Lokadata.ID

Kartun: Biaya kremasi jenazah Covid-19 Rp80 juta

Tak cukup berduka karena ditinggal mati, kerabat jenazah Covid-19 harus merogoh kocek lebih dalam agar kremasi dilayani.
Tak cukup berduka karena ditinggal mati, kerabat jenazah Covid-19 harus merogoh kocek lebih dalam agar kremasi dilayani. Salni Setyadi / Lokadata.id

KARTEL| Polres Metro Jakarta Barat memeriksa pihak "Rumah Duka Abadi", Grogol Petamburan, Jakarta Barat, terkait dugaan praktik kartel kremasi jenazah pasien Covid-19 (21/7/2021).

Informasi kremasi dengan harga tinggi tersebut berasal dari pesan berantai. Isi pesannya, seorang warga Jakarta Barat bernama Martin mengaku dihampiri petugas dari Dinas Pemakaman untuk mengkremasi jenazah sang ibu (12/7). Petugas tersebut meminta pembayaran senilai Rp48,8 juta agar jenazah dapat segera di kremasi di Karawang.

Martin keberatan, sebab tarif kremasi kakaknya yang meninggal enam pekan lalu tak sampai Rp10 juta. Martin lalu menghubungi pengurus kremasi sang kakak. Pengurus itu menawarkan kremasi di Cirebon dengan harga Rp45 juta yang akhirnya disetujui pihak keluarga Martin. Jasa kremasi lainnya juga membanderol harga tinggi, yakni Rp 45-55 juta per jenazah Covid-19.

Rumah Duka Abadi sendiri mengaku tidak memiliki layanan kremasi jenazah. Kepada Kompas.com (19/7), Business Development Rumah Duka Abadi, Indra Paulus, membantah foto nota tagihan berkop Yayasan Rumah Duka Abadi yang ada dalam pesan berantai.

Dalam nota itu tertera total tagihan dari rumah duka sebesar Rp80 juta. Rinciannya untuk peti jenazah Rp25 juta, transportasi Rp7,5 juta, kremasi Rp45 juta, dan pemulasaraan Rp2,5 juta. Ditulis detikcom, biaya kremasi di krematorium lain yaitu di Krematorium Cilincing adalah Rp7 juta. Jika abu akan dilarung atau ditempatkan guci, totalnya hanya Rp10 juta.