, meninggal dunia setelah dinyatakan terkonfirmasi positif virus korona berdasarkan hasil tes usab (swab test).

Kabar meninggalnya Edward Antony disampaikan di situs resmi Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Minggu (16/8/2020). Edward meninggal dunia sekitar pukul 04.30 WIB di ruang isolasi RSAM Bandar Lampung.

Edward telah menjalani isolasi sejak terkonfirmasi korona pada tanggal 10 Agustus 2020 lalu, berdasarkan hasil tes cepat rapid test dan dua kali swab test, yang menyatakan hasilnya positif.

Edward meninggal dunia di usia 60 tahun. Dirinya adalah Wakil Bupati Way Kanan periode 2015-2020, berpasangan dengan Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya.

Sebelum menjabat Wakil Bupati Way Kanan, Edward Antony pernah menjabat Kepala Dinas P2KA Kabupaten Way Kanan dan Asisten III Sekretariat Pemda Way Kanan.

Wali Kota Banjarbaru

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani tutup usia setelah berjuang selama lima belas hari menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Ulin Banjarmasin, melawan virus korona. Nadjmi meninggal pada Senin, (10/8/2020) sekitar pukul 02.30 Wita di usia 50 tahun.

Ia menjadi Wali kota Banjarbaru periode 2016-2020, menggantikan Wali Kota sebelumnya, Ruzaidin Noor, dan Penjabat Wali Kota Martinus, setelah terpilih dalam Pilkada Banjarbaru 2015, dan berpasangan dengan wakil wali kota Darmawan Jaya Setiawan.

Jenjang karir gemilangnya semakin terlihat tatkala dirinya ditunjuk sebagai Camat Banjarbaru Selatan tahun 2010 – 2012, Camat Landasan Ulin tahun 2012- 2016. Hingga akhirnya Ia maju dalam Pilwali Banjarbaru dan sukses menduduki kursi Wali Kota Banjarbaru, selama periode 2016-2021.

Wali Kota Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang Syahrul tutup usia sekitar pukul 16.45 WIB, Selasa (28/4/2020). Syahrul meninggal dalam kondisi positif korona. Almarhum yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Riau sebelumnya, dirawat sejak 11 April 2020 di ruang ICU RSUP Kepri.

Sebelumnya, Syahrul menjabat sebagai Wakil Wali kota Tanjungpinang periode 2013-2018 mendampingi Lis Darmansyah. Sementara, sejak 21 September 2018 Syahrul resmi menjabat sebagai Wali Kota Tanjungpinang. Ia dilantik bersama wakilnya Hj Rahma Sip.

Pria kelahiran Tarempa 30 Agustus 1960 ini mengawali karirnya sebagai buruh cengkeh dan sempat putus sekolah. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak.

Bupati Morowali Utara

Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Aptripel Tumimomor, meninggal dunia akibat korona. Almarhum meninggal pada Kamis (2/4/2020) malam di Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Hasil tes usab (swab test) yang dilakukan tim medis, Aptripel dinyatakan positif korona. Sekretaris Kabupaten Morowali Utara Musda Guntur mengatakan, almarhum diduga terinfeksi virus korona setelah melakukan perjalanan ke Jakarta.

Sebab, setibanya dari Jakarta itu almarhum mengeluhkan sakit yang mengarah kepada virus korona. Karena tak kunjung sembuh, almarhum sempat dilakukan perawatan di RSU Kolonodale Morowali Utara. Setelah itu dirujuk ke Makassar. Namun saat dilakukan perawatan di RSU Wahidin Sudirohusodo tersebut kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal.

Pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Morowali Utara 2015, Aptripel berpasangan dengan Asrar Abdul Samad, mantan Wakil Ketua DPRD Morowali untuk periode 2004 hingga 2009.