Lokadata.ID

Mengenal Teori Segitiga Api dan cara pencegahannya

SPONSOR:  Djarum Sumbangsih Sosial
Teori segitiga api dan cara pencegahannya.
Teori segitiga api dan cara pencegahannya. Gary / Beritagar.id

Api bukanlah sesuatu yang asing dalam kehidupan sehari-hari. Kehadirannya memberikan manfaat yang besar bagi manusia. Namun, bagai pisau bermata dua, api juga dapat menjadi musuh mematikan bagi kehidupan manusia.

Api akan menjadi sahabat ketika nyalanya kecil dan dapat dikendalikan oleh manusia. Sebaliknya, api akan menjadi musuh yang berbahaya ketika nyalanya menjadi besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga mengakibatkan kebakaran.

Mengetahui apa itu api dan bagaimana api dapat menyala merupakan pengetahuan dasar yang penting guna mencegah terjadinya musibah kebakaran. Pasalnya, banyak musibah kebakaran yang terjadi merupakan akibat kelalaian dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang api.

Api tercipta dari proses kimia, yakni proses oksidasi cepat yang menghasilkan panas dan cahaya. Api dapat tercipta apabila terjadi persenyawaan (bergabungnya) tiga unsur yang dikenal dengan teori segitiga api.

Pertama, unsur material yang mudah terbakar, seperti kertas, kayu, kain, dan gas. Kedua, udara sebagai zat pengoksidasi, misalnya oksigen, hidrogen, dan klorin. Ketiga, unsur panas sebagai pemicu timbulnya api. Panas dapat timbul akibat terjadinya gesekan, hubungan arus pendek listrik, reaksi kimia, dan lain-lain.

Segitiga api dapat diatasi agar tidak terjadi persenyawaan yang dapat menimbulkan api dan akhirnya membesar menjadi kebakaran, caranya adalah dengan memperkecil kemungkinan ketiga unsur tersebut berkumpul dalam suatu ruang.

Pisahkan panas atau penghasil panas dari bahan yang mudah terbakar, menghilangkan udara dengan melakukan pengisolasian, serta menghilangkan panas dengan melakukan pendinginan merupakan tiga cara yang bisa dilakukan untuk memutus segitiga api.

Mengetahui cara penyebaran api juga sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran. Api dapat tersebar melalui empat cara, yakni Konveksi, Radiasi, Konduksi, dan penyalaan langsung.