Lokadata.ID

Manipulasi data saat ajukan KPR bisa berakibat pidana

SPONSOR:  Rumah123.com
Ilustrasi manipulasi data
Ilustrasi manipulasi data rumah123.com

Saat ini, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi pilihan favorit nasabah. Sebab, ada beberapa hal yang memudahkan nasabah memiliki rumah impian. Misalnya, uang muka minimal tiga puluh persen dari harga rumah, serta lama cicilan yang bisa mencapai belasan, bahkan puluhan tahun.

Namun, pengajuan KPR terbilang gampang-gampang susah. Ini menyangkut uang dalam jumlah besar, jadi sudah sewajarnya setiap bank penyedia KPR memiliki persyaratan cukup ketat dalam menyeleksi calon nasabah yang berhak menerima pinjaman KPR.

Persyaratan yang begitu banyak membuat para pengaju KPR kerap melakukan manipulasi. Padahal, dilansir dari situs properti rumah123.com, manipulasi sangat tidak dianjurkan, sebab bisa berakibat buruk. Bahkan pada kasus tertentu, bisa berujung pada pidana.

Apa saja tipe manipulasi yang kerap dilakukan pihak nasabah? Sebelumnya, kita pahami dulu beberapa syarat dan kriteria nasabah supaya KPR disetujui oleh bank. Pertama, pengaju berusia minimal 21 tahun dan berstatus sebagai pegawai tetap/ wiraswasta/ profesional dengan masa kerja minimal satu tahun untuk pegawai atau 2 tahun bagi wiraswasta dan profesional.

Selain itu, pemohon biasanya diminta menyerahkan dokumen, seperti KTP, KTP pasangan dan surat nikah (bagi yang sudah menikah), slip gaji/ surat izin praktek/ akta perusahaan, rekening koran, kartu kredit serta dokumen pendukung lainnya. Tidak kalah penting, dokumen terkait rumah yang ingin dibeli juga harus lengkap dan tidak bermasalah.

Untuk mengakali agar kemungkinan KPR diterima lebih besar, ada nasabah yang merekayasa nominal gaji tertera pada slip gaji. Angkanya dibuat lebih tinggi dibandingkan penghasilan sebenarnya.

Padahal, hal tersebut berpotensi merugikan si nasabah. Mungkin kebohongan soal gaji nasabah tidak terdeteksi pihak bank, namun ada kemungkinan nasabah bisa mengalami kesulitan membayar cicilan karena mengeluarkan dana di luar batas kemampuannya.

Aturan maksimal angsuran per bulan sebesar 30 hingga 40 persen dari gaji bukan omong kosong belaka. Batas tersebut dianggap paling aman bagi kondisi keuangan nasabah saat menjalani cicilan KPR. Jika nasabah mengeluarkan lebih dari 40 persen gaji sebenarnya untuk bayar cicilan, kondisi keuangannya bisa terganggu.

Dalam beberapa kasus, rekayasa data saat pengajuan KPR ke pihak bank dapat berakibat lebih serius. Sebagai contoh, ada calon nasabah mengaku belum menikah padahal sudah menikah.

Hal ini bisa terjadi jika calon nasabah berada dalam kondisi tertentu. Misalnya, memiliki pasangan yang sedang bepergian ke luar kota dalam jangka waktu lama, sehingga bisa menyulitkan proses akad KPR. Alhasil, ia melakukan manipulasi pengajuan KPR dengan mengaku belum menikah, supaya penandatanganan bisa dilakukan tanpa kehadiran pasangan.

Meski kebohongan tersebut terlihat tidak berisiko, pihak bank bisa saja mengetahuinya. Bukan tidak mungkin pihak bank akan melaporkan pengaju atas tuduhan penipuan. Sebab, bank akan merugi jika sewaktu-waktu terjadi kredit macet. Bank menduga bahwa pasangan pengaju bisa saja menyangkal pernah menyetujui adanya perjanjian KPR.

Dalam hal ini, penipuan identitas saat pengajuan KPR diatur dalam landasan hukum melalui Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berisi, “Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakan orang lain untuk menyerahkan sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam, karena penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun”.

Penuh risiko, bukan? Jadi sebaiknya bagi pengaju yang ingin membeli rumah menggunakan proses KPR jangan coba-coba memanipulasi data atau melakukan kecurangan. Cukup serahkan dokumen asli tanpa manipulasi, Anda akan terhindar dari kerugian pidana karena melakukan pelanggaran hukum.

Bagi Anda yang sedang mencari informasi untuk kepemilikan rumah dengan harga terjangkau dengan KPR tepercaya dan memudahkan, dapat mengunjungi tautan ini.