Lokadata.ID

Kucumbu Tubuh Indahku mewakili Indonesia di Piala Oscar 2020

Muhammad Khan (kanan) dan Randy Pangalila dalam film Kucumbu Tubuh Indahku
Muhammad Khan (kanan) dan Randy Pangalila dalam film Kucumbu Tubuh Indahku Fourcolours films

Proses seleksi yang dilakukan Indonesian Academy Awards Selection Committee (IOSC) telah mengetuk palu. Mereka akhirnya memilih Kucumbu Tubuh Indahku sebagai perwakilan Indonesia pada ajang Piala Oscar 2020.

Komite seleksi bentukan Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) itu berisikan 13 orang insan perfilman.

Aktris Christine Hakim duduk sebagai ketua didampingi Sheila Timothy yang menjadi sekretaris.

Anggota lainnya terdiri dari Firman Bintang, Adisurya Abdy, Mathias Muchus, Lola Amaria, Roy Lolang, Alim Sudio, Fauzan Zidni, Benny Setiawan, Reza Rahadian, Thoersi Argeswara, dan Benny Benke.

PPFI merupakan perpanjangan tangan Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS), penyelenggara Academy Awards alias Piala Oscar.

Tugas mereka menyeleksi satu dari sekian banyak film untuk mewakili Indonesia berkompetisi dalam kategori Foreign Language Film alias Film Berbahasa Asing.

Pada penyelenggaraan ke-92 Piala Oscar yang berlangsung 9 Februari 2020, nama kategori tersebut bersalin rupa menjadi International Feature Film.

AMPAS melalui Larry Karaszewski dan Diane Weyermann dari Komite International Feature Film menjabarkan alasan pergantian nama tersebut.

Menyitir laman oscars.org, penyematan kata foreign alias asing sudah tidak relevan lagi dalam komunitas pembuatan film global.

Nama International Feature Film dianggap lebih mewakili kategori ini menimbang film sebagai karya seni merupakan medium berbagi pengalaman universal yang inklusif.

"Setelah melakukan penilaian dengan saksama berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, kami menetapkan Kucumbu Tubuh Indahku sebagai film pilihan dan berhak mewakili Indonesia dalam ajang Academy Awards ke-92 untuk kategori International Feature Film," ujar Sheila Timothy dalam konferensi pers di XXI Lounge Plaza Senayan, Jakarta Pusat (17/9/2019).

Para anggota IOSC menyeleksi film-film Indonesia yang tayang di bioskop selama periode 1 Oktober 2018 hingga 30 September 2019.

Hasilnya terkumpul 99 judul film yang memenuhi persyaratan. Kemudian dilakukan seleksi lagi hingga tersisa tiga judul saja, yaitu Ave Maryam, Kucumbu Tubuh Indahku, dan 27 Steps of May.

Sebenarnya ada satu kandidat film lainnya yang juga bersaing ketat masuk tiga besar. Film tersebut berjudul Bumi Manusia, ekranisasi novel karangan Pramoedya Ananta Toer yang disutradarai Hanung Bramantyo.

Karena membawa beban cerita latar era kolonial pada abad ke-19, film tersebut akhirnya digugurkan. Para anggota komite menganggap desain produksi film tersebut jauh dari ideal, kurasi aktor yang mengganggu, hingga cara penyutradaraan.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Christine Hakim mengatakan bahwa Kucumbu Tubuh Indahku terpilih karena memiliki paket lengkap. Sebuah film yang tidak hanya menyuguhkan bahasa oral dan gambar saja, namun memiliki juga bahasa batin dan rasa.

Kelebihan lainnya, film itu turut memperkenalkan budaya Indonesia lewat sosok Juno (diperankan Muhammad Khan) yang dikisahkan seorang penari Lengger.

Bagi Garin, ini merupakan kali kedua film yang disutradarainya terpilih mewakili Indonesia meluncur ke ajang Piala Oscar. Sebelumnya sudah ada Daun di Atas Bantal (1998).

Indonesia melengkapi beberapa negara Asia lainnya yang telah pula mengutus satu wakil resminya berlaga dalam ajang Piala Oscar. Semisal Korea Selatan yang mengirimkan Parasite, lalu masih ada film Weathering With You (wakil dari Jepang), In the Life of Music (Kamboja), Finding Farideh (Iran), dan It Must Be Heaven (Palestina).

AMPAS masih membuka pendaftaran bagi negara-negara yang ingin mengirimkan wakilnya untuk berlaga dalam kategori Foreign Language Film hingga 1 Oktober 2019.

Pengumuman 10 film unggulan (shortlisted) dalam kategori tersebut lazimnya berlangsung penghujung tahun. Berdasarkan daftar tersebut, akan dipilih lima film sebagai nomine yang diumumkan Januari 2020.