Lokadata.ID

Komik: Pohon kurma untuk trotoar

DPRD DKI Jakarta mengusulkan trotoar di Cikini ditanami kurma, karena tidak merusak trotoar dan lebih rindang.
DPRD DKI Jakarta mengusulkan trotoar di Cikini ditanami kurma, karena tidak merusak trotoar dan lebih rindang. Salni Setyadi / Beritagar.id

REKOMENDASI | Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah merekomendasikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanam pohon kurma di kawasan trotoar Cikini, Jakarta Pusat (12/11/2019). "Saya mengusulkan untuk ditanami pohon kurma (di trotoar)," ujarnya.

Tentu ada banyak faktor yang menjadi dasar rekomendasi. Dalam hal ini, Ida menilai pohon-pohon tabebuya di depan Taman Ismail Marzuki membutuhkan waktu lama sampai rindang. "Pohon kurma kalau dihias lampu kerlap-kerlip bagus buat dilihat itu saja sih. Prinsip yang ditanam harus pohon yang sudah besar biar cepat rindang dan pejalan kaki tidak terlalu panas," kata Ida yang berasal dari Fraksi PDIP.

Pohon tabebuya mulai rindang dan berbunga setelah berusia 8 bulan, saat usianya 6 tahun bisa mencapai tinggi 3 meter. Pohon kurma berbuah setelah 4-7 tahun dengan tinggi mencapai 7 meter. Akar tunggang tabebuya aman untuk konstruksi bangunan di sekitarnya, walaupun tingginya harus dipertahankan sekitar 4-5 meter.

Ida mempunyai pendapat sendiri, menurutnya akar pohon kurma yang kecil tidak akan merusak pedestrian walk jika nantinya ditebang atau dipindahkan. Ia hendak menyurati Dinas Kehutanan untuk menyampaikan rekomendasi tersebut.

Kalau soal pohon berhias lampu kelap-kelip, kan bulan depan hari raya Natal. Apakah boleh sementara ditanami cemara?