Lokadata.ID

Jurus akrobat agar selamat: dari catering sampai jual bolang-baling

Anggota TNI mengoperasikan mobil gunners spraying saat penyemprotan cairan disinfektan di hotel yang dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19, di Hotel Yasmin, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (14/9/2020).
Anggota TNI mengoperasikan mobil gunners spraying saat penyemprotan cairan disinfektan di hotel yang dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19, di Hotel Yasmin, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (14/9/2020). Fauzan / ANTARA FOTO

Harga paket makan itu benar-benar menguras tabungan: Rp7 juta untuk satu orang. Dengan bujet segitu, Anda bisa enam kali bolak balik makan malam di Mozaic Ubud, Bali -- satu dari sedikit restoran dengan bintang Michelin di Indonesia.

Tapi paket yang ditawarkan Singapore Airlines itu memang istimewa: makan di kabin pesawat Airbus A380 yang sedang parkir di Bandara Changi. Selain paket kelas suite seharga Rp7 juta, tersedia paket bisnis Rp3,5 juta, dan yang termurah: paket ekonomi Rp580.000.

Siasat Singapore Airlines menyulap pesawat nganggur menjadi pop-up restaurant alias warung kaget merupakan satu dari sekian banyak jurus korporasi besar agar tetap bertahan selama pandemi.

Selain Singapore, ada Thai Airways yang juga mencari peruntungan dengan berjualan patong-go, sejenis bolang-baling atau roti goreng. Ada pula Air Asia yang membuka jasa akikah digital.

Dengan layanan akikah ini, pelanggan bisa pesan kambing, sudah sekaligus disembelih, untuk dibagikan kepada mereka yang memerlukan. Jasa akikah Air Asia telah dibuka di 35 negara termasuk Indonesia, Kamboja, Thailand, Vietnam dan Laos.

Yang terpenting: tetap mengorbit

Meski belum bisa menutup revenue pra-pandemi, jurus-jurus akrobatik ini bisa mendatangkan sedikit pemasukan. Dan yang terpenting: agar perusahaan tetap beredar, terkoneksi dengan pelanggan. Perusahaan tak menghilang dari orbit, sehingga kelak ketika bisnis mulai bergulir kembali, mereka tidak seperti baru bangkit dari kubur.

Laporan Bloomberg menyebut, penjualan tiket makan Singapore Airlines untuk tanggal 24 dan 25 Oktober itu, ludes dipesan hanya setengah jam setelah loket dibuka secara online, Senin (12/10/2020) lalu.

Singapore Airlines bahkan sedang menimbang untuk menggelar paket serupa karena waiting list konsumen yang berminat untuk program ini begitu panjang.

Bagi penikmat penerbangan, paket makan di kabin pesawat bisa menjadi obat kangen yang langka. Airbus A380 merupakan pesawat istimewa. Kapasitasnya 471 orang, dua kali dari pesawat "antarkota" Airbus A320. Harganya AS$445 juta (Rp6 triliun), empat kali dari A320. Dan, sampai akhir September, pesawat jumbo itu hanya diproduksi 242 unit. Tidak lebih.

Menurut ABC News, Singapore Airlines kini hanya menerbangkan 32 dari 220 pesawat yang mereka operasikan. Meng-grounded ratusan pesawat tentu makan ongkos yang luar biasa karena biaya sewanya tak bisa serta merta disetop. Laporan keuangan raksasa penerbangan itu menunjukkan, Singapore Airlines merugi AS$825 juta (Rp12 triliun) sepanjang semester 1/2020.

Seperti Singapore Airlines, ikhtiar Thai Airways jualan bolang-baling juga mendulang "sukses" besar. Patong-go memang sangat digemari di Bangkok. Pembeli bahkan rela membentuk antrean panjang di depan lima gerai yang kini dibuka Thai Airways.

Menurut Presiden Thai Airways, Chansin Treenucaghron, perusahaan diperkirakan bisa meraup pemasukan hingga 10 juta baht (Rp4,7 miliar) dari bisnis bolang-baling ini. Dengan modal popularitas, maskapai bahkan berencana menjual waralaba patong-go kepada wirausahawan yang berminat.

Jadwal menginap yang luwes

Jurus akrobat serupa juga dilakukan sejumlah perusahaan Indonesia. Dyandra Promosindo, misalnya. Perusahaan penyelenggara pameran ini banting setir dengan menggelar acara daring seperti webinar, konferensi pers, dan workshop.

Menurut Public Relations Manager PT Dyandra Promosindo, Dahnia Chairunnisa, jasa penyelenggaraan event daring itu banyak diminati, meski pendapatan dari jasa ini belum bisa mengganti pemasukan dari acara-acara luring (pameran dan konferensi).

“Kami berusaha meyakinkan masyarakat bahwa kami tetap beraktivitas, tidak hilang dari industri ini,” kata Dahnia kepada Lokadata.id, Kamis (15/10) sore.

Menurut Dahnia, tak mudah menyesuaikan cara kerja dari penyelenggara event luring menjadi daring. Di saat bersamaan, konsumen juga beradaptasi dengan acara daring yang baru itu.

Dyandra kini tengah menggelar acara bertajuk Properti Fiesta Virtual Expo, pameran properti daring dari 15 Oktober sampai 1 November, dengan menggandeng Real Estate Indonesia dan Pinhome.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran menyatakan banyak pemilik usaha akomodasi yang mengubah hotelnya menjadi tempat isolasi khusus bagi pasien orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

Jurus akrobat ini diambil bukan tanpa risiko. Salah satunya, kekhawatiran karyawan bisa tertular Covid-19, termasuk juga kekhawatiran calon pelanggan.

“Bagi kami, karyawan itu nomor satu. Yang kedua soal image. Begitu kita menerima pasien OTG, kita mesti rebranding, misalnya, meyakinkan soal sterilisasi hotel kepada konsumen,” kata Yusran kepada Lokadata.id, Jumat (16/10) siang.

Yang penting kami tidak hilang dari industri ini."

Dahnia Chairunissa/Dyandra

Selain sebagai tempat isolasi, banyak hotel sudah beradaptasi dengan bisnis makanan atau catering. Meski demikian, upaya ini belum mampu meningkatkan pendapatan. “Restoran dan hotel karakternya sama, perlu interaksi orang. Kalau interaksi dibatasi, bisnisnya akan terhambat,” kata Yusran.

Perusahaan pemesanan tiket online, tiket.com menghadapi pandemi dengan meluncurkan beberapa fitur untuk mempercepat pemulihan pariwisata di Indonesia. Misalnya, menerbitkan tiket Clean yang memastikan adanya standarisasi protokol kesehatan dan kebersihan di setiap partner akomodasi, transportasi dan atraksi tiket.com.

Ada pula fitur tiket Flexi, yang memungkinkan konsumen memesan kamar hotel tanpa menetapkan tanggal menginap. Pelanggan bisa fleksibel menentukan waktu menginap karena periode penukaran voucher berlaku sampai satu tahun sejak pemesanan.

Menurut Public Relations Manager tiket.com Sandra Darmosumarto, pelonggaran sosial sejak Juni mulai meningkatkan transaksi di situs web tersebut. “Sejak Juni - Juli 2020, reservasi hotel naik 71 persen, penerbangan juga ikut naik 60 persen lebih dari Juli - Agustus,” katanya kepada Lokadata.id.

Sementara itu, CMO Traveloka & CEO Traveloka Experience Christian Suwarna mengaku Traveloka berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi pasar dan perubahan perilaku pengguna.

Selain program Clean Partners, Traveloka juga menghadirkan layanan Xperience, yang memungkinkan pengguna mempelajari keterampilan baru atau pengalaman baru secara virtual, seperti yoga, bartending, fotografi hingga tur.

Christian juga mengakui ada kenaikan transaksi sejak pelonggaran sosial diberlakukan. “Ada kenaikan permintaan staycation di dalam kota sejak Juni, bukan hanya di Jakarta tapi juga kota besar lainnya,” ujarnya.

Selain staycation, kata Christian, permintaan terhadap produk Traveloka Xperience juga naik delapan kali lipat, sejak Juni.