Lokadata.ID

Menanti kebangkitan wisata alam pasca-pandemi Covid-19

Sejumlah pengunjung menikmati suasana matahari tenggelam (sunset) di Kawasan Ekowisata Mangrove Lantebung, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (5/7/2019).
Sejumlah pengunjung menikmati suasana matahari tenggelam (sunset) di Kawasan Ekowisata Mangrove Lantebung, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (5/7/2019). Arnas Padda / Antara Foto

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memprediksi produk ekowisata di Indonesia akan sangat diminati pascapandemi Covid-19.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani, menjelaskan pandemi ini mengubah jenis atau tipe dan pengelolaan destinasi termasuk di dalamnya kegiatan ekowisata.

Direktur Indonesia Ecotourism Network (INDECON), juga menyatakan ecotourism, adventure tourism, dan wellness tourism diperkirakan menjadi produk paling diminati pasca-pandemi. Khususnya untuk grup kecil dan aktif seperti interaksi di luar ruangan, atau kegiatan edukasi alam untuk keluarga.

Ringkasan

  • Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memprediksi produk ekowisata di Indonesia akan sangat diminati pascapandemi COVID-19.
  • Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani saat Webinar Ekowisata, menjelaskan, pandemi ini mengubah jenis atau tipe dan pengelolaan destinasi termasuk di dalamnya kegiatan ekowisata.
  • Direktur Via Via Tour & Travel Sry Mujianti mengatakan, kombinasi alam dan budaya biasanya menjadi pilihan utama wisatawan.
  • Untuk itu perlu evaluasi dan penataan ulang pola perjalanan ekowisata yang disesuaikan dengan kondisi new normal.
  • Ekowisata merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepedulian wisatawan pada pentingnya menjaga kualitas lingkungan kawasan tempat mereka berwisata.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh sindonews.com dan koransn.com dengan 2 pemberitaan, diikuti peringkat kedua wisatabdg.com dengan 1 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik dimulai sejak pukul 00:00 hingga 12:00 WIB, dan merupakan puncak dari pemberitaan dengan total 3 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh sindonews.com dengan 18 interaksi, diikuti peringkat kedua okezone.com dengan 1 interaksi. Selanjutnya ayobandung.com dengan 0 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.