Lokadata.ID

Komik: Bansos dobel dan data ganda

Sungguh terjadi, warga mengembalikan bansos tunai karena dobel, atau penerima salah sasaran. Ada baiknya dikembalikan, sekalian lapor supaya data penerima bansos divalidasi. Di masa pandemi begini pasti ada yang lebih membutuhkan.
Sungguh terjadi, warga mengembalikan bansos tunai karena dobel, atau penerima salah sasaran. Ada baiknya dikembalikan, sekalian lapor supaya data penerima bansos divalidasi. Di masa pandemi begini pasti ada yang lebih membutuhkan. Tito & Narendra / Lokadata.id

RANGKAP| Dinukil dari situs jatengprov.go.id (4/8/2021) seorang buruh tani dan dua warga Desa Kotesan, Klaten, Jawa Tengah, mengembalikan bantuan sosial tunai (BST) karena sudah mendapat bantuan dana desa. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sedang mengecek pembagian BST di desa, lantas mengunggah peristiwa itu di instagramnya.

Di lapangan, masih terjadi data ganda. Sehingga warga menerima bantuan sosial (bansos) dobel, di sisi lain ada warga yang belum mendapat penyaluran bantuan sosial. Menteri Sosial Tri Rismaharini pada Mei 2021 pernah memaparkan ada 21 juta data penerima bansos yang bermasalah. Misalnya, data penerima tak valid, duplikasi NIK, hingga penerima tidak miskin. Menurut Risma, bank juga tidak bersedia menyalurkan karena nama warga yang kelewat nyeleneh, misalnya IT, juga THR.

Hingga bulan Agustus ini sejumlah daerah masih berkutat dengan data bermasalah. DKI Jakarta misalnya, akibat data ganda, 99.743 KK belum diberikan bantuan sosial non-tunai.