Lokadata.ID

KPK pecat pegawai, gadaikan barang bukti emas 1,9 kg

Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean bersama anggota Syamsuddin Haris dan Harjono memberikan keterangan pers seusai menyelenggarakan sidang putusan pelanggaran kode etik pegawai KPK di Jakarta, Kamis (8/4/2021).
Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean bersama anggota Syamsuddin Haris dan Harjono memberikan keterangan pers seusai menyelenggarakan sidang putusan pelanggaran kode etik pegawai KPK di Jakarta, Kamis (8/4/2021). Aprillio Akbar / ANTARA FOTO

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi memecat pegawainya yang diduga mencuri emas seberat 1,9 kg barang bukti kasus korupsi dan melaporkannya ke polisi. KPK menilai pencurian itu bukan cuma sekedar pelanggaran etik, melainkan masuk ranah pidana.

"Pimpinan KPK telah memutuskan bahwa kasus ini dibawa ke ranah pidana dan telah dilaporkan," kata Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Panggabean seperti dikutip Tempo, Kamis, 8 April 2021.

Pegawai KPK berinisial IGA dipecat karena menggadaikan emas barang bukti kasus rasuah seberat 1,9 kilogram. Tumpak mengatakan IGA mencuri emas itu untuk melunasi hutangnya yang menumpuk karena bermain forex.

"Cukup banyak hutangnya, karena yang bersangkutan terlibat dalam suatu bisnis tidak jelas, forex itu," kata Tumpak di kantornya, Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Forex adalah kegiatan jual beli valuta asing. Jenis investasi ini dikenal memiliki risiko besar, tapi juga menjanjikan keuntungan banyak.

Tumpak mengatakan pegawai itu bekerja di Direktorat Labuksi KPK, sehingga memiliki akses ke barang bukti. Mantan pimpinan KPK itu mengatakan pencurian dilakukan dalam beberapa tahap sejak Januari 2020 dan baru ketahuan pada Juni 2020, ketika barang bukti itu akan dieksekusi. Sebagian emas itu, kata dia, sudah digadaikan. Hasil penggadaian emas itu diperkirakan mencapai Rp 900 juta.

Pada Maret 2021, kata Tumpak, sebagian barang bukti yang digadaikan itu kemudian ditebus menggunakan hasil penjualan tanah warisan pegawai itu.

Meski sudah dikembalikan, Dewas KPK dalam sidang putusan yang digelar Kamis, memutuskan memecat pegawai dengan tidak hormat. Dewas menganggap IGA melanggar nilai-nilai komisi antirasuah, seperti integritas dan kejujuran.

Ringkasan

  • KPK memecat pegawainya yang diduga mencuri emas seberat 1,9 kg barang bukti kasus korupsi dan melaporkannya ke polisi.
  • Diketahui, Dewas KPK pada Kamis ini telah membacakan putusan terhadap hasil pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik yang dilakukan IGAS tersebut dengan memberhentikan yang bersangkutan dengan tidak hormat.
  • Soal barang bukti, saat ini dalam pengelolaan KPK untuk dilakukan proses lelang.
  • Ia mencuri barang bukti emas yang merupakan barang rampasan negara dari perkara korupsi Yaya Purnomo.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh visit.co.id dan tribunnews.com dengan 1 pemberitaan, diikuti peringkat kedua rmol.id dengan 1 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik dimulai sejak pukul 00:00 hingga 07:00 WIB, dan merupakan puncak dari pemberitaan dengan total 2 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 1.0 interaksi, diikuti peringkat kedua ayobandung.com dengan 0.0 interaksi. Selanjutnya gaungntb.com dengan 0.0 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.