Lokadata.ID

Kartun: Nyambung kagak nyambung soal baliho FPI

Pencopot bilang, baliho FPI tak berizin, tanpa bayar pajak reklame, sudah ditanggalkan satpol PP lalu FPI naikkan lagi. Tapi FPI membahas soal lain.
Pencopot bilang, baliho FPI tak berizin, tanpa bayar pajak reklame, sudah ditanggalkan satpol PP lalu FPI naikkan lagi. Tapi FPI membahas soal lain. Salni Setyadi / Lokadata.id

RUMIT | TNI beralasan, pencopotan baliho bergambar Habib Rizieq Shihab oleh FPI menyalahi aturan reklame DKI Jakarta. Tiada izin, tanpa bayar pajak. Sudah pernah satpol PP menurunkan namun FPI menaikkan lagi. Pencopotan baliho disusul kota lain, misalnya Surakarta dan Semarang (Jawa Tengah), serta Palembang (Sumatra Selatan).

FPI tak berkilah yang memasang bukanlah anggota melainkan simpatisan atau pendukung, bukan anggota terlebih pengurus — kalaupun bilang begitu juga klise. FPI malah menyoal peran dan fungsi TNI, yang praktiknya eksesif, bukan menjelaskan mengapa sekian tahun suka memasang baliho tanpa aturan.

Nggak nyambung, kan? Soal sederhana menjadi rumit. Ketika satpol PP menurunkan baliho, FPI membandel. Ketika tugas polisi pamong praja dioper tentara, FPI menggugat kesewenang-wenangan militer. Sebelum membahas TNI yang kebablasan, mestinya menjelaskan dulu soal baliho.