Lokadata.ID

Kinerja kinclong perusahaan semen pada semester I/2021

Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (25/10/2019).
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (25/10/2019). M. Risyal Hidayat / ANTARA FOTO

Perusahaan semen mencatatkan kinerja keuangan yang bagus pada paruh pertama 2021. Konsumsi semen domestik maupun ekspor meningkat. kinerja sektor industri pada kuartal II/2021 naik 6,91 persen sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 7,07 persen.

“Industri semen menjadi salah satu sektor strategis karena menopang pembangunan infrastruktur,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil, Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam dalam keterangannya.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan pendapatan sebesar Rp16,21 triliun naik 1,2 persen dibandingkan di 2020 yang sebesar Rp16,03 triliun. Laba bersih perusahaan pelat merah ini juga naik sekitar 29 persen menjadi Rp794,12 miliar dari Rp612 miliar di semester I/2020.

Volume penjualan Semen Indonesia naik menjadi 19,15 juta ton di paruh pertama 2021, dari capaian 18,11 juta ton di semester I/2020. Penjualan tersebut juga jauh lebih baik dibandingkan sebelum pandemi. Pada semester I/2019, penjualan Semen Indonesia mencapai 17,96 juta ton.

Berdasarkan segmen, penjualan produksi semen kepada pihak ketiga dan pihak berelasi sebesar Rp10,9 triliun, turun dibandingkan capaian di semester I/2020 Rp12 triliun. Penjualan produksi nonsemen seperti penambangan batu kapur, pembuatan kantong, beton jadi siap pakai pada semester I/2021 naik 32,5 persen menjadi Rp5,3 triliun.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. juga membukukan kenaikan pendapatan bersih 8 persen menjadi Rp6,66 triliun pada paruh pertama 2021 dari pendapatan pada semester I/2020 sebesar Rp6,17 triliun. Pendapatan terbesar dari penjualan semen kepada pihak eksternal Rp6,18 triliun, diikuti penjualan beton siap pakai dan tambang agregat.

Laba bersih pun meningkat pada semester I/2021 menjadi Rp586,57 miliar dari Rp470,03 miliar di semester /2020. Volume penjualan di sepanjang enam bulan pertama 2021 Indocement sebanyak 8,19 juta ton atau naik 11,3 persen dari realisasi penjualan di periode sama tahun lalu sebesar 7,36 juta ton.

Dari segmen geografis, pendapatan dari penjualan domestik baik ke Jawa dan luar Jawa sama-sama meningkat di semester I/2021 masing-masing Rp4,9 triliun dan Rp1,6 triliun. Adapun pendapatan dari ekspor mencapai Rp122 miliar, naik dari Rp52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk., anak usaha PT Semen Indonesia Tbk. ini mencatatkan pendapatan Rp5,06 triliun di semester I/2021, naik 12,06 persen dibandingkan periode sama 2020 sebesar Rp4,51 triliun. Pendapatan terbesar dari penjualan semen sebesar Rp4,66 triliun, diikuti penjualan beton jadi (Rp378 miliar) dan jasa konstruksi (Rp23 miliar).

Laba bersih PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. dalam enam bulan pertama 2021 sebesar Rp249 miliar atau naik 203,66 persen dari realisasi periode yang sama 2020 yang sebesar Rp82,08 miliar. Perusahaan mencatatkan volume penjualan 6,22 juta ton semen atau naik 17,73 persen dari realisasi semester I/2020 sebesar 5,29 juta ton.

Dari segi segmen geografis, pendapatan dari penjualan domestik, yang terbesar di Jawa senilai Rp3,2 triliun atau naik dari capaian Rp2,7 triliun di periode sama tahun lalu. Sedangkan pendapatan dari ekspor sebesar Rp438 miliar, juga naik dari pendapatan di semester I/2020 yang sebesar Rp280 miliar.


Berbalik untung

Kinerja PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. juga membaik. Perusahaan ini membukukan pendapatan sebesar Rp763,63 miliar di semester I/2021 ini, naik 13,66 persen dari pendapatan sebesar Rp671,82 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Jika dirinci, pendapatan masih didominasi oleh penjualan semen bungkus kepada pihak ketiga yang mencapai Rp654,81 miliar. Disusul, penjualan semen curah senilai Rp92,08 miliar, pendapatan dari jasa pengangkutan sebesar Rp2,11 miliar, dan penjualan mortar sebanyak Rp37,74 juta.

Semen Baturaja juga mencatatkan pendapatan dari pihak berelasi, seperti penjualan semen curah kepada PT Wijaya Karya Beton Tbk senilai Rp150,20 juta dan penjualan tanah liat putih (white clay) kepada PT Pupuk Sriwijaya sebesar Rp14,27 miliar.

Perusahaan pun berhasil membalikkan kerugian sebesar Rp137,62 miliar pada semester I/2020 menjadi laba bersih senilai Rp2,65 miliar pada semester I/2021. Salah satu yang mendongkrak adalah volume penjualan di semester I/2021 sebesar 851.000 ton, naik dari realisasi di periode sama 2020 yang sebesar 746.000 ton.

Dari informasi segmen, pendapatan penjualan semen paling besar berasal dari pasar basis, yaitu Sumatera selatan dan Lampung dengan total penjualan Rp666 miliar, naik dari periode sama di 2020 yang sebesar Rp604 miliar. Adapun pendapatan dari pasar nonbasis seperti di Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung dan Kalimantan mencapai Rp80 miliar.

Analis MNC Sekuritas Herditya mengatakan kinerja perusahaan semen terbuka di semester I/2021 menunjukkan kenaikan pada penjualan. “Hal ini tercatat pada permintaan semen secara nasional oleh Asosiasi Semen Indonesia yang naik 7,3 persen di semester I/2021,” katanya kepada Lokadata.id, Senin (9/8/2021).

Dia melanjutkan kenaikan permintaan tersebut menunjukkan kondisi pasar yang sudah relatif normal. “Kami perkirakan hal ini juga disebabkan adanya kenaikan penjualan ekspor semen ke negara-negara tetangga serta adanya kenaikan penjualan domestik,” kata dia.

Herditya melanjutkan penjualan domestik disokong oleh pembangunan perumahan swasta dan penjualan pada pihak ketiga dan pihak berelasi. Permintaan semen di Jawa dan Sumatera berasal dari proyek seperti kereta cepat Jakarta-Bandung dan pembangunan jalan tol Trans-Sumatera.

Ke depan, kinerja industri semen menurutnya perlu dicermati dengan adanya pemberlakuan PPKM di awal Juli 2021, terutama di Jawa. Pada semester I/2021, penjualan semen di Jawa masih naik 9,5 persen dan Sumatera tumbuh sebesar 10,5 persen. Sebagian besar untuk proyek-proyek infrastruktur