Lokadata.ID

Luas lahan pertanian tumbuh, tapi luas panen tergerus

Perkembangan luas lahan pertanian produktif
Perkembangan luas lahan pertanian produktif Fadhlan Aulia / Lokadata.id

Ketahanan pangan sulit digapai dengan kemampuan produksi yang terus menyusut. Data menunjukkan, luas lahan pertanian di Indonesia memang masih bertambah, tapi yang dapat dipanen justru berkurang.

Dalam rapat kerja bersama DPR, penghujung Maret lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkeluh-kesah tentang menyusutnya luas lahan pertanian yang banyak beralih fungsi menjadi lahan non pertanian. Maklum, ongkos sewa ataupun harga lahan pertanian, terutama sawah, termasuk murah.

Menteri Yasin Limpo mengungkapkan, terjadi alih fungsi lahan pertanian 150.000 hektare pada 2019. Pak Menteri mengaku tak kuasa mencegah, lantaran kendali alih fungsi lahan berada di pemerintahan daerah, khususnya kabupaten.

Uniknya, data penurunan luas lahan pertanian yang disampaikan Menteri Limpo tak cocok dengan data dari Kementerian Pertanian yang dia pimpin. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian mencatat, pada 2019 total luas lahan pertanian produktif justru bertambah, dari 24,1 juta hektare menjadi 25,1 juta hektare. Begitu pun dengan lahan sawah, meski lebih sempit ketimbang 2017.

Terlepas dari perbedaan tersebut, jika merujuk data Badan Pusat Statistik, penyusutan luas lahan bukan satu-satunya persoalan di sektor pertanian. Ada hal lain yang perlu dicermati: luas panen. Lahan yang dapat dipanen hasilnya ini, terus menyusut. Begitu pula dengan produktivitas lahan -- meski ada sedikit kenaikan pada 2020, tapi masih di bawah kondisi 2018.

Data luas panen yang lebih tinggi ketimbang luas sawah itu, terjadi karena dalam satu tahun, setiap area sawah bisa ditanami lebih dari satu kali. Untuk itu, susutnya luas panen bukan hanya terjadi lantaran luas sawah menurun, tapi juga karena sawahnya tak bisa ditanami.

Mengapa sawah tak bisa ditanami? Ada banyak sebab. Bisa karena musim (kemarau panjang), serangan hama, atau mungkin juga lantaran ditanami komoditas selain padi dengan pertimbangan nilai ekonominya yang lebih tinggi.

Karena itu, sekalipun luas lahan pertanian terus ditambah, masih ada persoalan lain yang menghantui ketahanan pangan: tingkat efektivitas lahan dan stabilitas harga hasil pertanian pangan di tingkat petani. Ini yang kerap tak memenuhi kebutuhan petani. Akibatnya, produksi padi berpeluang terus menyusut.

Luas panen terus menyusut
Luas panen terus menyusut Fadhlan Aulia / Lokadata.id