Lokadata.ID
Melirik peluang dagang daring
Belanja daring makin diminati. Grapestock/Shutterstock

Melirik peluang dagang daring

Pemerintah memiliki target, pada 2020, Indonesia akan jadi pemain terbesar di Asia Tenggara dalam hal ekonomi digital.

Belanja, lain dulu lain sekarang. Dulu, orang lebih suka jalan-jalan di toko, melihat, memegang, mencoba barang yang akan dibeli, lalu membuat keputusan untuk membeli atau tidak. Kini, belanja bahkan bisa hanya lewat komputer atau ponsel selama Anda terhubung dengan koneksi internet.

Anda tinggal melihat-lihat barang lewat foto, mencari tahu informasi mengenai barang tersebut, transfer sejumlah uang, dan tinggal duduk manis di rumah menanti belanjaan datang. Proses belanja pun jadi lebih mudah.

Anda juga tak perlu khawatir jika sedang tak memiliki uang dalam waktu dekat, karena beberapa toko daring menawarkan program cicilan dengan kartu kredit. Bahkan sudah ada layanan yang memberi fasilitas cicilan tanpa kartu kredit. Misalnya layanan Kredivo.

Saat ini, usaha daring berkembang pesat. Bukan hanya produk yang sudah ternama atau berasal dari perusahaan besar yang bisa sukses. Siapa saja yang mau serius bisa turut merasakan keuntungan fenomena belanja daring ini.

Tertarik untuk terjun dalam dunia bisnis daring? Pada mulanya, membuka usaha tentu gampang-gampang susah. Namun, seperti kata pepatah, "Banyak jalan menuju Roma". Selalu ada cara memulai sesuatu dari awal.

Anda butuh perencanaan yang matang untuk memulai bisnis. Perencanaan ini bisa dimulai dari pemilihan produk, riset pasar, menyusun strategi, serta memanfaatkan media sosial untuk pemasaran.

Setiap tahun pengguna internet di Indonesia kian bertambah, transaksi daring terus meningkat, dan munculnya berbagai fitur menarik dari media sosial dapat membuat kegiatan berdagang semakin mudah.

Berawal dari dagang daring, kini sudah banyak pebisnis yang meraih kesuksesan. Giliran Anda untuk memanfaatkan peluang ini.

Dalam laporan khas kali ini, akan dikupas tuntas segala hal mengenai dagang daring yang mewabah. Mulai dari perkembangannya di Indonesia, kisah sukses pengusaha, sampai kiat memulai usaha daring.

Perkembangan dagang daring di Indonesia

Dagang daring di Indonesia sebenarnya bukan hal baru. Pada tahun 1999, Lippo Group pernah meluncurkan situs Lipposhop. Namun sayangnya harus berhenti beroperasi karena masyarakat belum siap belanja menggunakan media internet.

Saat itu, masih banyak orang senang belanja langsung di toko karena melihat dan menyentuh barang yang hendak dibeli. Tahun demi tahun berganti, kebiasaan pun berubah. Kini, belanja daring sudah mulai digemari.

Hasil jajak pendapat di akun Twitter @BeritagarID menunjukkan 52 persen dari total 355 orang pemilih menyatakan lebih sering belanja daring. Sementara 48 persen sisanya masih lebih sering belanja di mal.

Perbedaannya tidak fantastis. Namun ini menunjukkan porsi kue yang semula hanya diperuntukkan bagi para pemilik toko, kini terbagi lebih dari setengahnya untuk toko daring. Artinya, memang ada perubahan pemilihan media belanja.

Perkembangan bisnis daring di Indonesia, menurut Daniel Tumiwa, Ketua Indonesia E-Commerce Association (idEA), dimulai pada tahun 1994. Saat itu, Indonet, sebagai Internet Service Provider (ISP) komersial pertama mulai berdiri.

Setelah itu, tahun 1999, Andrew Darwis mulai mendirikan Kaskus, kemudian disusul kemunculan Bhinneka.com. Enam tahun kemudian, situs jual beli daring Tokobagus mulai mencuri perhatian sampai dua tahun kemudian layanan Doku atau dompet elektronik hadir. Mulai awal tahun 2000 hingga kini, bisnis berbasis internet terus tumbuh.

Walau sama-sama bisnis, jenis usahanya pun bisa mencakup banyak bidang, mulai dari mode, pembelian tiket, sampai transportasi daring.

Semakin lama, orang-orang pun mulai menyadari keuntungan belanja daring, di antaranya dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa harus meluangkan waktu untuk ke toko, harga lebih rendah, sering ada potongan harga, barang lebih bervariasi, dan yang penting privasi Anda tetap terjaga.

Tak akan terjadi lagi momen malu-malu ke toko tertentu untuk membeli sebuah barang, misalnya Anda laki-laki dan ingin membeli pakaian dalam untuk pasangan.

Dengan belanja daring, Ada bisa hemat waktu karena tinggal pilah-pilih barang di situs atau media sosial, transfer sejumlah uang , dan tinggal menunggu barang idaman sampai tanpa harus bermacet-macetan di jalan dan terhindar dari kebingungan di toko.

Narablog sekaligus pengusaha Diana Rikasari adalah salah satu orang yang senang belanja daring, terutama barang-barang bermerek. "Aku merasakan tekanan ketika masuk toko yang menjual barang branded, karena aku enggak begitu mengenal produknya dan aku sering ngerasa enggak enak sama SPG-nya kalau aku minta lihat satu per satu ukurannya," kata Diana kepada Tempo.co.

Menurut Diana, saat belanja daring, Anda bisa melakukan riset lebih dalam mengenai barang yang akan dibeli. Ada pun keuntungan belanja daring versi Diana adalah bisa membandingkan harga dan adanya program cicilan.

Bicara soal cicilan, beberapa situs e-dagang seperti Blibli, MatahariMall, Elevenia, dan JD.id, memang menyediakan program ini bagi pemilik kartu kredit.

Berbagai program menguntungkan serta promosi yang diberikan para pengusaha daring bisa jadi salah satu alasan mengapa orang gemar belanja lewat internet.

Pemerintah pun rupanya memiliki target bahwa tahun 2020 nanti, Indonesia akan jadi pemain terbesar di Asia Tenggara dalam hal ekonomi digital. "Semua negara, hampir semua negara berbicara mengenai ekonomi digital. Kita tidak boleh tertinggal. Kita juga harus ambil peran dalam tren perubahan itu. Saya melihat kita memiliki potensi besar untuk kembangkan ekonomi digital," kata Presiden Joko Widodo.

"Potensi pasar yang sangat besar ini tidak boleh ditinggal begitu saja. Dan Saya yakin ini akan menjadi fondasi bagi Indonesia untuk menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," tambahnya, seperti dikutip Okezone.com.

Sepertinya target tersebut bisa saja tercapai, mengingat jumlah pengguna internet di Indonesia pun terus bertambah.

Menurut data yang dikumpulkan Beritagar.id melalui Lokadata, sejak 2005, jumlah pengguna internet terus meningkat dari 16 juta hingga mencapai 132,7 juta pengguna pada 2016 ini.

Google pun menyatakan bahwa dari 100 juta pengguna ponsel pintar di Indonesia tersebut, sebanyak 57 persen sudah mulai menggunakannya untuk berbelanja daring.

Hengky Prihatna, Industry Head of Google Indonesia, hingga kuartal ketiga 2016, ada lima situs e-dagang yang paling sering diakses oleh pengguna ponsel pintar. Urutan pertama adalah Lazada, disusul oleh Tokopedia, Bukalapak, Elevenia, dan terakhir Blibli.com.

Dari lembaga kajian ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memperkirakan, nilai perdagangan elektronik di Indonesia pada 2016 mencapai Rp319,8 triliun.

Tahun 2016 ini, jenis belanja daring terbanyak yang pernah dilakukan adalah membeli tiket. Sebanyak 25,7 persen pengguna internet dari total keseluruhan 132,7 juta orang membeli beli tiket di internet.

Sisanya sebanyak 22,2 persen belanja kebutuhan rumah tangga, 3,6 persen membeli pakaian, dan 3,4 persen memesan hotel.

Dari sejumlah data yang telah dipaparkan, para pengusaha atau pun calon pengusaha dapat memanfaatkan peluang ini untuk meraup keuntungan dari bisnis daring, sekaligus membantu tercapainya target pemerintah agar Indonesia bisa jadi pemain besar dalam ekonomi digital di Asia Tenggara pada 2020.

Melihat peluang pada bisnis daring
Melihat peluang pada bisnis daring Sergey Nivens / Shutterstock

Memulai bisnis daring

Membangun sebuah usaha mungkin terbayang begitu berat. Padahal, ada tahap-tahap yang bisa dilakukan bagi siapa saja yang berminat dan bisa serius di bidang ini.

Pertama, mulailah dengan memilih pasar dan mencari produk dengan memerhatikan kebutuhan pasar. Bila ragu, Anda bisa minta dari para ahli. Lakukan riset untuk mengukur minat orang-orang terhadap barang atau jasa yang Anda jual.

Mencari produk yang tepat bagi bisnis pertama Anda mungkin tak selalu berhubungan dengan kemampuan atau kesukaan Anda. Yang Anda butuhkan adalah menentukan target market dan tahu apa yang mereka butuhkan.

Hal ini juga terjadi pada Yasa Singgih, Pendiri Men's Republic, jenama sepatu khusus laki-laki.

"Kalau cerita saya pribadi, saya lebih suka pembelajaran di jalanan, banyak hal-hal bodoh yang saya lakukan. Karena saya tak tahu desain, saya datang ke pengrajin sepatu. Saya tanya ke bapaknya (pengrajin), sepatu yang paling laku kaya apa?" kata Yasa kepada DetikFinance.

Yasa juga berpendapat bahwa banyak pengusaha pemula yang gagal karena membuat produk sesuai selera pemiliknya namun sayangnya tak disukai pasar.

"Awalnya Saya nggak suka dengan sepatu Saya, tapi ternyata laku. Pas laku, Saya akhirnya jadi suka sendiri. Jadi lihat saja marketnya suka apa, jangan apa yang kamu suka. Karena apa yang kita suka belum tentu orang suka saat dilempar ke market," tambahnya.

Berbeda pendapat dari Yasa, Attina nuraini dan Evan driyananda yang merupakan Creative Director dan Art Director Mannequin Plastic, berpendapat bahwa untuk memulai bisnis baru, bisa diawali dengan mengenal diri sendiri, terutama soal ketertarikan pada sesuatu, kesukaan pribadi, serta menyadari kemampuan yang dimiliki. Dari situ, baru bisa memutuskan untuk memulai suatu bisnis.

Menurut Attina dan Evan, bila ingin bisnis yang bertahan lama bisa dimulai dari apa yang disukai dan ditekuni, bukan hanya karena produk tersebut sedang marak di pasaran.

Setelah menemukan pasar dan produk, pikirkan strategi bisnis Anda. Strategi bisa dimulai dari membuat produk Anda lebih menarik, membangun kredibilitas, cara menanggapi saran dari konsumen, soal pelayanan, dan kepuasan pelanggan.

Rangga Yuzar, Direktur Niion, jenama lokal asal Bandung yang menjual tas warna-warni berbahan nylon, mengatakan kepada Beritagar.id, "Untuk memulai sebuah bisnis, buatlah produk dengan ide original, persiapkan strategi yang tepat, susun rencana jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, analisa pasar itu juga penting untuk memasarkan produk."

Menurut Rangga, ada hal lain yang tak kalah pentingnya untuk sukses dalam berbisnis, yaitu disiplin dan kerja keras.

Bila produk yang Anda buat bukan sesuatu yang baru, pelajari juga soal kompetitor. Anda perlu menyadari siapa saingan Anda. Hal ini juga dilakukan agar dapat membuat produk berbeda dari jenama lain.

Inovasi adalah salah satu hal yang bisa dilakukan agar produk Anda berbeda. Ria Sarwono, Brand & Marketing Director Cotton Ink pun mengiyakan hal ini.

"Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah bagaimana membuat Cotton Ink berbeda dibandingkan brand fashion lokal perempuan lainnya. Solusi yang kami terus terapkan hingga saat ini adalah dengan terus berinovasi, dengan menghadirkan koleksi kolaborasi hingga membuka offline store," jelas Ria.

Menurut Ria, strategi lain yang bisa dilakukan adalah riset, mendengarkan keinginan konsumen dan merealisasikannya. Dengan mendengarkan, Cotton Ink dapat memberikan sebuah pengalaman belanja berbeda dan menghasilkan banyak konsumen yang loyal.

Bila semua hal mengenai produk sudah ditentukan, saatnya memikirkan cara berjualan. Di mana Anda akan menjualnya? Media sosial, situs web, atau titip berjualan dengan sistem marketplace di e-dagang.

Media sosial yang sedang marak digunakan untuk berjualan saat ini adalah Instagram. Anda tinggal membuat akun dan mengunggah foto-foto produk ke Instagram. Jangan lupakan untuk menambahkan kapsi yang menarik dan jelas, serta gunakan hashtag atau tagar yang berhubungan dengan produk.

Agar diikuti banyak orang, pastikan Anda mengunggah foto-foto berkualitas baik dan memang niat melakukan sesi foto khusus.

Jangan sepelekan foto di Instagram. Ada juga online shop asal comot foto dari mana saja, berakibat barang yang dikirim tak sesuai gambar. Hal ini tentu akan membuat pembeli kecewa.

Setelah memiliki banyak foto dan pengikut, Anda bisa membuat promo seperti diskon atau beli satu gratis sebagai salah stau strategi penjualan.

Saat ini, Instagram sendiri sudah punya fitur khusus untuk bisnis. Bedanya dengan akun personal adalah adanya kontak untuk menaruh nomor telepon, alamat toko, dan alamat surel.

Selain itu, di bagian bawah setiap foto ada fitur insight untuk melihat impression (jumlah orang yang melihat foto) , reach (jumlah akun unik yang melihat foto), dan engagement (jumlah suka dan komentar pada foto) dari setiap foto yang diunggah.

Di sebelah tombol insight, ada juga tombol promote untuk mempromosikan foto Anda secara berbayar di Instagram dengan jangkauan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Setelah memiliki wadah untuk memperlihatkan produk, Anda juga butuh tempat untuk berkomunikasi dengan calon konsumen. Bisa jadi melalui telepon, sms, atau memanfaatkan aplikasi pesan daring seperti Whatsapp atau Line.

Line, selain memiliki aplikasi untuk personal, juga punya aplikasi khusus untuk bisnis bernama [email protected]. Persamaan Line dan [email protected] adalah keduanya bisa digunakan untuk chatting.

Pengguna [email protected] dapat mengirimkan pesan secara massal (broadcast) ke seluruh teman dalam kontak. Lalu, ada juga fitur auto-reply untuk membalas setiap pesan yang masuk secara otomatis. [email protected] juga memiliki fitur kupon dan statistik untuk melihat perkembangan akun bisnis Anda.

Menurut Stanley Santoso, Manager Line Indonesia, saat ini sudah ada 400 ribu seller yang berjualan lewat Line.

Salah satu pengusaha sukses lewat berjualan lewat Line adalah EmmaQueen, produsen pakaian muslim yang kini menjaditop seller di Line. EmmaQueen sendiri mulai didirikan pada 2012 oleh Dhika Fazli dan istrinya.

Awalnya, Dhika berjualan di Facebook dengan modal awal Rp1,7 juta untuk produksi hijab. Kini, Dhika juga mempromosikan produknya di Instagram, lalu melakukan komunikasi penjualan dengan konsumen di [email protected]

Sampai saat ini, EmmaQueen telah memiliki ratusan reseller dan puluhan agen yang tersebar di berbagai kota di Indonesia dan beberapa negara di Asia. Setiap bulannya, setidaknya ada 6000 paket yang berhasil terjual.

Tip dari Dhika bagi yang mau memulai usaha daring adalah jangan terlalu hard selling, foto di Instagram tak melulu harus produk namun bisa gambar-gambar yang menghibur atau kutipan motivasi, selain itu jangan terlalu sering mengirim broadcast message karena dirasa cukup mengganggu.

Salah satu strategi yang diterapkan EmmaQueen adalah sering mengadakan promo potongan harga atau bebas biaya kirim.

Menurut Dhika, dagang daring masih sangat menjanjikan, mengingat penetrasi internet yang masih besar dan penduduk Indonesia yang sangat banyak.

Agar produknya laku di pasaran, pengusaha harus Fokus pada bisnisnya dan tentunya punya ciri khas atau keunikan sendiri.

Attina Nuraini dan Evan Driyananda dari Mannequin Plastic pun berpendapat bahwa bisnis daring bisa saja menjanjikan, tergantung seperti apa bisnisnya, dan bagaimana menjalankannya.

Setelah melihat peluang, kisah sukses, dan potensi untuk berjualan daring, kini waktunya Anda menentukan tertarik atau tidak mencicipi porsi kue dagang daring.