Lokadata.ID

Kartun: Akomodir koalisi, tambah kursi Wakil Menteri

Ilustrasi tukang mebel menyiapkan kursi tambahan meski ruangan sudah sesak.
Ilustrasi tukang mebel menyiapkan kursi tambahan meski ruangan sudah sesak. Salni Setyadi / Beritagar.id

AKOMODIR| Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan peluang Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah lagi kursi Wakil Menteri (Wamen) meski belum jelas penempatannya. "Ada enam lagi rencana sih. Rencana. Tapi saya belum pastikan," kata Moeldoko di Rapimnas HKTI, Ancol, Jakarta Utara (9/11/2019).

Saat ini Kabinet Indonesia Maju terdiri dari 34 menteri dan 12 wakil menteri yang dilantik 23 Oktober lalu. Sebelum pelantikan, Presiden Jokowi menyatakan ingin penyederhanaan birokrasi dan kabinet yang ramping.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai kabinet Jokowi sudah terlalu gemuk. Ujang menyebut penambahan jabatan hanya taktik meredam konflik di koalisi. "Kalau kita memang konsisten untuk membangun bangsa, sejatinya kemarin sudah tuntas. Penting bagi Jokowi karena untuk mengakomodir semua orang atau partai yang berjasa padanya, tapi tidak penting bagi bangsa ini," kata Ujang saat diwawancara CNNIndonesia.com (11/11/2019).

Sebagai informasi, partai Nasdem sebagai mitra koalisi pendukung pemerintah sempat mengancam keluar dari koalisi namun diurungkan setelah Nasdem mendapat tiga kursi menteri, yaitu Menteri Komunikasi dan Informasi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Menteri Pertanian.

Sampai saat ini Partai Hanura -yang sudah menjadi pendukung Jokowi sejak 2014- belum kebagian kursi di kabinet. Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah pun buka suara, "Jokowi hanya menghitung kawan berdasarkan kalkulator semata, yakni hanya memandang jumlah suara partai saja."