Lokadata.ID

Jumlah penduduk Bekasi tumbuh tercepat di Jabodetabek

Kepadatan penduduk dan pengembangan kawasan bisnis yang makin luas di kota-kota metropolitan mendesak banyak penduduk bergerak ke pinggiran. Muncullah kota-kota satelit di sekitar Jakarta, dan Surabaya, misalnya. Kota-kota satelit ini berkembang cepat dan penduduknya juga terus bertambah.

Kota-kota satelit pada umumnya menjadi kawasan penunjang untuk kota-kota metropolitan, terutama untuk permukiman. Banyak mereka yang bekerja di Jakarta tinggal di kota-kota satelit. Bahkan, dalam lima tahun terakhir, muncul kota-kota baru yang semakin jauh dari Jakarta, seperti Karawang (Jawa Barat) dan Maja (Banten).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Jakarta menjadi tempat tujuan komuter paling besar di Jabodetabek, yakni mencapai 2,1 juta setiap harinya pada 2019. Depok menjadi wilayah dengan penglaju terbanyak ke Jakarta, yakni 296.488 orang, dan Kota Bekasi di posisi kedua dengan 277.234 orang.

Tak mengherankan jika pertumbuhan penduduk di kota-kota satelt cukup pesat. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), selama 2015-2020 penduduk Kabupaten Bekasi bertambah 20 persen atau 652.793 jiwa menjadi 3.864.836 juta jiwa pada tahun 2020. Sedangkan Depok tumbuh 18 persen menjadi 2.464.648 juta jiwa.

Data PT KAI juga menunjukkan, jumlah penumpang kereta komuter di kawasan Jabodetabek terus meningkat setiap tahunnya. Penumpang kereta komuter pada 2019, misalnya, naik 30,5 persen dibandingkan 2015. Tahun lalu tak bisa dijadikan ukuran karena pandemi mengakibatkan ada pembatasan sosial.

Hal yang sama juga terjadi di Surabaya dengan kota-kota satelitnya Sidoarjo dan Gresik. Akses transportasi yang mudah membuat banyak pekerja di Surabaya yang memilih tinggal di Sidoarjo atau Gresik. Penduduk Kabupaten Sidoarjo yang terletak di selatan Kota Surabaya tumbuh 7 persen dan Gresik 6 persen selama 2015-2020.