Lokadata.ID

Kartun: Telegram Kapolri yang dicabut itu

Pedoman internal kehumasan Polri berisi larangan bagi media menampilkan aksi polisi yang arogan dan keras itu akhirnya dicabut. Produk internal untuk eksternal.
Pedoman internal kehumasan Polri berisi larangan bagi media menampilkan aksi polisi yang arogan dan keras itu akhirnya dicabut. Produk internal untuk eksternal. Salni Setyadi / Lokadata.id

CABUT | Senin (5/3/2021), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menandatangani surat telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 untuk pedoman internal kehumasan. Ada sebelas poin, salah satunya, bahkan yang pertama, melarang media "menyiarkan upaya/tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan".

Lalu muncul reaksi penolakan dari masyarakat, termasuk media. Lantas esoknya, Selasa (6/3/2021), Kapolri membatalkan surat telegram itu. Maka pedoman untuk para kepala bidang humas di kepolisian itu pun batal.

Memang masih ada soal menggantung, kenapa pedoman internal dibuat untuk melarang pihak eksternal, dalam hal ini media?