Lokadata.ID

Listing perdana, saham Bukalapak langsung terkena batas atas auto rejection

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang (kiri), CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin (kedua kiri), Direktur Consumer& Retail Transactions Bank Mandiri Hery Gunardi (kedua kanan) dan Asisten Direktur Divisi Perizinan Sistem Pembayaran dan Elektronifikasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Ria Swandito, bersiap menandatangani kerjasama akses keuangan bagi masyarakat di Jakarta, Senin (10/2/2020).
Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang (kiri), CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin (kedua kiri), Direktur Consumer& Retail Transactions Bank Mandiri Hery Gunardi (kedua kanan) dan Asisten Direktur Divisi Perizinan Sistem Pembayaran dan Elektronifikasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Ria Swandito, bersiap menandatangani kerjasama akses keuangan bagi masyarakat di Jakarta, Senin (10/2/2020). Reno Esnir / ANTARA FOTO

Pemegang saham PT Bukalapak.com Tbk. berpotensi meraup keuntungan yang cukup besar pada pasar perdana saham unicorn pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Pada akhir perdagangan Jumat (6/8), saham dengan kode BUKA ini ditutup pada harga Rp1.060 per lembar saham atau naik 24,71 persen.

Namun, perdagangan saham Bukalapak langsung terkena batas auto rejection atas (ARA) menjadi Rp1.060 per saham saat pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Otomatis perdagangan saham langsung dihentikan, sehingga harga saham berhenti di posisi Rp1.060 sampai penutupan.

Frekuensi perdagangan saham perusahaan all-commerce itu sebanyak 3.644 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 511,83 juta lembar saham senilai Rp542,4 miliar. Bukalapan mencatatkan 103,06 miliar lembar saham dalam IPO ini. Dengan harga Rp850, kapitalisasi pasar BUKA mencapai Rp87,6 triliun.


Penawaran saham Bukalapak menggunakan metode pooling dengan penjamin emisi Mandiri Sekuritas. Menurut Mandiri Sekuritas, permintaan atas saham Bukalapak membeludak dengan total 8,7 kali lipat dan melibatkan hampir 100 ribu investor, sebagian besar generasi milenial dan Gen Z.

Perusahaan yang didirikan Achmad Zaky ini melepas 25,76 miliar lembar saham dengan harga Rp850, sehingga total dana segar yang diperoleh Bukalapak dari IPO mencapai sekitar Rp21,9 triliun.

Ringkasan

  • MerahPutih.com - Perusahaan e-commerce Indonesia, PT Bukalapak.com Tbk dengan (Kode Saham: BUKA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
  • PT Mandiri Sekuritas mencatat pembeli mayoritas saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) adalah generasi millennial dan Gen-Z.
  • Meskipun telah dilirik bursa, berdasarkan data RTI, pada perdagangan Jumat (6/8) pukul 9.48 WIB saham BBYB tercatat mengalami kenaikan 13,25% ke level Rp 1.710 per saham.
  • Meski demikian, secara tahun berjalan, saham DNAR masih berada di zona hijau dengan penguatan 54,35 persen secara year-to-date (ytd) dari level Rp184 pada awal 2021.
  • Minat terhadap IPO Bukalapak sudah tergambar sejak masa penawaran awal alias bookbuilding.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh bisnis.com dengan 5 pemberitaan, diikuti peringkat kedua cnbcindonesia.com dengan 4 pemberitaan. selanjutnya kontan.co.id dengan 3 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 11:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 09:00 WIB dengan total 4 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh bisnis.com dengan 623 interaksi, diikuti peringkat kedua cnbcindonesia.com dengan 253 interaksi. Selanjutnya kompas.com dengan 2 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.