Lokadata.ID

Sheldon Adelson, raja kasino penyokong Trump, meninggal

Senator Amerika Serikat Orrin Hatch (Republik); Maureen Scalia, janda mantan Hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat Antonin Scalia, dan Miriam Adelson tertawa saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkenalkan mereka sebelum memberikan penghargaan Presidential Medal of Freedom 2018 di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Jumat (16/11). Miriam Adelson adalah isteri mendiang Sheldon Adelson.
Senator Amerika Serikat Orrin Hatch (Republik); Maureen Scalia, janda mantan Hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat Antonin Scalia, dan Miriam Adelson tertawa saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkenalkan mereka sebelum memberikan penghargaan Presidential Medal of Freedom 2018 di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Jumat (16/11). Miriam Adelson adalah isteri mendiang Sheldon Adelson. Jonathan Ernst / ANTARA FOTO/REUTERS

Miliarder Sheldon Adelson, raksasa industri kasino dan resor terbesar di dunia, meninggal Senin (11/1/2021) malam, waktu setempat. Salah satu donor terbesar Partai Republik itu meninggal karena karena komplikasi yang terkait dengan pengobatan Limfoma non-Hodgkin yang dideritanya.

Las Vegas Sands, kasino yang dipimpin Adelson sebagai CEO dan Chairman, mengumumkan wafatnya orang terkaya ke-19 di dunia itu dalam sebuah pernyataan yang dirilis Selasa pagi.

“Lahir dari orang tua imigran dan dibesarkan di daerah miskin di Boston, Mr. Adelson berubah dari seorang remaja yang menjual koran di sudut jalan menjadi salah satu pengusaha paling sukses di dunia,” bunyi pernyataan yang dikutip Forbes, Selasa 12 Januari 2021.

Adelson, yang didiagnosis menderita limfoma pada Maret 2019, mengumumkan pekan lalu bahwa ia tengah menjalani perawatan kanker, sehingga cuti dari Las Vegas Sands untuk sementara. Forbes memperkirakan, kekayaan Adelson per Maret 2019 mencapai AS$35,1 miliar (Rp509 triliun).

Istri Adelson, Miriam Adelson memuji mendiang suaminya dalam pernyataan terpisah yang dirilis Selasa pagi. “Sheldon baik hati. Dia siap memberikan kekayaannya untuk tujuan amal yang mungkin benar-benar tak terhitung banyaknya, karena dia tidak mengharapkan penghargaan dan sering memilih anonimitas. Dia lebih dari sekadar memperbaiki kehidupan individu: Dia menciptakan arah bangsa,” katanya seperti dilansir Forbes.

Presiden Donald Trump, yang sebelumnya diam dan bersembunyi sejak kerusuhan di Kongres, muncul sebentar untuk merilis pernyataan pers tentang kematian pendonor utamanya itu. “Sheldon mewujudkan impian Amerika yang sebenarnya. Kecerdikan, kejeniusan, dan kreativitasnya membuatnya kaya raya, tetapi karakter dan kedermawanan filantropisnya sangat terkenal. "

Jejak bisnis

Adelson adalah putra seorang sopir taksi Yahudi imigran. Ia acap kali berpindah dari satu bisnis ke bisnis lain. Wall Street Journal mencatat, pendukung utama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ini pernah mencoba bisnis broker hipotek, penasihat investasi, modal ventura, real estat, agen perjalanan, dan penjualan semprotan De-Ice-It untuk kaca depan mobil.

Adelson memulai bisnis kasino pada usia 55 tahun, ketika dia dan mitranya membeli Sands Hotel & Casino di Las Vegas seharga AS$128 juta. Dia memiliki lebih dari setengah kerajaan perjudian multi-miliar dolar, yang membentang di Las Vegas, Singapura dan Macao, Cina.

Dia merobohkan Sands dan membangun resor Venesia sebagai gantinya, menampilkan replika kanal dengan pendayung gondola bernyanyi, dan kemudian mengucurkan miliaran dolar untuk perjudian, konvensi dan istana hiburan di Makau dan Singapura. Las Vegas Sands, senilai AS$44,7 miliar, sekarang memperoleh sekitar 87 persen pendapatannya dari Asia.

Adelson juga menginvestasikan miliaran dolar di Asia, karena ia yakin permintaan untuk berjudi di sana hampir tak pernah terpuaskan. “Saya yakin ada cukup ruang di Asia… untuk lima sampai 10 Las Vegas,” katanya kepada CNBC pada tahun 2010.

Marina Bay Sands miliknya di Singapura, yang dibuka pada 2010, dirancang oleh Moshe Safdie dan menelan biaya AS$5,7 miliar. Gedung tiga menara melengkung 55 lantai, dengan 2.600 kamar hotel, memiliki taman atap dan kolam renang tanpa batas yang menyerupai papan selancar raksasa, kini menjadi salah satu ikon Singapura.

Pada 2012, Las Vegas Sands mulai membagikan dividen triwulanan kepada pemegang saham untuk pertama kalinya. Selama delapan tahun, seperti mesin jam, Adelson mengumpulkan antara AS$90-AS$260 juta dalam bentuk dividen setiap kuartal — semuanya dikenakan pajak yang menguntungkan sebesar 15 persen. Pimpinan dan kepala eksekutif bahkan memiliki slogan terkenal yang sering dia ucapkan: "Hore, dividen!"

Prioritas lain Adelson adalah Adelson Medical Research Foundation, yang ia dirikan dan diawasi bersama istrinya, Miriam. Yayasan itu mendanai penelitian penyakit kanker, imunologi dan saraf. Miriam adalah seorang dokter medis kelahiran Israel yang mendirikan pusat perawatan bagi para pecandu narkoba.

Terjun ke politik

Adelson dan istrinya Miriam menggunakan dividen mereka untuk memberikan sumbangan mega-politik kepada Partai Republik. Adelson menjadi berita utama nasional ketika miliarder kasino itu menyumbangkan AS$11 juta untuk menghidupkan kembali kampanye kepresidenan mantan Ketua DPR Newt Gingrich.

Para pakar dan lawan politik menuduh Adelson mencoba membeli kursi kepresidenan. Namun, ia hanya menjawab, “Orang-orang itu pencemburu atau kritikus profesional. Mereka suka mencemari orang lain. Tidak adil bahwa saya telah diperlakukan tidak adil — tetapi itu tidak menghentikan saya. Saya mungkin akan memberikan AS$10 juta atau AS$100 juta kepada Gingrich.”

Adelson dan Miriam, pada akhirnya akan memberikan lebih dari AS$90 juta kepada Mitt Romney dan kandidat Partai Republik lainnya pada 2012. Donasi terus berlanjut dan kembali melonjak dalam siklus pemilihan 2016 di mana Adelson menghabiskan AS$82 juta.

Penyokong utama Trump

Pasangan itu sebenarnya bukanlah pendukung awal Donald Trump , tetapi mereka akhirnya menyumbangkan AS$20 juta untuk Future45 super-PAC yang pro-Trump. Ia kemudian menjadi pendukung kuat Donald Trump dan duduk beberapa baris di belakangnya saat konglomerat itu dilantik sebagai presiden pada Januari 2017.

Keluarga Adelson bahkan menyumbangkan AS$75 juta untuk pemilihan kedua Trump yang gagal. Presiden Trump pun membalas jasa Adelson dengan menganugerahi Miriam Adelson dengan Presidential Medal of Freedom pada November 2018. Untuk paruh waktu 2018, Adelsons mengungkapkan pengeluaran AS$123 juta untuk Partai Republik, dengan tujuan konservatif.

Trump dan banyak anggota Kongres dari Partai Republik pun semakin tergantung dan mengadopsi banyak dari pendirian Adelson. Termasuk mempromosikan dukungan ke Israel dan menentang perjudian online. Salah satu tujuan lamanya, memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel ke Yerusalem, diadopsi oleh pemerintahan Trump pada 2018.

Pemilu 2020 yang tak terlupakan juga menyimpan kenangan sumbangan bersejarah dari Adelson. Secara total, mereka menghabiskan AS$180 juta, termasuk AS$75 juta untuk iklan pendanaan super-PAC yang menentang Joe Biden, dan AS$1,2 juta untuk komite penggalangan dana bersama yang mendukung Trump.

Sampai saat meninggalnya, pasangan itu semasa hidupnya telah menyumbangkan lebih dari AS$500 juta, sebagian besar untuk Partai Republik, kebijakan Israel yang hawkish (agresif), dan tujuan-tujuan konservatif yang biasa diambil Partai Republik.

Sungguh sebuah ironi bahwa salah satu pemain terbesar dan paling berpengaruh dalam politik Republik ini meninggal di akhir jabatan Trump yang penuh gejolak dan kacau. Yang jelas, meski Adelson telah meninggal, pengaruhnya dalam politik dan perjudian diperkirakan masih akan ada.