Lokadata.ID

Jokowi ancam copot Pangdam dan Kapolda yang gagal atasi Karhutla

Personel Manggala Agni Daerah Operasi Sulawesi Tenggara bersiap memadamkan api yang membakar lahan di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Senin  (1/2/2021).
Personel Manggala Agni Daerah Operasi Sulawesi Tenggara bersiap memadamkan api yang membakar lahan di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Senin (1/2/2021). Humas Manggala Aqni Sulawesi Tenggara / ANTARA FOTO

Presiden Joko Widodo mengancam mencopot pejabat aparat pemerintahan, TNI/Polri di daerah jika tak serius menangani dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ia menyebut, aturan main sejak 2016 berupa ancaman pencopotan jabatan bagi Pangdam, Kapolda, Danrem, Dandim, hingga Kapolres masih berlaku.

“Sekali lagi ini untuk mengingatkan agar tidak lupa pada aturan main yang sudah kita sepakati di 2016.," kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/2), seperti dikutip Tribun.

Jokowi menyampaikan 6 arahan soal upaya pengendalian Karhutla tahun 2021. Pertama; upaya pencegahan diprioritaskan karena pemadaman akan jauh lebih sulit.

Jokowi juga mengingatkan agar semua unsur harus bergerak untuk melakukan deteksi dini sekaligus melakukan pemantauan di area-area yang rawan titik panas (hotspot). "Manfaatkan teknologi untuk monitoring ini dan pengawasan dengan sistem dasbor. Hati-hati, begitu kebakaran meluas itu kerugian tidak hanya juta atau miliar, saya pastikan larinya pasti ke angka triliun. Belum kerusakan ekologi ekosistem kita," kata sarjana kehutanan ini.

Kedua, infrastruktur pemantauan dan pengawasan harus sampai tingkat bawah. "Berikan edukasi yang terus menerus kepada masyarakat, perusahaan, korporasi, terutama di daerah dengan kecenderungan peningkatan hotspot," katanya.

Ketiga, semua pihak harus mencari solusi yang permanen untuk mencegah dan menangani Karhutla ini untuk tahun-tahun mendatang. Menurut Presiden, 99% kebakaran hutan itu adalah ulah manusia, baik disengaja maupun karena kelalaian.

Keempat, Presiden meminta agar penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan. Kelima, jangan membiarkan api membesar sehingga sulit dikendalikan.

Keenam langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi. "Terapkan sanksi yang tegas bagi pembakar hutan dan lahan, baik sanksi administrasi, perdata, maupun pidana," ujarnya seperti dikutip Gatra.

"Jangan sampai kita ini malu di ASEAN Summit, pertemuan negara-negara ASEAN, ada 1, 2, 3 negara yang membicarakan ini. Dalam lima tahun ini sudah enggak ada, jangan sampai dibuat ada lagi. Saya titip itu, malu kita," katanya.

Ringkasan

  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan 6 arahan soal upaya pengendalian kebakaran lahan dan hutan (karhutla) tahun 2021.
  • Langkah yang pertama ialah memprioritaskan pencegahan.
  • Penegakan hukum harus diterapkan kepada siapapun yang melakukan pembakaran hutan, baik di konsesi atau masyarakat, dengan sanksi tegas baik administrasi perdata maupun pidana.
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengancam akan mencopot pejabat aparat pemerintahan, TNI/Polri di daerah yang tidak serius menangani dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
  • Pertama, menginstruksikan agar jajaran terkait memprioritaskan upaya pencegahan.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 3 pemberitaan, diikuti peringkat kedua mediaindonesia.com dengan 2 pemberitaan. selanjutnya sumateranews.co.id dengan 1 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik dimulai sejak pukul 00:00 hingga 14:00 WIB, dan merupakan puncak dari pemberitaan dengan total 8 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh kompas.tv dengan 37 interaksi, diikuti peringkat kedua tribunnews.com dengan 7 interaksi. Selanjutnya republika.co.id dengan 1 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.