Lokadata.ID

Infografik: Inilah 14 bank digital Indonesia, versi OJK

Aset bank-bank digital di Indonesia serta sejumlah keuntungan menjadi nasabah
Aset bank-bank digital di Indonesia serta sejumlah keuntungan menjadi nasabah Gary, Narendra, & Luky / Lokadata.id

LISENSI | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Indonesia memiliki 14 bank digital, tujuh sudah beroperasi, dan tujuh sisanya sedang mempersiapkan diri.

Di antara bank dengan layanan digital, ada BTPN dengan layanan Jenius. Pada 2020, aset BTPN mencapai Rp183,17 triliun, sekitar 200 kali aset Bank Aladin, bank digital dengan aset paling kecil, saat ini.

Bank digital berbeda dengan layanan perbankan daring seperti mobile banking, SMS banking, dan internet banking pada bank konvensional, yang selama ini ada. Bank digital menawarkan berbagai produk perbankan, seperti pembukaan rekening dan pengajuan kredit, dilakukan secara daring melalui aplikasi.

Karena itu, bank digital umumnya tak membutuhkan banyak kantor cabang. Bank Digital BCA, misalnya, sama sekali tak punya kantor cabang, sedangkan Bank Jago hanya dilengkapi lima kantor cabang.

Meski demikian, sejumlah bank digital masih punya banyak jaringan kantor cabang. Misalnya, Jenius BTPN yang memiliki 350 kantor cabang. Juga Wokee dari Bank Bukopin dengan 216 kantor cabang, dan TMRW dari UOB 172 kantor cabang.

Menurut Deputi Direktur Basel dan Perbankan Internasional OJK, Tony, bank digital memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memberikan layanan kepada publik.

Menurut OJK, bank digital juga tak perlu memiliki lisensi khusus secara kelembagaan. Indonesia hanya ada dua jenis perbankan: bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR).

OJK mencatat, pada sepanjang 2020 lalu, transaksi digital banking memiliki nilai mencapai Rp2.775 triliun. Angka itu tumbuh dua digit 12,9 persen dari raihan tahun sebelumnya sebesar Rp2.436 triliun.