Lokadata.ID

Memacu pariwisata sebagai sumber devisa utama

DEVISA UTAMA | Kesadaran pariwisata sebagai pendulang devisa timbul menjelang akhir era Presiden Soekarno. Tepatnya pada masa Kabinet Kerja IV tahun 1963 atau 3 tahun sebelum Presiden Soeharto berkuasa.

Keyakinan pariwisata sebagai sektor ekonomi penting dimulai pada 2009. Saat sumbangan devisanya menempati posisi ketiga setelah minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit. Data Kementerian Pariwisata mencatat, dari 2009 hingga 2018 peningkatannya signifikan, dari USD6,3 miliar hingga USD16,1 miliar.

Hingga saat ini tercatat 13 orang pernah menjabat Menteri Pariwisata dari berbagai latar. Empat orang dari kalangan teknokrat, tiga orang profesional, dan tiga orang berlatar militer, sisanya politisi dan ekonom.

Pergeseran latar belakang menteri terjadi pasca-reformasi. Jika sebelumnya didominasi kalangan militer, sekarang teknokrat dan profesional bergantian mengisi posisi ini. Bila dilihat kembali, kalangan profesional dan teknokrat ini memiliki masa jabatan yang lebih lama hingga akhir periode tanpa bayang-bayang reshuffle.

Wishnutama Kusubandio resmi menjadi bagian dari Kabinet Jokowi Babak II—Kabinet Indonesia Maju. Profesional yang dikenal sebagai mantan CEO NET TV ini, satu-satunya menteri dengan pengalaman dunia kreatif dan hiburan. Wishnutama adalah Menteri Pariwisata termuda ke-2 dalam sejarah, setelah Hidajat Martaatmadja.