Lokadata.ID

Infografik: Sepeda digemari lagi, semoga tak diincar penjahat

Hikmah Covid-19: orang Indonesia suka sepeda lagi. Gangguan paling lumrah: pencurian. Paling berat: pembegalan dengan celurit.
Hikmah Covid-19: orang Indonesia suka sepeda lagi. Gangguan paling lumrah: pencurian. Paling berat: pembegalan dengan celurit. Antyo® / untuk Lokadata.id

KEAMANAN | Di Inggris, menurut The Guardian (22/2/2019), orang kecurian sepeda paling banyak (61 persen) di rumah, baik dalam gudang maupun depan pintu. Data yang merujuk survei BikeRegister 2017 itu menyebutkan sepeda raib di depan toko lebih banyak daripada di depan kantor.

Di banyak negeri maju — misalnya Inggris, Jerman, Belanda, dan Amerika — pencurian sepeda adalah hal biasa. Setiap kasus dan pertumbuhannya menjadi kepedulian maskapai asuransi. Belum jelas berapa jumlah sepeda di Indonesia, apalagi setelah era Covid-19 pasar sepeda jadi marak, yang pasti kota-kotanya belum masuk Bicycle Cities Index 2019 versi asuransi Jerman Coya berikut aspek keamanan.

Umumnya motif pencuri sepeda adalah uang. Di negeri maju ada juga yang asal comot tunggangan, terutama yang dikunci sekadarnya, lalu sesampainya di tujuan si pelaku meninggalkan sepeda begitu saja (joyriding).

Perusahaan asuransi dan polisi di Barat terus menganjurkan pengamanan sepeda. Namun gembok kuat bukan jaminan. Penjahat menggunakan gunting baja.

Untuk sepeda listrik, kasus pencurian di Belanda sampai Maret 2020 meningkat hampir 38 persen dengan kenaikan klaim 47 persen (→ NL Times). Untuk sepeda ontel, pada 2019, sampai Oktober, terjadi 8.316 pencurian di Amsterdam, lebih sedikit dari tahun sebelumnya (→ A Echt Amsterdam Nieuws). Data dan cerita seputar pencurian sepeda, berikut foto, di Belanda sila tengok DutchAmsterdam.