Lokadata.ID

Kenalilah setiap game untuk usia berapa

PENGGOLONGAN |  Para pembuat games saja menentukan batas usia, masa sih orangtua mengabaikannya.
PENGGOLONGAN | Para pembuat games saja menentukan batas usia, masa sih orangtua mengabaikannya. Antyo / Beritagar.id

Anak yang cerdas dan aktif bisa cepat sekali menaklukkan permainan elektronik. Dalam laga penuh akal dan ketangkasan, disertai kepiawaian virtual mengendarai sepeda BMX sampai jet, si buyung sebelas tahun lancar saja naik level demi level.

Nah, misalkan yang ia mainkan itu adalah Grand Theft Auto: San Andreas apakah sesuai umurnya?

Game lawas (2004) itu oleh Entertainment Software Rating Board (ESRB ) pernah hanya dinilai cocok untuk pemain dewasa (adult), 18 tahun ke atas, karena ada sisipan permainan berisi adegan seks.

Setelah fitur dimatikan, oleh ESRB game tadi masuk peringkat mature (17 tahun ke atas).

Tak hanya kekerasan, di dalam serial GTA ada juga umpatan dalam bahasa Inggris.

Memang, ESRB hanya berlaku Amerika Serikat, Kanada (tanpa Quebec), dan Meksiko. Meskipun begitu negeri lain juga merujuknya.

Selain ESRB ada pula laman rujukan bagi orangtua untuk mengetahui kelas permainan anak-anaknya di ponsel dan tablet. Misalnya Common Sense Media.

Tampak di sana, permainan My PlayHome Hospital adalah untuk anak tiga tahun ke atas. Game buatan 2016 ini dimainkan di iPhone, iPod Touch, dan iPad.

Sedangkan Disney Crossy Road, yang berjalan di aneka peranti dan sistem operasi, termasuk Kindle Fire, dirancang untuk anak berusia tujuh tahun ke atas.

Bagaimana pengawasan video games di Indonesia? Pekan lalu ada wacana untuk memblokir sejumlah online games (Antara News, 30/4/2016).

Pendukungnya adalah Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Salah satu reaksi yang muncul adalah peretasan terhadap situs KPAI. Si pelaku memprotes rencana pemblokiran 15 judul games (Infokomputer, 3/5/2016). Yang dilarang antara lain serial GTA dan dan serial Counter Strike.

Sesungguhnya video games muncul dalam pelbagai saluran. Ada yang dimainkan di komputer desktop dan laptop, ada pula yang di konsol, dan ada lagi yang di ponsel dan tablet.

Dalam keragaman itu nama permainan bisa sama, namun beda platform bisa beda peringkat. Misalnya Point Blank yang dikabarkan dilarang itu. Ada yang untuk sepuluh tahun ke atas (Nintendo DS), ada yang untuk 13 tahun ke atas (PlayStation).

Persewaan games ada yang menggunakan PC jaringan (biasanya jadi satu dengan warnet) maupun konsol (yang populer adalah PlayStation). Kini di pasar malam malah ada penyewaan tablet untuk ngegame -- mirip dulu di lapak depan SD ada penyewaan Game & Watch.

Mungkinkah pemerintah mengawasi semuanya, apalagi memblokirnya (entah dengan cara apa kalau permainannya tanpa jaringan), atas nama perlindungan anak?

"Pemblokiran jadi salah satu cara paling membantu. Setidaknya, daripada tidak ada action sama sekali," kata Komisioner KPAI Erlinda (Berita KPAI, 24/4/2016).