Lokadata.ID

Komik: Hari-hari gajian dan transaksi nontunai

Secara bertahap konsumen tergiring untuk semakin menggunakan kartu dan ponsel untuk membayar. Dimulai dari KRL, bus, dan jalan tol.
Secara bertahap konsumen tergiring untuk semakin menggunakan kartu dan ponsel untuk membayar. Dimulai dari KRL, bus, dan jalan tol. Tito Sigilipoe / Beritagar.id

GESER | Inilah era cashless society. Makin ke sini makin menjadi. Pembayaran apa pun, dengan nilai kecil di bawah Rp100.000, tak perlu membuka dompet. Cukup dengan kartu dari bank, atau penyedia jasa, dan ponsel.

Apalagi jika transaksi dilakukan melalui ponsel, sejak pemilihan produk hingga pembelian – dari memesan pengecas ponsel hingga bayar iuran BPJS Kesehatan.

Ada dua penggerak transaksi nontunai. Pertama dengan cara memaksa konsumen. Misalnya membayar ongkos naik KRL dan bus Transjakarta (keduanya tanpa karcis) dan membayar tol. Lalu cara kedua dengan rayuan oleh penyedia jasa, baik lembaga keuangan maupun toko.

Nontunai bukan cuma menggeser cara pembayaran tetapi juga pekerjaan orang. Lihat saja gerbang jalan tol. Tanpa petugas penghirup asap knalpot. Di beberapa area parkir terjadi hal serupa.